Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Menemui Angel


__ADS_3

๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun Author๐Ÿ˜†. Salam sayang dari Author ๐Ÿค—.



"Jadi itu semua hanya sandiwara kalian, agar Angel tidak kembali padaku ?" gumam Justin dengan suara bergetar dan perlahan air matanya turun membasahi pipinya.



"Iya, kau sangat bajingan hingga istrimu sendiri tidak ingin kau bertemu dengannya apalagi dengan anaknya." ucap Brian mendorong Justin.



"Sejujurnya aku tidak ingin memberitahumu tentang Angel tapi aku kasihan pada Jake kecil yang tidak memiliki seorang Ayah, aku tahu betul perasaan tidak memiliki seorang Ayah." ucap sendu Nanda.



"Kau beruntung jika bukan Jake maka kami tidak akan memberitahumu, dan memilih melihatmu tersiksa sampai mati." ucap Nanda melototkan matanya.



"Makasih." ucap Justin.



"Dan maaf sudah mengatai kalian selingkuh." Justin meminta maaf dengan tulus.



"Tidak usah meminta maaf pada kami, seharusnya kau meminta maaf pada Angel dan Jake kecil." ucap Nanda.



"Iya benar, aku harus menemuinya dan meminta maaf." Justin berdiri dengan semangat.



"Iya pergilah mengejar Angel, kau harus sujud mencium kaki Angel dan meminta maaf padanya." Brian merapikan jas Justin dan menepuk pundaknya.



"Pergilah meminta maaf dengan baik-baik dan jangan membuat dia bersedih, aku akan memantau kalian." Nanda melototkan matanya pada Justin.



"Jika aku melihat kau melakukan hal itu lagi pada sahabatku, maka jangan salahkan aku jika membunuhmu." Nanda menodongkan pisau pada Justin yang entah sejak kapan dia menggenggam pisau itu.

__ADS_1



"Aku tidak akan melakukan hal itu lagi." Justin menjauhi pisau itu dari hadapannya.



"Pergilah." Nanda memutar bola matanya.



"Makasih." Justin memeluk Brian dan segera berlari keluar.



"Aku akan memantau mu bajingan, awas saja kau menyakitinya." teriak Nanda masih menodongkan pisau.



Justin berlari begitu kencang ke arah mobilnya bahkan dia yang mengambil alih mengemudi mobil karena tidak sabar bertemu dengan Angel.



Disisi lain Anton menelan ludahnya dengan kasar dan berpegang erat karena Justin mengemudi dengan ugal-ugalan dijalan.




"Ba..baik tuan." Anton mengambil handphonenya.



Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan perusahaan, Justin memarkirkan mobilnya di depan perusahaan dan berlari dengan cepat menuju lift.



"Tunggu aku Angel." gumam Justin tidak sabar menunggu lift sampai di lantai 22 yaitu atap perusahaan LAA.



"Semua sudah siap Tuan." ucap Anton.



"Makasih Anton, ku akui kerjamu sangat bagus." Justin menepuk pundak Anton.


__ADS_1


"Aku percaya padamu dan aku serahkan semua tugas disini padamu sampai aku pulang." Justin meninggalkan Anton yang bingung.



"Anda akan berapa lama tinggal disana ?" teriak Anton karena suaranya tidak akan kedengaran karena baling-baling helikopternya.



"Sampai aku bisa membawanya pulang." teriak Justin dan menaiki helikopter.



"Tunggu aku Angel." gumam Justin dan helikopter pun berangkat ke Cirebon.



"Hati-hati Tuan, semoga anda secepatnya membawa nona pulang." teriak Anton.



Hanya membutuhkan beberapa menit mereka sampai di Cirebon tepatnya di atap mall tempat kerja Angel.



"Selamat datang Tuan." sapa manajer mall.



"Siapkan aku rumah dan mobil." perintah Justin berlari meninggalkan mereka namun tiba-tiba berhenti dan berbalik.



"Jangan mengikuti ku." perintah Justin dan di anggukkan oleh manajer.



Justin berlari meninggalkan manajer, dia sangat tidak sabar menemui Angel. Justin tiba di lantai 3 dan berlari ke toko Angel.



"Selamat datang Tuan, kami menyediakan berbagai macam pakaian pria maupun wanita." Angel tersenyum ramah dia sedang mempromosikan barang jualannya.



Wajah Justin dipenuhi dengan keringat, dia sangat kelelahan namun itu semua pudar setelah melihat senyum indah milik Angel. Justin memerhatikan dari jauh, namun tiba-tiba keningnya berkerut karena melihat seorang wanita paruh baya menarik rambut Angel dari belakang.


__ADS_1


Thank you for reading ๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2