Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Angel Melahirkan.


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



" Ayo masuk kakek." ucap Justin menarik kakek David masuk dan duduk di sofa ruang keluarga.



" Kakek, selama aku di Bandung aku bertemu dengan orang baik, dan dia mengajarkan aku banyak hal dari cara bersyukur, bekerja keras, dan masih banyak lainnya." Justin menceritakan kakek Amir kepada kakeknya.



" Ooh iya, dia juga mengajarkan ku cara menanam dan menangkap ikan di sungai." jelas Justin namun reaksi kakek tidak tampak kaget. Karena selama ini tanpa sepengetahuan Justin dia mengirim mata-mata untuk mengawasi Justin selama di Bandung.



" Aku tahu kakek suka makan buah rambutan, maka dari itu aku membawa rambutan hasil kebun yang aku tanam sendiri." ucap Justin mengangkat rambutan dari tasnya.



" Kakek kenapa terus melihat ku ?, cepat makan rasanya tidak kalah enak dengan buah yang dijual di pasar atau supermarket." jelas Justin dengan semangat.



" Aku kupasin ya kek." Justin mengupas rambutan dengan tangannya.



Kakek kaget melihat Justin yang mengupas rambutan itu, karena biasanya dia tidak pernah melakukan itu, kakek menyeringai melihat perubahan Justin.



" Ini, silahkan dimakan kakek." Justin menyodorkan rambutan ke kakek David, kakek David meraih rambutan itu dan memakannya.



" Ini manis." ucap kakek David mengangguk.



" Syukurlah." gumam Justin ikut tersenyum.



" Aku kupasin lagi yah kek." Justin mengulas rambutan dengan semangat.



" Kakek mana Angel ?" tanya Justin menyusuri mansion dengan matanya namun tidak menemukan Angel, kakek David hanya diam.



" Kenapa kakek diam ?" tanya Justin heran dengan kakeknya yang diam saat menanyai Angel.



" Apa kakek menyembunyikannya ?, astaga kalau begitu aku akan mencarinya sendiri." ucap Justin menaiki tangga memasuki kamarnya.



" Angel.." teriak Justin sambil tersenyum saat membuka pintu, namun dia tidak menemukan keberadaan Angel, dia mencari Angel di wc, balkon, dan walk in closet namun Angel tidak ada dimana-mana.



" Ahh mungkin dia ada di dapur membantu momy memasak." ucap Justin mengingat momy nya mengatakan akan memasak makanan kesukaan Justin.



Justin menuruni tangga dan berlari ke dapur, namun tiba-tiba dia berhenti saat melewati cermin. Justin berkaca dan merapikan penampilannya dia melatih senyumnya di cermin sebelum bertemu Angel.



Justin menuju ke dapur dengan senyumnya, saat sampai di dapur, Justin hanya melihat momy Sri dan beberapa koki membantu momy memasak.



" Mom.." panggil Justin yang matanya masih fokus mencari keberadaan Angel.

__ADS_1



" Iya, eeh kamu sudah sampai, momy tidak menyangka kamu bisa melalui percobaan itu." momy mencium pipi Justin karena bangga.



" Mom, dimana Angel ?" tanya Justin membuat momy Sri membisu dan semua orang di dapur juga ikut diam.



" Aah, Justin sebenarnya Angel sudah pergi." jelas momy membuat Justin melototkan matanya kaget mendengar apa yang diucapkan momy Sri.



" Apa yang mau bicarakan, pasti momy bercanda." ucap Justin tertawa menunggu ucapan bercanda dari momy Sri.



" Momy tidak bercanda Justin, Angel sudah sejak lama pergi dari mansion dan..." ucap momy Sri sulit mengatakannya.



" Dan apa ?" tanya Justin.



" Momm." teriak Justin karena tidak sabar menunggu penjelasan momy Sri.



" Apapun yang momy katakan kamu jangan marah, karena semua ini adalah salahmu dan kamu berhak tidak mencampuri urusan Angel lagi dan biarkan dia bahagia." ucapnya membuat perasaan Justin bercampur aduk karena takut ekspetasinya tidak sesuai yang di harapkan yaitu Angel masih setia menunggunya di sini.



" Apa mom, cepat katakan." Justin tidak sabar mendengar penjelasan dari momy.



" Sebenarnya Angel dan..." teriak momy Sri namun tiba-tiba pelayan wanita memanggilnya.




" Apaa." teriak momy Sri khawatir dan berlari keluar dapur sedangkan Justin yang bingung hanya diam dan berpikir.



" Angel.. melahirkan... apa Angel melahirkan berarti aku mempunya anak." gumam Justin dan teriak.



Justin ikut lari menyusul momy yang berlari keluar mansion.



" Rumah sakit apa ?" tanya momy pada kepala pelayan wanita.



" Rumah sakit S nyonya."



" Pak, cepat pak." teriak Justin pada sopir.



15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, mereka berlari menuju ruang persalinan. Justin heran melihat Brian yang berada di depan ruang persalinan sedang mondar-mandir terlihat raut wajahnya sangat khawatir.



" Brian.." teriak momy Sri.



" Mom..Angel melahirkan." ucap Brian menangis.


__ADS_1


" Iya nak, sabar yah kita sama-sama doain semoga mereka selamat." ucap momy Sri memeluk dan menenangkan Brian.



Justin heran melihat situasi sekarang, Angel yang melahirkan tapi Brian sangat khawatir sedangkan momy Sri juga ikut menenangkan Brian. Justin menghilangkan pikiran negatifnya dia tetap fokus pada Angel yang masih melahirkan.



" Astaga, istriku sedang hamil tapi aku meninggalkannya." gumam Justin namun terdengar di telinga momy, kakek, dan Brian. Mereka semua berbalik melihat Justin, membuat Justin menunduk karena dia tahu dia salah.



Tiba-tiba dokter keluar dari ruang persalinan membuat semuanya mendekati dokter.



" Dokter bagaimana keadaan anak saya ?" tanya momy Sri.



" Ibu dan bayi selamat, bayinya sangat sehat dan selamat telah mendapat seorang pangeran yang tampan." ucap dokter tersenyum.



" Syukurlah, makasih dok." Brian menggenggam tangan dokter itu dan menangis.



" Selamat ya pak, sekarang anda bisa menjenguk bayinya." ucap dokter itu, Justin sangat bahagia dan baru saja melangkahkan kakinya tiba-tiba dia berhenti karena papi Steven menarik tangan Justin.



" Terimakasih banyak dok.. terimakasih.." ucap Brian dan segera masuk ke ruang persalinan.



Justin sangat kebingungan melihat Brian berlari masuk mengunjungi Angel dan anaknya, sedangkan dia di tahan oleh papi Steven.



" Apa yang papi lakukan ? lepaskan, aku harus melihat istri dan anakku." ucap Justin dengan wajah kesal.



" Buat apa kamu masuk kesana ?" tanya papi Steven.



" Tentu saja menjenguk istri dan anakku."



" Haha, apa kamu bodoh setelah pulang dari Bandung ?" tanya papi Steven tertawa.



" Apa maksud papi ?" tanya Justin penuh tanda tanya.



" Angel bukan lagi istri mu dan bayi yang dia lahir kan itu bukan anak mu." teriak papi Steven membuat Justin diam dan marah.



" Apa maksud papi, Angel itu masih istriku dan tentu saja bayi yang dia kandung itu adalah anakku." ucap Justin mengaskan bahwa Angel adalah istrinya dan bayinya adalah anaknya.



" Kau sudah gila Justin." ucap papi mendorong Justin.



" Papi yang gila, jelas-jelas dia istri dan anakku." teriak Justin membuat papi dan kakek David marah melihat sifat Justin.



" Kau memeng tidak tahu diri, sepertinya butuh pukulan untuk menyadarkan mu." gumam papi Steven dan seketika melayangkan kepalan tangannya ke wajah Justin.


__ADS_1


Thank you for reading 🌹🌹🌹


__ADS_2