
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
***Flash back***...
\* Ruangan Justin\*
" Tuk..tuk.."
" Masuk." teriak Justin, sekertaris masuk ke ruangan Justin dan berdiri di depannya.
" Tuan, ada seorang wanita yang berusaha keras menemui anda."
" Siapa ?" tanya heran Justin.
" Katanya nama nona tersebut adalah Melin." ucap sekertaris wanita membuat Justin berdiri dan sangat marah.
" Jangan biarkan dia masuk." teriak Justin.
" Ba..baik tuan." sekertaris wanita kaget dengan teriakan Justin.
Baru saja sekertaris wanita membuka pintu tiba-tiba wanita itu menerobos masuk ke ruangan Justin dan memeluk Justin.
" Justin." Melin menangis sambil memeluk Justin.
" Lepaskan, dasar wanita tidak tahu malu." Justin mendorong tubuh Melin namun pelukan Melin sangat mengeraskan pelukannya di tubuh Justin.
" Sayang maafkan aku, aku mohon." ucap Melin menangis tersedu-sedu.
" Aku tidak akan memaafkan mu apapun alasan mu, lepaskan aku."
" Tidak, sebelum kau mendengarkan aku, aku mohon."
" Aku tidak perlu alasan mu sana pergi bersama kekasih mu."
" Dia bukan kekasih ku." teriak Melin.
" Apa maksudmu ?" tanya heran Justin.
" Aku mohon dengarkan aku." Melin mendongak menatap Justin dengan wajah yang basah dengan air mata.
" Arggh baiklah lepaskan aku."
" Tidak, aku akan menjelaskan sambil memelukmu, aku sangat merindukan mu."
" Cihh."
" Cepat jelaskan dan lepaskan aku."
" Sebenarnya aku tidak selingkuh." ucap Melin membuat Justin syok.
__ADS_1
" Apa maksud mu bukannya kau pergi dengan selingkuhanmu karena aku miskin."
" Tidak itu tidak benar, aku sedang mengidap kanker waktu itu dan aku memilih membohongi mu agar kau membenciku dan melupakan ku."
" Hahah, kamu pikir aku akan percaya." tawa Justin.
" Aku tau kau tidak akan percaya jadi aku membawa surat dokter dan foto-foto ku saat menjalani pengobatan di Amerika." Melin melepaskan pelukannya dan mengambil berkas di tasnya.
" Ini buka dan baca lah." Melin memberikan Justin map cokelat.
Justin membukanya dan melihat isi berkasnya, Justin terlihat syok saat membaca surat dan melihat foto-foto Melin yang dirawat di rumah sakit.
" Aku tidak berbohong, aku benar-benar sakit waktu itu, aku sengaja membohongimu." ucap Melin memeluk lengan Justin.
" Ini hanya rekayasa mu." Justin melemparkan isi berkas ke mejanya.
" Tidak aku tidak berbohong, hiks hiks." Melin menangis.
" Lantas mengapa kau tidak memberitahu ku." teriak Justin.
" Aku tidak ingin membuat mu memikirkan ku, aku ingin kau hanya fokus pada karirmu, aku takut menghambat jalanmu." teriak Melin.
" Apa maksudmu, kau satu-satunya orang yang membuatku ingin sukses mengembangkan karirku, aku ingin membuatmu bahagia, kami pikir aku tidak bisa membiayai mu." teriak Justin.
" Maafkan aku." Melin menunduk dan menangis.
" Saat aku sudah sembuh 3 bulan kemarin, aku kembali ke Indonesia untuk menemui mu, aku mencari mu tempat kerjamu dulu namun aku tidak menemui i, aku hampir menyerah namun saat di bandara aku melihat berita dan melihat mu sangat menawan." Melin bercerita sambil menunjukkan wajah sedih Justin mengusap air mata Melin di pipinya.
" Awalnya aku tidak percaya itu kamu, tapi setelah mencari di internet ternyata itu benar, aku sangat bangga padamu bisa mengembangkan perusahaan keluarga mu dengan sesukses ini , namun aku sangat kecewa kenapa kau tidak jujur padaku." Melin menunjukkan wajah imutnya.
" Hahah, kau tidak berubah sedikit pun." Justin tertawa dan mengelus kepala Melin.
" Aku sebenarnya ingin memberitahu mu tapi waktunya belum pas, dan aku juga ingin membuat perusahaan ku dan setelah itu aku akan melamar mu, namun kamu meninggalkan ku." Justin tersenyum sendu.
" Maafkan aku."
" Tidak, kamu juga terpaksa meninggalkan ku, mulai sekarang aku kan membahagiakan mu." Justin memeluk Melin.
" Tapi kau sudah menikah." Melin melepas pelukan Justin.
" Dari mana kau tahu ?" tanya heran Justin.
" Waktu itu aku mengetahui bahwa kamu keluarga Leonal Batvin aku mencari info rumahmu dan pergi ke rumah mu, namun saat sampai di sana aku bertemu ibumu di depan gerbang dan memberitahu ku bahwa kau sudah menikah dan tidak tinggal disana."
" Aku sangat sedih waktu itu dan balik ke Amerika melanjutkan karir ku namun aku sangat merindukan mu makanya aku kembali kesini." Melin memeluk Justin.
" Maafkan aku, karena tidak memenuhi janjiku padamu."
" Tidak apa-apa, yang penting kau bahagia dengan istrimu, aku bisa apa."
__ADS_1
" Aku hanya kemari ingin meminta maaf padamu dan mengatakan aku baik-baik saja, aku tidak berniat untuk merebut mu dari istri mu, aku bukan pelakor." Melin tersenyum pada Justin. Justin merasa sangat marah dan dengan ganas menc\*\*m Melin.
" Justin, kau kenapa ?" tanya Melin heran.
" Hubungan ku dengan gadis bodoh itu tidak seperti yang kau bayangkan, aku dan dia hanya melakukan pernikahan kontrak."
" Apa maksudmu ?" Justin menjelaskan pada Melin dari A-Z.
" Kenapa kau melakukan itu padanya." ucap Melin.
" Itu kesalahannya sendiri ya, berani-beraninya dia mencampur obat perangsang di minumanku, dia wanita licik."
" Kau tenang saja aku akan menceraikannya dalam waktu dekat ini." ucap Justin menarik Melin masuk ke pelukannya.
Mereka tertawa terbahak-bahak saat mengingat kembali masa pacaran mereka, namun tiba-tiba Justin mencium Melin dan terjadilah adengan mesra yang terlarang. Mereka sangat asik di dunia mereka hingga tidak menyadari jika seseorang melihat mereka.
" Bruk." suara kotak makan jatuh dan berhamburan.
" Ka..kalian." ucap Angel terbata-bata dan tanpa sadar air matanya menetas di wajahnya, Justin kaget melihat Angel yang masuk ke ruangannya.
" Kau siapa ?" tanya wanita yang duduk di pangkuan Justin.
" Gadis buruk rupa kenapa kau masuk ke ruanganku tanpa mengetuk." teriak Justin marah pada Angel.
" A..aku." Angel masih menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca.
" Keluar." Justin melemparkan asbak ke Angel membuat abu rokok mengenai dres putihnya.
" Kalian sangat menjijikan." teriak Angel dan lari keluar dari ruangan Justin, Melin yang heran menatap Justin penuh tanda tanya.
" Dia siapa ?" tanya Melin pura-pura tidak tahu.
" Dia gadis licik itu." ucap Justin memperbaiki anak rambut Melin.
" Astaga, kenapa tidak memberitahu ku." Melin berdiri dan berniat mengejar Angel.
" Tidak usah mengejarnya, biarkan saja dia pergi dan semoga saja dia mati di perjalanan pulang." ucap Justin dan Melin menepuk pelan bibir Justin.
" Tidak baik seperti itu." ucap Melin mengerutkan keningnya.
" Maafkan aku." Justin mengelus lembut pipi Melin. Melin adalah gadis baik dan manis di mata Justin namun sifat asli Melin adalah sangat keji dan gila uang, dia berbohong tentang sakitnya untuk melancarkan aksinya agar bisa mendapatkan Justin lagi.
" *Kamu masuk di perangkat ku kelinci ku manis ku." batin Melin tersenyum pada Justin*.
" *Sekarang aku harus menyingkirkan lalat dari sisimu dan menguasai semua hartamu, hahaha." batin Melin dengan pikiran liciknya*.
Justin mengantar Melin ke apartemennya dan kembali ke rumahnya pada jam 19.00, Justin sengaja pulang ke rumah untuk menyiksa Angel dengan brutal, Justin melempar semua kursi di dalam kegelapan dan saat Angel muncul, Justin berlari dan mulai menyerang Angel dengan brutal di ka\*\*r, suatu hal yang membuat Angel kembali trauma pada tragedi alasan mereka menikah.
***Flash back off***
Thank you for reading š¹
__ADS_1