Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Kembalinya Justin


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Mereka sudah tiba di Jakarta dan sedang dalam perjalanan menuju ke mansion, tempat yang sangat dia rindukan namun tidak berani untuk pulang.



Tidak memakan waktu lama mereka pun sampai di Mansion, terlihat dari gerbang sampai mansion semua pengawal dan pelayan berjejeran dengan rapi sambil menunduk hormat.



Terlihat depan mansion penuh dengan bunga-bunga yang sangat indah, dan dekor yang sangat indah di pandang. Semua orang tersenyum menyambut tuan muda mereka yang sudah 4 tahun meninggalkan negara kelahirannya.



Justin keluar dari mobil sambil tersenyum tipis saat di sambut oleh kepala pelayan wanita dan laki-laki.



"Selamat pulang ke Jakarta Tuan Muda." ucap kepala pelayan laki-laki, dan kepala pelayan wanita memberikan sebuket bunga.



"Terimakasih." ucap Justin menerima buket tersebut.



"Ayo masuk." ajak Momy dan dibalas anggukan.



Saat memasuki mansion Justin tersenyum mengingat kenangan saat berada di mansion ini bersama keluarganya, namun semakin masuk ke dalam mansion dan melihat lantai dua hatinya sangat sakit karena mengingat Angel.



"Nyonya makan malam sudah siap." ucap pelayan dan dibalas anggukan.



"Ayo kita makan malam." ajak Momy.



Mereka makan malam bersama-sama, seperti biasa meja makan hening namun Justin tersenyum karena ini pertama kalinya dia makan masakan rumahan setelah 4 tahun terakhir.



Selesai makan malam Justin ke kamarnya, kamar yang dulunya milik Justin dan Angel. Saat memasuki kamar, Justin melihat sekeliling kamar dengan senyum yang terukir di bibirnya dan mata yang sendu.

__ADS_1



Justin melangkah memasuki kamar, seakan melihat bayangan Angel di setiap sudut kamar yang sedang tersenyum padanya. Senyum yang dulu setiap hari disuguhkan untuknya.



Justin jatuh terduduk di samping kasur sambil menutup matanya yang sudah mengeluarkan air mata yang begitu deras.



"Hiks...hiks..maafkan aku Angel." tangis Justin. Karena kelelahan menangis tanpa sadar Justin tertidur di lantai.



\*\*\*\*



2 hari sesampainya Justin di Jakarta dia sudah membaca semua berkas dan hari ini dia sudah siap untuk memulai bekerja di perusahaan LAA milik keluarganya.



Mulai sekarang Momy sendiri yang mengurus Justin, dari bangun, pakaian, makanan, sampai berangkat dan pulang dari kerja. Momy tidak mau Justin kembali seperti gembel.



Momy sangat kasihan melihat anaknya yang sangat berubah yang awalnya dia sangat gila kerja dan sangat memerhatikan penampilannya, namun sekarang dia tetap gila kerja tapi tidak mengurus dirinya sendiri bahkan dia sangat kurus. Momy berpikir sepertinya Justin menghukum dirinya sendiri karena merasa bersalah pada Angel.




Semua karyawan wanita terpesona menatap ketampanan Justin, walaupun Justin masih kurus dan kehilangan semua ototnya namun semua itu tidak mempan untuk dia, dia masih berhasil mencuri perhatian para wanita.



Justin keluar dari lift dan menuju ke ruangannya. Seorang pria blasteran berdiri tegak dengan wajah datar di samping pintu Justin, dia menghampiri Justin dan menunduk hormat.



"Aku Anton Wijaya, sebagai sekertaris anda." ucapnya memperkenalkan diri.



"Selamat bekerja denganku Anton, aku harap kinerjamu bagus." ucap Justin menepuk pundak Anton.



"Saya akan bekerja semaksimal mungkin dan tidak akan mengecewakan anda Tuan."


__ADS_1


"Bagus, saya suka semangat mu dan tatapan matamu yang tajam." ucap Justin tersenyum tipis dan meninggalkan Anton.



Justin memasuki ruangannya diikuti oleh Anton, Justin melepas jasnya dan menggantungnya di kursinya.



"Jelaskan kegiatanku hari ini." ucap Justin sambil melipat pergelangan kemejanya dan duduk.



"Baik tuan, hari ini anda memiliki pertemuan oleh para pe\_tua untuk merayakan penyambutan kedatangan anda." jelas Anton, Justin mendengar seksama sambil memeriksa berkas di mejanya.



\*\*\*\*


**2 BULAN KEMUDIAN**



Semenjak kedatangan Justin perusahaan sangat sukses dia sudah berhasil membuat perusahaan LAA memasuki peringkat ke-1 perusahaan terbesar di Asia. Justin si gila kerja telah kembali dan mengguncang dunia, namun di balik semua keberhasilannya itu dia menyembunyikan perasaan sedih, penyesalan, dan kerinduan terhadap seorang wanita yang telah dia sia-siakan.



Bisa dikatakan perasaan itulah yang membuat dia bisa sesukses ini karena dia berusaha menyembunyikan dan berusaha melupakannya lewat gila kerjanya. Saat ini Justin telah kembali ke masa dimana dia belum mengenal Angel. Dia tampan namun Dingin, gila kerja, bahkan dia sudah mendapatkan ototnya kembali.



"Tuan, anda memiliki jadwal makan siang bersama Nona Jelita di restoran Jepang." ucap Anton dengan wajah datarnya.



"Air." ucap Justin sambil mengelap keringatnya, dia barusan habis olahraga dia ruangan gim di mansion.



"Undur ke jam makan siang besok, aku tidak ingin makan malam bersamanya." ucap Justin meninggalkan Anton.



"Baik Tuan." ucap Anton.



"Sepertinya Tuan Justin trauma makan malam dengan klien." gumam Anton.



Semenjak kecelakan Justin di Bar yang membuat dia melakukan hal itu pada Angel, dia takut hal seperti itu kembali terjadi.

__ADS_1



Thank you for reading 🌹🌹


__ADS_2