Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Sangat Kotor


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Justin melihat ada Kakek dan Papi Steven duduk di sofa dengan tatapan datar, membuat Justin meneguk ludah karena sepertinya akan ada masalah yang akan menimpanya.



"Selamat sore Kakek , Papi." sapa Justin tunduk hormat, berusaha memperlihatkan kepada mereka bahwa dia baik-baik saja.



"Ini masih pagi, bocah." ucap Kakek menatap tajam Justin.



Justin melihat jam dan ternyata masih jam 08.45, mungkin karena tinggal dalam kamar gelap sehingga dia tidak tahu sekarang jam berapa.



"Duduk." perintah Papi Steven.



"Ayo duduk." Momy Sri menarik Justin duduk di dekatnya.



"Apa yang terjadi padamu ?" tanya Kakek .



"Aku tidak apa-apa." jawab Justin tersenyum, padahal penampilannya sekarang mirip gembel.



"Baik-baik saja ?" tanya Papi Steven.



"Hemm, iya."Justin mengangguk dengan yakin.



"Lantas ada apa dengan penampilan mu sekarang." tunjuk Papi Steven dari atas ke bawah.



"Hahah, ini karena aku tidak sempat mencukur dan menganti baju ku, kalian tahu sendiri aku sangat sibuk dengan perusahaan ku, hehehe." jelas Justin.



"Wajah mu sangat jelek." ucap Kakek tanpa melirik Justin.



"Hey, Kakek menghina ku, aku masih tamp..." ucap Justin.



"Tampan dari mananya haa ? Orang gembel gitu malah percaya diri banget." ucap Kakek melototkan matanya.



"Kau sibuk dengan bisnis mu sehingga tidak sempat mencukur dan menganti pakaian mu ?" tanya Papi Steven.



"Iya, seperti yang Papi tahu aku.." ucap Justin.



"Tapi kau memiliki banyak waktu untuk mengurung diri dan meminum alcohol." ucap Papi Steven membuat Justin menggaruk kepalanya.



"Soal itu."



"Jujur saat kau berjalan dari tangga sampai disini, bau tidak sedap keluar dari tubuh mu ke cium sampai disini, baumu sangat menyengat." ucap Kakek menutup hidungnya.

__ADS_1



"Sepertinya hidung kalian yang bermasalah, aku.." Justin mencium dirinya dan tertawa melihat 3 orang yang dia sayang sedang menutup hidungnya.



"Hidung mu yang bermasalah bodoh, kau sudah berapa hari tidak mandi ?" teriak Kakek, membuat Justin menghitung.



"Sepertinya sudah 2 bulan." jawab Justin dengan wajah tanpa dosa.



"Ya tuhan." Momy memijat pelipisnya.



"Sana pergi mandi." teriak perintah Papi.



"Sri buat dia terlihat lebih baik." perintah Kakek dan di anggukan oleh Momy Sri.



"Ikut Momy." Momy menarik lengan Justin.



"Tapi aku baik-baik saja Mom, tidak perlu mandi." tolak Justin menahan tarikan Momy Sri.



"Tidak usah melawan, cepat ikut Momy." teriak Momy sambil melototkan matanya pertanda tidak ingin dilawan.



"Baiklah." Justin tunduk karena takut pada Momy nya, orang yang tidak pernah marah namun sekali marah dia sangat menakutkan.



"Gabriel, cepat bawakan alat mandi kemari, alat cukur, dan bawa juga baju ganti baru untuk tuan mu." perintah Momy pada asisten Justin.




Momy menarik Justin memasuki kamar tamu, dia sengaja membawa Justine ke kamar tamu bukan ke kamarnya karena Momy sangat tidak tahan dengan baunya yang sangat menyengat dan juga tidak bisa membendung kesedihannya melihat anaknya selama ini menderita di dalam kamar itu.



"Buka pakaian mu dan gunakan handuk ini." perintah Momy melemparkan handuk piyama dan masuk ke kamar mandi.



"Baiklah." Justin segera melepas pakaiannya dan memakai handuk.



Justin menyusul ke kamar mandi dan melihat Momy Sri menyiapkan air hangat di bathtub dan memasukkan bubble bath sehingga menghasilkan banyak busa.



"Cepat masuk." perintah Momy keluar mengambil barang yang di minta pada Gibran.



Justin segera memasukkan kakinya ke bathtub dan kaget karena kulitnya menyentuh air, mungkin karena sudah 2 bulan tidak mandi. Justin segera masuk ke dalam bathtub karena takut Momy nya masuk dan memarahinya.



Momy Sri masuk ke kamar mandi membawa kantong hitam kecil dan menaruhnya di wastafel, di mengambil sebotol sampo dan berjalan ke arah Justin yang berendam.



"Mom, tidak usah repot-repot biar aku sendiri yang melakukannya." Justin berusaha menggapai botol sampo itu namun Momy segera menjauhkannya.



"Kamu diam saja, biar Momy yang melakukannya." Momy tahu jika membiarkan Justin mandi sendiri maka bisa dia pastikan Justin tidak akan mandi sampai bersih, apa lagi dia sudah 2 bulan tidak mandi pasti sangat-sangat kotor."


__ADS_1


Momy Sri mengambil kursi meletakkannya di samping bathtub dan dia menggulung bajunya.



"Tidur lah, sepertinya butuh waktu lama untuk membersihkan kepala mu." ucap Momy Sri dan anggukan oleh Justin. Momy sangat sedih melihat wajah anaknya sangat kusam dan mata panda yang sangat besar.



Momy Sri membaringkan kepala Justin di pinggir bathtub dia mulai membasahi rambut kepala, kumis dan jenggot Justin menggunakan air. Momy mulai memberikan sampo secukupnya, mulai memijat kepala dan janggut Justin , dan membilasnya berulang kali. Sesuai ekspektasinya rambut Justin sangat kotor bahkan air bilasannya berwarna coklat.



Justin di keramas 8 kali oleh Momy hingga tidak mengeluarkan warna coklat lagi, sesekali Momy mengusap air matanya yang terus menetes melihat kondisi anaknya.


Selesai membilas Momy membangunkan Justin yang sudah terlelap.



"Justin, bangun nak."



"Emm, iya Mom."



"Ini gosok badanmu di depan, Momy akan bantu menggosok punggung mu." Momy memberikan spons Badan pada Justin.



"Tidak usah Mom, biar Justin saja." tolak Justin karena malu, dia sudah besar namun di bantu mandi oleh Momy nya.



"Lakukan saja sesuai perintah Momy." Momy memberikan spons badan tersebut. Momy memberikan sabun pada spons dan menggosok punggung Justin.



"Selesai, sekarang keluar dan gosok kembali badanmu di bawah shower." perintah Momy berdiri dan membilas tangganya di wastafel.



"Gunakan sikat gigi dan obat kumur ini." Momy menepuk kantong hitam.



"Oke Mom, makasih." teriak Justin saat Momy keluar dari kamar mandi.



Justin berdiri dari bathtub dan berjalan ke bawah shower, mulai menyabuni dirinya dan membilas sesuai perintah Momy.



Disisi lain Papi dan Kakek menunggu hampir 4 jam, mereka terus berbincang tentang Justin.



"Bagaimana keadaan Justin ?" tanya Kakek saat melihat Momy Sri keluar dari kamar tamu.



"Dia sudah mulai membilas." jawab Momy.



"Lihat dia membutuhkan 4 jam untuk membersihkan dirinya yang sangat kotor." omel Kakek.



"Mana gunting dan peralatan lain yang saya minta ?" tanya Momy pada Gabriel.



"Ini Nyonya." Gabriel memberikan tas berisi alat cukur dan tas stelan Jas.



"Oke, thanks." Momy buru-buru masum ke kamar tamu.



Thank you for reading 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2