Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Jake kecil


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun AuthorπŸ˜†. Salam sayang dari Author πŸ€—.



"Tring...tring...tring.." suara telfon hp Angel membuat mereka berhenti.



"Jake." gumam Angel melihat nama yang tercantum. Angel menarik nafas, tersenyum, menetralkan suaranya.



"Halo sayang." ucap Angel. Justin menghapus air matanya.



πŸ“ž : "Bunda, Jake udah pulang, katanya paman Satria tidak sempat jemput jadi paman nyuruh Jake nelfon Bunda." ucap Jake. Justin menguping dan tersenyum mendengar suara mengemaskan anaknya.



"Oalah, tunggu yahh Bunda akan segera kesana."



πŸ“ž :"Oke Bunda tapi jangan buru-buru kesini yah, soalnya Jake mau main dulu sama Lola." ucap Jake.



"Hahah, iya sayang, kamu main dulu yah sambil nungguin Bunda."



πŸ“ž : "Oke, see you Bunda."



"See you sayang." mereka mematikan telfon.



"Tolong, turunkan aku disini kak." pinta Angel.



"Tidak, biarkan aku mengantar mu menjemput Jake."



"Tidak usah repot-repot."

__ADS_1



"Itu tidak merepotkan, aku justru senang karena bisa menjemput putraku." ucap Justin tersenyum, disisi lain Angel syok.



"Apa yang kau katakan ?"



"*Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahunya bahwa aku sudah tahu Jake adalah anakku." batin Justin*.



"Tidak apa-apa, aku hanya merasa senang bisa bertemu dengan keponakan ku." ucap Justin berbohong namun Angel merasa tenang.



"*Syukurlah dia tidak tahu." batin Angel bernafas lega*.



"Jadi aku bolehkan mengantarmu untuk menjemput Jake ?" tanya Justin dengan tatapan penuh harapan.



"*Jika Ku menolaknya dia bisa saja curiga, namun jika mereka sering bertemu Kak Justin pasti sadar bahwa Jack adalah anaknya." batin Angel*.




"Dia tidak akan mengetahui bahwa Jake adalah putranya, karena mengira Jake adalah keponakannya lagi pula Jake mirip dengan Kak Brian." gumam Angel.



Justin duduk di kursi pengemudi. "Angel duduklah di depan." ucap Justin.



"Tapi Pak Manajer." tunjuknya pada Manajer yang sedang menelfon.



"Dia memiliki pekerjaan yang mendadak jadi tidak bisa mengantar kita." jelas Justin.



"Oalah, kalau begitu biar aku disini saja kak." ucap Angel.


__ADS_1


"Baiklah." Justin mengangguk, dia tidak ingin memaksa Angel.



"Tolong tunjukkan jalannya padaku." ucap Justin mengemudikan mobilnya.



Beberapa menit kemudian mereka sampai di TK Nusa, terlihat dari kejauhan Jake kecil sedang bermain dengan seekor anjing putih, Jake sangat senang dia terus berlari kecil sambil di kejar oleh anjing kecil itu.



"Tangkap aku kalau kau bisa, hahah." Jake berlari kecil.



"Guk...gukk."



Angel dan Justin tersenyum melihat Jake kecil yang sangat bahagia. Justin sangat senang melihat putranya tumbuh dengan baik namun sekaligus merasa bersalah karena kebodohannya di masa lalu yang membuat Angel menderita dan membesarkan Jake kecil seorang diri.



"Jake." panggil Angel melambaikan tangannya.



"Bunda." teriak Jake kegirangan, dia berlari ke arah Angel namun tiba-tiba dia tersandung.



"Aaaa." keluh Jake. Angel dan Justin panik, mereka berlari ke arah Jake kecil begitupun dengan anjing putih.



Justin sampai duluan namun berhenti saat melihat Jake kecil tidak menangis malahan tertawa, anjing putih itu menjilati wajah Jake kecil.



"Hahah, hentikan Lola, gelii." ucap Jake kecil, Justin tersenyum melihat anaknya yang tertawa bahagia.



"Kau tidak apa-apa ?" tanya Justin membantu Jake berdiri.



"Ooh, Daddy." seru kegirangan Jake dia memeluk Justin.


__ADS_1


Thank you for reading 🌹🌹


__ADS_2