
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
" Terimakasih Prof." ucap semua mahasiswa saat Prof sudah selesai mengajar dan keluar dari kelas.
Mereka berempat merapikan barangnya dan keluar bersamaan dari kelas. Gebril berjalan mendekati Angel dan mengangkat tas Angel yang terlihat berat.
" Makasih." senyum Angel pada Gebril dan dibalas senyum oleh Gebril.
" Pipi lu kenapa ? " tanya Gebril.
" Tadi habis di cakar sama kucing heheh." bohong Angel lagi.
" Lu terlalu suka sama kucing, lu mau nggak gue beliin kucing ?" tanya Gebril.
" Bodoh." Gisel lompat memukul kepala Gebril.
" Dia udah bilang habis di cakar kucing, bisa-bisanya lu mau beliin dia kucing, bisa-bisa seluruh badannya di cakar bodoh." omel Gisel dan ikut Nanda ke w.c.
" Iya juga yah, atau lu mau gue belikan kucing tapi kukunya sudah gue potong, panggil gue aja kalau kukunya udah panjang." ucap Gebril lagi.
" Nggak usah repot-repot gue belum mampu melihara kucing." tolak Angel tersenyum.
" *Manis banget senyumnya." batin Gebril terpanah oleh senyum Angel*.
" Baiklah, kalau lu mau kasi tau gue yah, biar gue yang beliin." ucap Gebril mengusap kepala Angel.
" Yok ke kantin." ajak Nanda, mereka pun berjalan ke kantin.
" Mbak bakso 4 yah, 2 bakso pedas dan 2 bakso nggak pedas." Gebril memesan bakso, dia sudah selera sahabatnya Angel dan Nanda suka pedas sedangkan dia dan Gisel tidak suka pedas.
Mereka mengobrol ringan menunggu pesanannya, 20 menit kemudian pesanan mereka sudah selesai. Mereka makan bersama dan sesekali Gisel iseng pada Gebril yang terus menatap Angel dengan menambahkan saus cabe di mangkok Gebril.
" *Manis banget sahabat gue ini, cantik, plus baik hati seperti namanya malaikat ku, hehe." batin Justin salting*, Gebril menyendok kuah bakso tampah melihat mangkoknya.
" Ahhh, pedas woy." teriak Gebril mencari air dan Angel dengan cepat memberikannya es teh, Gebril meneguk es teh dengan cepat.
" Ahh, siapa yang kasi sambel anj\*\*r ?" tanya Gebril dengan wajah merah karena pedas.
Gebril dari kecil emeng nggak bisa makan pedas sedikit sambel aja dia udah terbirit-birit cari air. Gisel membalikkan wajahnya ke arah lain agar Gebril tidak melihatnya tapi sayang Gebril melihat pundak Gisel sedikit bergetar seperti menahan tawanya.
" Lu ternyata pelakunya." Gebril menepuk pundak Gisel dan memutarnya ke arahnya.
" Hahahah." Gisel tertawa terbahak-bahak.
" Lu.." teriak Gebril dan mengambil botol sambel dan menaruhnya di mangkok Gisel.
" Ahhh, gila lu ya." jerik Gisel memukul tangan Gebril.
__ADS_1
" Salah sendiri, makan tu bakso pedas biar lo diare, hahah." Gebril tertawa terbahak-bahak.
" Nye..nye..nye." ejek Gisel dan menyendok sambel di mangkuknya tapi saat Gisel mau menaruh nya di anak piring Gebril dengan cepat menarik sendok itu yang membuka mut Gisel secara paksa.
" Ahhh, pesan akan mendarat." Gebril memasukkan sendok isi sambel ke mulut Gisel.
" Hap.." Gebril menarik sendoknya dan mengambil es teh Gisel dan berlari.
" Puihh...puihh." Gisel meludahkan sambel itu.
" Arrrg air.." jerik Gisel mencari air dan di beri es teh milik Nanda.
" Ahhh, awas lu yah." tunjuk Gisel pada Gebril yang mengejeknya dari jauh.
Gisel mengikat rambutnya dan melepas heelsnya, Gisel mengambil kuda-kuda dan berlari mengejar Gebril, Gebril yang melihat Gisel mulai memasang kuda-kuda mulai melepaskan es teh di tanggannya dan berlari duluan.
" Sini lo bang\*\*t." teriak Gisel menunjuk Gebril.
" Kalau lu bisa tangkap gue" ejek Gebril menjulurkan lidahnya pada Gisel.
Mereka berlari di tengah lapangan membuat semua mahasiswa dan Dosen yang melihatnya menggeleng kepala, karena mereka sudah terbiasa melihat mereka berkelahi. Gebril berbalik dan melihat Gisel berlari dengan rok yang terus terangkat membuat pria hidung belang menatap Gisel. Gebril berhenti membuka Jaketnya dan Gisel menangkap Gebril dan memukul punggung Gebril.
" Buk.." suara pukulan Gisel pada punggung Gebril.
" Arrgg, sakit woy." teriak Gebril berusaha mengelus punggung tapi tidak sampe.
" Gue nggak suka, berapa kali sih gue harus bilang ke elo." ucap Gisel membuka jaket Gebril.
" Pake bodoh." Gebril kembali memasangkan di pundak Gisel.
" Nggak." Gisel membuang jaket Gebril.
" Bandel banget sih." gumam Gebril tapi masih di dengar oleh Gisel.
" Lu yang bawel kaya emak-emak." Gisel meninggalkan Gebril yang memungut jaketnya.
" Pake goblok." Gebril menarik Gisel dan mengikat lengang jaketnya di pinggang Gisel dan berjongkok di depan Gisel.
" Ngapain lu ? mau berak ?" tanya Gisel.
" Bawel lu cepat naik goblok lu mau kaki lo lecet." ucap Gebril menunjuk kaki Gisel yang tidak menggunakan alas kaki.
" Iya juga sih." Gisel mengangguk.
" Gue naik yah, jangan sampai buat gue jatuh, awas lu." ancam Gisel dan naik di punggung Gebril.
Gebril tersenyum licik dan memiringkan badannya membuat Gisel menjerit karena dia kira hampir jatuh.
__ADS_1
" Lu gila yah, kalau gue jatuh terus lecek gimana." teriak Gisel dan menarik kuping Gebril yang terus tertawa terbahak-bahak.
" Lu beneran mau gue lepas disini haa ?" teriak Gebril.
" Lepas nggak sebelum gue jatuhin lu disini." ancam Gebril mendekati kolam ikan.
" Ahh."
" Iya deh, iyaa." ucap Gisel melepaskan telinga Gebril. Gebril tersenyum dan mengangetkan Gisel dengan cara melepas salah satu tangannya.
" Ahhh, ampun." teriak Gisel.
" Hahaha." tawa Gebril.
Dati kantin Angel dan Nanda tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua sahabatnya yang terus berkelahi.
" Dia kaya Tom dan Jerry." tunjuk Angel pada Gisel dan Gebril.
" Betul, mereka nggak pernah aku sama sekali, setiap bertemu pasti selalu berkelahi, tidak ada hari mereka tidak berkelahi." Nanda menggelengkan kepalanya.
" Haha, tapi mereka sangat jelas saling sayang " ucap Angel.
" Yaps."
" Ini mbak es tehnya."
" Makasih mbak." Nanda mengambil es tehnya dan meminumnya.
" Ahh, udah turun gue disini." teriak Gisel yang berada di punggung Gebril yang terus memutar ke kanan dan ke kiri membuat Gisel takut jatuh dan kepalanya sudah mulai pusing.
" Hahahaha.." Gebril tertawa puas mengerjai Gisel.
" Turunin anj\*\*r gue mau muntah." Gisel menurut mulut dan mengeluarkan suara seperti mau muntah.
" Iih jorok." Gebril dengan cepat menurunkan Gisel dari punggungnya.
" Si bang\*\*t bisa-bisanya lu yah, uwekk.." Gisel menelan ludahnya kasar.
" Ini air." Angel memberikan Gisel air putih.
" Makasih beb." Gisel memeluk Angel karena kepalanya benar-benar pusing.
" Angel aku juga haus." ucap Gebril menyandarkan kepalanya di bahu Angel.
" Ini." Angel memberikan botol air sisa Gisel.
" Nggak mau itu bekas muntahan Gisel." tolak Gebril dan meraih es teh milik Angel.
" Kalian kaya Tom dan Jerry dunia nyata, hahaha." ejek Nanda. Mereka terus saling bercanda gurau.
__ADS_1
Thanks you for reading š¹