Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Makan Siang


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



\* ***Parkiran***.



" Angel, naik di mobil gue aja biar gue antar." ajak Gebril.



" Nggak usah, gue ikut Nanda aja karena searah." tolak Angel.



" Searah ?" tanya heran pada jawaban Angel.



" Iya searah, soalnya Angel sekarang udah kerja di salah satu mansion di kompleks gue." ucap Nanda.



" Wahh seru tuh." ucap Gebril.



" Ya udah gue pulang dulu yah." Angel melambaikan tangannya dan naik ke mobil Nanda.



" Hati-hati." Gebril melambaikan tangannya.



Mobil Nanda pun meninggalkan fakultas manajemen. Mereka terlihat terus berbincang sambil terus tertawa terbahak-bahak. Mobil Nanda sudah masuk komplek dan melewati tempat Nanda bertemu Angel tadi.



" Rumah dimana ?" tanya Nanda.



" Jalan terus aja, soalnya masih jauh."



" Oke."



5 menit kemudian mobil Nanda sudah dekat dengan rumah Justin.



" Disana." tunjuk Angel pada rumah putih yang besar dan didepannya ada patung Lumba-lumba.



" Wow, serius ini tempat lu kerja ?" Nanda sangat kagum pada rumah yang ditunjuk Angel.



" Iya." jawab Angel.



" Orang kaya pasti ini mah."



" Iya."



" Dia cowok kan ?" tanya Nanda.



" Iya."



" Pasti ganteng kan ?" tanya Nanda dengan semangat.



" Iya." jawab Angel yang tidak bisa berbohong.



" Enak dong kamu, tiap hari lihat vitamin." goda Nanda, vitamin cogan maksud Nanda.



" Haha." tawa pasrah Angel yang sebenarnya tidak bisa mengakui itu.



" *Asal kamu tau, pria itu adalah suami ku yang sangat kasar." batin Angel*.



" Ini catatan kuliah tadi, nanti jam 3 gue singgah ambil catatannya yah." Angel memberikan catatannya pada Nanda.



" Oke, makasih ayang." Nanda meraih catatan Angel dan memberikan kiss jauh pada Angel.

__ADS_1



" Dahh.. aku masuk dulu." Angel melambaikan tangannya pada Nanda.



Mobil Nanda perlahan berbalik dan meninggalkan Angel, rumah Nanda tidak jauh dari rumah Angel jadi Angel mudah berkunjung ke rumah Nanda.



Angel memasuki rumah Justin, Angel memasak untuk makan siang Justin. Angel sudah menelfon Brian karena akan telat membawa makan siang karena dia punya kelas siang dan dimaklumi oleh Brian lagi pula Justin jarang makan siang karena terlalu mementingkan kerjanya.



Jam 13.30 Angel sudah selesai menyiapkan kotak makan Justin dan Brian. Angel merapikan penampilannya dan berangkat ke perusahaan Justin, Angel jalan cepat agar bisa sampai dengan cepat di perusahaan Justin. Angel lewat di depan rumah Nanda dan tiba-tiba seorang pria memanggil Angel dari arah rumah Nanda, Angel berhenti dan menengok ke rumah Nanda dan Angel melihat kakak laki-laki Nanda.



" Angel." teriak Kakak Angel bernama Naldo di atas motornya yang baru saja keluar dari gerbang rumahnya.



" Iya kak." Angel tersenyum pada Naldo.



" Mau kemana ?" tanya Naldo yang mendekati Angel.



" Mau antar makan siang buat tuan saja kak." Angel mengangkat tas isi kotak makan.



" Kalau gitu aku antar." Naldo menawarkan boncengan pada Angel.



" Nggak usah kak, nanti saya repotin kak Naldo." tolak Angel sopan.



" Kaya sama siapa saja kamu, cepat naik lagi pula aku keluar buat jalan-jalan sekalian antar kamu." ucap Naldo.



" Cepat naik." ajak Naldo lagi.



" Baik kak, maaf yah udah ngerepotin."



" Nggak kok, ini pake." Naldo memberikan helem pada Angel.




" Sudah ?"



" Iya."



" Pegang yang erat jangan sampai jatuh, kalau jatuh bisa-bisa Nanda marah sama aku."



" Haha, siap kak."



" Brumm." Motor Naldo meninggalkan kompleks dan memasuki jalan raya.



" Angel dimana perusahaan nya ?" tanya Naldo di depan lampu merah, Naldo lupa nanyain alamat tempat tujuan Angel.



" Astaga aku lupa kak."



" Di GRUP Beste L.B kak." ucap Angel.



" What, serius bos kamu kerja disana ?" tanya Naldo memastikan.



" Iya kak."



" Pantas bisa beli rumah di kompleks itu, ternyata karyawan GRUP Beste L.B." Naldo kagum karena GRUP Beste L.B adalah perusahaan terbesar di dunia dan tentu saja tidak semua orang bisa masuk disana hanya orang berbakat saja.



" *Dia bukan karyawan kak, tapi pemilik perusahaannya." batin Angel*.



Naldo menjalankan motornya saat lampu lalu lintas berganti warna hijau, Naldo mengendarai motornya ke perusahaan GRUP Beste L.B. 10 menit kemudian mereka sampai di depan perusahaan dan menurunkan Angel.


__ADS_1


" Makasih kak, udah antar aku." Angel membuka helmnya dan mengembalikannya.



" Sama-sama, kamu mau aku tunggu disini ?"



" Nggak usah kak, aku bisa pulang sendiri, makasih kak atas tumpangannya." Angel menunduk pada Naldo tanda terimakasih.



" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu." pamit Naldo.



" Iya kak, hati-hati di jalan." Angel melambaikan tangannya.



Angel berjalan memasuki perusahaan GRUP Beste L.B setelah melihat Naldo sudah tidak terlihat. Staf sudah mengenal Angel dan mempersilahkan Angel naik lift menuju ruangan Justin, Angel tersenyum pada sekertaris wanita Justin, sekertaris wanita itu mengetuk pintu dan membiarkan Angel masuk, Angel mengambil nafas dan memasuki ruangan Justin.



" Selamat siang tuan." sapa Angel pada Justin yang masih fokus pada pekerjaannya.



" Gadis buruk rupa kenapa kau lama sekali." teriak Justin dan melempar buku pada Angel.



" Buk.." suara benturan buku pada kepala Angel seketika Angel mengusap kepalanya yang sangat sakit.



" Maaf tuan saya memiliki kelas siang, makanya terlambat tuan." Angel berusaha membela dirinya.



" Alasan saja kau, aku hampir saja mati kelaparan." teriak Justin dengan mata melotot.



" Ma.maafkan aku tuan." Angel menurunkan egonya dan memilih sabar menghadapi sikap suaminya.



Sebenarnya Justin jarang makan siang karena dia sangat gila kerja tapi setelah makan masakan Angel, perutnya terus meminta di isi oleh masakan Angel, mungkin bisa di bilang Justin sudah bergantung dengan masakan Angel. ***Semoga ini adalah salah satu langkah untuk memperbaiki hubungan mereka***.



" Cepat buka kontak makan siangnya, aku lapar." teriak Justin lagi dengan cepat Angel menata kotak makan di meja. Justin berjalan mendekati Angel yang sedang menata makanan Justin menatap heran pada kotak makan warna hitam yang tidak di buka oleh Angel.



" Untuk siapa kotak makan itu ?" tunjuk Justin pada kotak makan hitam.



" Ini kotak makan tuan Brian."



" What, ngapain kamu buatin dia makan siang juga." bentak Justin.



" Aku hanya ingin berterima kasih pada tuan Brian."



" Nggak usah." bentak Justin lagi.



Justin menggulung lengan bajunya dan duduk di sofa, tiba-tiba pintu ruangan Justin terbuka dan muncullah Brian dari balik pintu.



" Terimakasih makan siangnya Angel." ucap datar Brian dan duduk di sofa depan Justin, dengan cepat Angel membuka kotak makan siang Brian yang membuat Justin marah.



" Lu ngapain di sini ?" ucap Justin tidak suka kehadiran Brian.



" Yahh, makan lah." jawab ketus Brian.



" Kalau mau makan yah ke kantin atau beli ngapain makan siang disini."



" Angel udah buatin gue makan siang juga, makanan enak nggak boleh di sia-siakan dong." jawab Brian sambil menggulung lengan bajunya.



" Makasih makanan." Justin mengangkat sendoknya dan mulai makan.



Justin yang tidak terimah selalu mengambil makanan milik Brian, Brian hanya diam dan sesekali tersenyum tipis.



" *Semoga dalam waktu dekat ini lu suka sama Angel, kalau nggak mau gue rebut." batin Brian*. Justin dan Brian menikmati makan siang mereka.


__ADS_1


Thanks you for reading 🌹


__ADS_2