Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Klien Baju kurang bahan


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



"Sudah 4 tahun 6 bulan sejak kita bercerai, hahah namun bodohnya aku masih belum bisa melupakanmu." gumam Justin mengelus bingkai foto Angel.



"Maaf." gumam Justin memeluk bingkai foto tersebut dan memasukkannya kembali dalam laci, Justin merapikan jasnya dan turun ke lantai 1.



"Selamat pagi, Momy, Daddy, Kakek." sapa Justin sambil mencium pipi Momy.



"Pagi, sana duduk kita sarapan." ucap Momy.



"Bagaimana pekerjaan mu ?" tanya Kakek.



"Sangat berjalan lancar, Kakek tenang saja." ucap Justin sambil menaikkan kedua jempolnya.



"Kau memeng cucu kebanggaan ku, hahaha." ucap Kakek dan memberikan paha ayam di piring Justin.



"Jika butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada Daddy." ucap Daddy dan dibalas anggukan.



\*\*\*\*



Di ruangan kantor, terlihat Justin sangat fokus membaca berkas dan mengerjakan pekerjaannya di laptopnya.



"Tuk..tuk..tuk.." suara ketukan pintu


__ADS_1


"Masuk."



Anton memasuki ruangan Justin membawa tabletnya.



"Selamat siang Tuan." sapa Anton sambil menunduk hormat.



"Hemm." Justin masih fokus pada laptopnya.



"Saya akan membacakan kegiatan anda hari ini."



"Hemm."



"Pukul 14.00 anda memiliki jadwal meninjau pemasaran Mall di Cirebon." Anton menjelaskan 3 kegiatan Justin dari siang sampai malam.




"Sekarang sudah menunjukkan pukul 12.28 yang menunjukan sudah waktunya makan siang, silahkan Tuan bersiap-siap." Jelas Anton membuat Justin berdiri dan mengambil jasnya.



Anton menjalankan mobil menuju ke restoran Jepang, mereka sampai disana tepat 12.45 Justin berjalan memasuki restoran Jepang dan melihat seorang wanita yang menggunakan pakaian yang kurang bahan sedang melambaikan tangannya, menggunakan dres yang transparan sehingga baju dalamnya kelihatan.



"Itu nona Jelita, Tuan." tunjuk Anton pada wanita pakaian kurang bahan.



Justin menatap datar pada wanita, tidak ada rasa tertarik sedikitpun melainkan rasa jijik. Anton mengikuti Justin dari belakang, semua orang menatap ketampanan mereka saat memasuki restoran.



"Selamat siang Tuan Justin.ā€ sapa Jelita sambil menunduk hormat sengaja memperlihatkan belahan dadanya, Justin memutar bola matanya dan memilih duduk.


__ADS_1


"Nama saya Jelita Angreni perwakilan perusaha..." ucap Jelita dengan suara yang sengaja mendesah namun karena jijik Justin memotong ucapannya.



"Cepat perlihatkan proposalnya." ucap Justin membuat Jelita tersenyum paksa.



"Ohh iya, tunggu saya ambilkan." ucap Jelita membungkuk membelakangi Justin dan Anton sehingga memperlihatkan pantatnya yang sengaja digoyangkan.



"*Malam ini kamu punyaku Darling, kau tidak akan menolak pesonaku." batin Jelita dengan percaya diri*.



Disisi lain Justin dan Anton menatap jijik pada Jelita.



"Sangat murahan." gumam Justin dan Anton bersamaan.



"Silahkan Tuan." Jelita memberikan proposal sambil mengurai rambutnya dan tersenyum genit.



Justin tidak mengatakan satu katapun, dia berdiri dan meninggalkan Anton dan Jelita.



"Tuan Justin." panggil Jelita.



"Sepertinya Tuan Justin menolak kerja sama ini, kami pamit nona." ucap Anton berbalik meninggalkan Jelita yang mendengus kesal.



"Arggh sial, kalau begini sia-sia aku tidur dengan pak tua itu." dengus kesal Jelita dan melempar proposal itu di lantai.



Yah, Nona jelita rela ditiduri oleh Direktur perusahaannya yang tua bangka demi bisa mewakili perusahaannya dan bertemu dengan Justin sang konglomerat yang gagah dan tampan. Namun bukannya memikat hati Justin malah mendapat penolakan dari Justin.



"Sial, proposal kerja samanya di tolak kalau begini aku lagi-lagi akan tidur dengan tua bangka itu, huwaa." gumam kesal Jelita.

__ADS_1



Thank you for reading 🌹🌹


__ADS_2