
🌹🌹Happy reading 🌹🌹
* Dukun author dengan like dan coment yahh🤗.*
" Ba..baik." Angel pun membantu memapah Justin keluar dari bar dan masuk ke dalam mobil. Angel mengusap lehernya dengan jijik karena ulah Justin yang terus menempel pada Angel.
" Tuan saya pamit pulang duluan." pamit Angel karena tidak berani semobil dengan Justin, belum di jawab oleh Brian tiba-tiba Angel di tarik oleh Justin sehingga Angel jatuh dan duduk di pangkuan Justin.
" Tu..tuan, lepaskan saya." Angel berusaha melepaskan diri dari pelukan Justin.
" Diam, kamu itu pelayan ku seharunya kamu ikut dengan ku dan membantu ku." bisik Justin di telinga Angel yang membuat Angel merinding.
" Ta..tapi tuan." Angel masih berusaha melepas diri dari Justin tapi tenaga Justin lebih besar darinya.
" Diam." teriak Justin yang membuat Angel menegang.
" Jalan." Brian pun mulai menancap gas, Brian mulai mengemudi dengan brutal karena tahu bahwa Justin diberi obat perangsang sehingga membuat Justin seperti ini.
Justin melepaskan Angel dan Angel duduk menjauh dari Justin. Angel sangat heran dengan sikap Justin, wajahnya sangat merah, keringat yang bercucuran dan nafasnya berat membuat Angel semakin takut pada Justin. Justin terlihat sangat gelisah sambil terus menggerakkan kakinya.
" Brian, cepat lah." teriak Justin yang semakin gelisah, Justin membuka kancing pakaiannya yang membuat Angel teriak sambil menutup matanya.
Justin terus menggoyangkan kakinya karena sangat gelisah. Brian terus mengemudi dengan kecepatan maksimal, di depan terlihat macet karena terjadi kecelakaan disana, Brian dengan cepat memutar kemudi ke arah kanan dan terlihat dari kejauhan di sana juga macet.
" Arggh, aku sudah tidak tahan." teriak Justin sambil menarik Angel membuat Angel berteriak dengan kencang dengan tubuh gemetar.
Brian yang khawatir dengan cepat memutar kemudi ke arah salah satu apartemen Brian yang tidak terlalu jauh dari lokasi. Saat sampai di parkiran Justin menarik Angel keluar dari mobil menuju lift.
__ADS_1
" Ja...jangan tuan, lepaskan saya, saya mohon." teriak Angel dengan menarik tangannya sambil jongkok.
" Ini kan yang kamu mau, dengan tidur denganku kamu bisa mengambil harta ku, maka lakukan hal itu." teriak Justin yang langsung mengendong Angel yang terus memberontak.
" Jangan tuan, saya tidak seperti itu, saya mohon tuan lepaskan saya." Angel terus memberontak dan memukul dada Justin. Brian yang melihat itu berusaha menghentikan Justin.
" Justin, sadar lah." Brian menarik bahu Justin.
Justin berbalik melihat Brian dengan tatapan tajam, Brian melihat Justin seketika merinding karena baru pertama kali Brian melihat Justin semarah ini di tambah keringat yang terus bercucuran karena berusaha menahan obat perangsang.
" Justin sadar lah, aku akan membantu mu dengan air dingin, bersabarlah." pinta Brian.
Justin menurunkan Angel dan melayangkan tinjunya pada pipi Brian, sehingga membuat Brian mundur. Brian meludah ke samping dan terlihat darah keluar dari mulutnya, dengan terpaksa Brian melepas Justin karena tidak bisa melawannya.
" Diamm, atau aku akan membunuh mu." teriak Justin membuat Angel cegukan.
Angel terus menangis dan sesekali memberontak, lift sudah terbuka dan seketika membuat Angel semakin takut. Justin keluar dan menuju sebuah pintu sebelah kanan, Justin membuka password apartemen dengan tanggal lahir momy Sri. Justin tau password Brian karena itu pasti tanggal lahir momy Sri.
Justin menendang pintu apartemen dan berjalan memasuki kamar tamu, Justin melempar tubuh Angel di atas kasur. Angel hanya terus mundur saat Justin mulai mendekatinya saat Angel sudah mentok di ujung kasur, Justin menarik Angel dan merobek dres Angel.
" Tuan aku mohon jangan lakukan ini, aku mohon maafkan aku." Angel bersimpuh memohon ampun pada Justin tapi di hiraukan oleh Justin karena obat perangsang sudah menyelimutinya.
" Kau itu wanita murahan kenapa kau sangat takut pada ku haa."
__ADS_1
" Kau bertindak seperti masih perawan saja yang belum pernah di sentuh."
" Tuan aku mohon jangan." Teriak Angel saat Justin semakin mendekat pada Angel.
Sebenarnya hari ini adalah hari peringatan kelahiran Angel di dunia ini, hari yang seharusnya penuh dengan canda tawa, hari yang seharusnya penuh dengan ucapan selamat, hari yang seharusnya Angel berkumpul dengan temannya, tapi hari ini akan selalu di ingat oleh Angel sebagai hari dimana mahkota yang selama ini di jaga oleh Angel telah di rebut oleh tuan muda yang selalu merendahkan harga dirinya, bukan lagi sebagai hari di mana dia di dilahirkan dari rahim seorang ibu yang hebat.
Pagi pada pukul 07.29 terlihat Angel terus menangis di bawah selimut meratapi nasibnya, sinar matahari menyinari wajah Angel yang mengharapkan sebuah pujian dari Angel, Angel selalu menyambut hari dengan bahagia dan penuh syukur, tapi berbeda dengan hari ini Angel terus berpikir lebih baik tidak ada hari esok karena Angel sangat malu menunjukkan wajahnya di depan orang maupun makhluk lain karena dia sudah dilecehkan dan dihina seperti lebih hina dari seekor hewan.
Angel berjalan tertatih menuju kamar mandi, Angel menahan tubuhnya di tembok dan sesekali dia terjatuh. Angel memasuki kamar mandi dan menyalakan shower, rintihan air menyatu dengan tangisannya.
" Mama Papa aku sudah kotor." gumam Angel sambil menggosok tubuhnya dengan kasar.
" Mama Papa aku sudah kotor." teriak Angel yang membuat Justin terbangun karena teriakan Angel. Justin bangun dan duduk sambil menyentuh kepalanya yang sakit. Justin melirik seprei dan terlihat ada darah disana.
" Aku melakukan itu pada Angel." gumam Justin sambil meremas selimut. Justin menuruni kasur dan memakai pakaiannya menunggu Angel keluar dari kamar mandi.
Justin berniat meminta maaf dan akan bertanggung jawab tapi tiba-tiba hp Justin berdering tanda ada seseorang yang menelfon. Justin mengangkat panggilan itu.
" Halo, apa yang kamu lakukan padaku bang**. " umpat Justin.
" Maafkan saya tuan tapi itu bukan kesalahan saya."
" Apa maksud mu." teriak Justin lagi.
" Tuan Justin maaf kan saya, karena kelalaian saya sehingga anda meminum obat perangsang dari wanita licik."
" Siapa wanita itu ?"
" Dia seorang wanita yang bernama Angel tuan."
" Apaa." teriak Justin berdiri dengan tangan mengepal.
" Apa kau punya bukti ?."
" Iya tuan, saya akan mengirimkan buktinya." Pria tersebut mengirim sebuah video dimana Angel sedang membersihkan ruang VIP itu dan terlihat Angel memasukkan obat di minuman Justin.
Justin mendengus marah dan melempar hpnya, Justin berjalan ke arah kamar mandi dan menendang pintu sehingga membuat pintu itu rusak dalam 2 kali tendangan. Angel yang sedang mengikat handuk kimono mendongak kaget melihat Justin yang merusak pintu.
" Kau, dasar gadis murahan." teriak Justin mendekati Angel, Angel takut dan berjalan mundur menjauhi Justin. Angel hampir jatuh tapi rambutnya segerah di tarik oleh Justin.
🌹 Thanks you for reading 🌹
__ADS_1
Jangan bosan bacanya yah.