Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Ngerjain Angel


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒนHappy reading ๐ŸŒน๐ŸŒน



" Kakek, aku ini cucu mu bukan Angel, kenapa harus membelahnya." Justin mendengus kesal.



" Angel duduk kita sarapan bersama." momy Sri mengajak Angel makan bersama dan membuat Brian heran sedangkan Justin menyatukan Alisnya.



" What, nggak salah mom, dia itu sudah jadi pelayan di sini mom bukan tamu lagi."



" Iya nyonya sekarang saya sudah jadi pelayan disini tidak seharusnya saya duduk di meja makan." Angel menolak halus ajakan momy Sri sebelum Justin meledak lagi.



" Baik lah kalau begitu." momy Sri tersenyum kepada Angel dan dibalas senyum oleh Angel. Justin tersenyum menang, saat Angel mau menjauhi meja makan tapi di tahan oleh Justin.



" Gadis kampung kau mau kemana haa ??" tanya Justin menatap tajam pada Angel.



" Saya mau ke pojok tuan."



" Justin kenapa kau masih memanggil Angel seperti itu, itu tidak baik nak." momy Sri menegur Justin, membuat Justin mendengus kasar.



" Kau itu sebagai pelayan pribadi ku bukan, seharusnya kau melayaniku makan bodoh." Justin menatap datar pada Angel sambil melipat tangannya di depan dada.



" Ahh, iya tuan saya lupa." Angel berjalan ke kursi Justin. Angel mulai mengambil piring dan memberikan 2 sendok di piring tersebut.



" Silahkan tuan." Angel meletakkan piring dan mempersilahkan Justin.



" Kau mau membuat ku mati kekenyangan haa ?" bentak Justin dengan cara berbisik. Sebab sudah kebiasaan di atas meja tidak boleh bicara.



" Maaf tuan." Angel kembali mengambil piring Justin dan mengurangi nasi. Justin tersenyum tipis melihat Angel, tanpa Justin sadari momy Sri dan kakek David melihat Justin tersenyum seketika mereka ikut tersenyum.



" *Semoga ini awal perkembangan Justin jatuh hati pada Angel." batin kakek David*.



" Ini tuan." Angel kembali meletakkan piring Justin.



" Yaah gadis kampung ini terlalu sedikit." bisik Justin lagi sambil melotot pada Angel.



" *Iish, ini orang maunya apa sihh." Angel mengomel dalam hati*. Angel mengambil piring Justin lagi dan mengisinya setengah sendok lagi.



" *Hahaha, lihat wajahnya dia sudah mulai kesal, hahah." batin Justin* yang tersenyum dalam hati tapi dari luar dia menampilkan wajah datar.



" Silahkan tuan." Angel meletak piring Justin.

__ADS_1



" Sebenarnya ini terlalu kebanyakan tapi karena aku butuh banyak energi buatย  bekerja maka aku mengampuni mu. " bisik Justin di telinga Angel, yang membuat Angel membulatkan matanya. Tapi beda di mata Kakek David dan momy Sri, mereka pikir mereka lagi bisik-bisik seperti pasangan kekasih pada umunya.



" Sudah-sudah Justin cepat jangan menganggu Angel lagi." momy Sri menegur Justin dan membuat Kakek David ikut tersenyum.



" Iya mom."



Mereka pun makan dengan tenang dan menikmati makanan mereka tapi beda dengan Justin dan Angel. Justin tidak habis-habisnya mengerjai Angel, dia terus menerus menyuruh Angel memberikan lauk pada piring Justin dan sesekali menyuruhnya mengembalikan lauk itu lagi.



" *Arrgh, dasar tuan menyebalkan." batin Angel*.



" *Hahaha, dia terlihat sangat marah, mari kita lihat sampai kapan kamu bertahan dengan sikap ku." Justin menyeringai*.



Mereka pun selesai makan, Justin dan Brian siap-siap untuk berangkat ke kantor. Semua perlengkapan Justin di sediakan oleh Angel, sesekali Justin mengerjai Angel.



" Gadis kampung sepertinya dasi ku tidak cocok dengan jas ku, cepat kamu naik dan mengambilkan dasi yang lain." Justin memerintahkan pada Angel dan Angel pun berlari menuju lift.



" Woy, naik tangga. " Justin meneriaki Angel tapi Angel sudah terlalu jauh sehingga tidak mendengar Justin.



" Lihat cara larinya Brian, dia seperti bebek, wekwekwek." Justin menunjuk Angel sambil memperagakan gaya bebek.




Angel pun keluar dari lift mengenggam sebuah dasi biru tua, Angel berlari ke arah Justin, Justin tersenyum melihat Angel yang berlari.



" Tuan ini dasinya." Angel menjulurkan dasi, dengan nafas yang tersengal karena habis lari.



" Pasang cepat, kau itu sangat lambat gadis kampung." Justin mendorong kepala Angel lagi, Justin mengerutkan alisnya saat merasakan air di telunjuknya.



" Omg, you are so disgusting." Justin melihat telunjuknya dengan tatapan jijik. Translate " Omg, kamu sangat menjijikkan."



" Kamu belum mandi yaah, iyuu sampai keringat begitu." Justin mengelap jarinya di baju Angel.



" Lain kali mandi sebelum melayani ku, kamu membawa kuman saja." Justin terus mengomel sambil mengambil Han Sanitizer.



" *Nggak salah lagi, tuan muda ini emeng gila, udah tau orang habis lari yah jelas penuh keringat bodoh." Angel terus mengomel dalam hati*.



" Gadis kampung." Justin teriak pada Angel membuat Angel seketika mendongak melihat Justin.



" Pake melamun lagi, kamu mau membuat ku terlambat dan membuat perusahaan ku bangkrut haa." Justin lagi-lagi teriak pada Angel.

__ADS_1



" Maaf tuan."



" Cepat pasang dasinya, lambat banget kamu seperti siput aja." Angel pun segera memasang dasi Justin tapi dia sangat kesusahan karena perbedaan tinggi yang begitu jauh. Justin sengaja membuat tubuhnya tegak sehingga Angel susah memasangnya. Brian yang melihatnya hanya bisa menggeleng melihat tingkah Justin yang mengerjai Angel.



" Tuan, apakah tuan bisa menunduk sedikit, aku nggak bisa memasang nya karena tuan terlalu tinggi."



" Kamu yang terlalu pendek, dasar cebol." ucapan Justin lagi-lagi membuat hati Angel sakit.



" Maafkan aku tuan."



Karena jam sudah hampir jam 09.30 Justin membungkuk sehingga Angel bisa memasangnya. Angel memasang dasi Justin dengan rapi.



" Selesai tuan." Angel tersenyum sambil meletakkan tangannya di kedua pinggangnya.



" *Hemm, cukup rapi." puji Justin dalam hati*.



" Sangat jelek tapi aku maafkan karena aku sudah terlambat gara-gara kamu cebol." Justin pergi meninggalkan Angel dan di ikuti Brian. Angel berlari mendahului Justin dan membuka pintu untuk Justin.



Justin melewati Angel sambil tersenyum melihat Angel yang penuh keringat di dahinya. " *Haha, aku akan membuat mu kewalahan menghadapi sikap ku sehingga membuat mu angkat kaki sendiri dari rumah ku." batin Justin sambil tersenyum sinis*.



Angel membuka pintu mobil dan mempersilahkan Justin masuk.



"Silahkan masuk tuan." Justin pun masuk dan ditutup oleh Angel. Angel menunduk hormat dan mobil Justin perlahan pergi dan tidak terlihat lagi.



" Akhirnya dia pergi juga, baru hari pertama kerja udah membuat ku sangat lelah, bukan hanya fisik tapi mental juga." Angel mengelap keringat di dahinya.



Angel masuk ke dalam mansion dan menuju dapur lagi untuk belajar resep makanan yang di sukai justin. Angel terus mempelajari semua resep dan mulai belajar membuatnya, saat waktu sudah menunjuk pukul 11.30 makanan Angel sudah siap saji.



" Heem, masakan mu tidak buruk, baru pertama kali belajar memasak makanan kesukaan tuan, tapi kamu sudah bisa membuatnya dengan baik." Chef memuji Angel.



" Makasih Chef."



" Angel cepat pergi siap-siap, kamu harus mengantar makan siang untuk tuan sebelum pergi kampus." Ucap kepala pelayan. Kepala pelayan mengambil alih menata makanan di kotak.



" Baik bibi." Angel pun membuka celemek dan berlari menuju rumah pelayan.



๐ŸŒน๐ŸŒน Thanks you for reading ๐ŸŒน๐ŸŒน


Hay, jangan lupa tinggalin jejak yahh.

__ADS_1


__ADS_2