
๐น Happy Reading ๐น
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun Author๐. Salam sayang dari Author ๐ค.
Justin dipapah oleh kepala pelayan laki-laki saat ingin naik lift mereka bertemu dengan Momy Sri yang sedang memegang botol air.
"Ada apa dengan Justin." ucap Momy khawatir tanpa sengaja melepas botol air.
"Maaf nyonya, tuan Justin sedang mabuk." ucap kepala pelayan wanita.
"Bawa dia naik." perintah Momy.
"Baik Nyonya." pelayan laki-laki memasuki lift dan menekan lantai kamar Justin.
"Justin..Justin." panggil Momy namun tidak ada jawaban dari Justin.
Mereka membawa Justin ke kamarnya dan merebahkannya di atas kasurnya.
"Saya pamit keluar Nyonya." ucap kepala pelayan laki-laki setelah melepas sepatu dan jas milik Justin, dia pun segera pergi.
"Astaga Justin apa yang terjadi padamu nak ?" momy mengelus kepala Justin.
"Maafkan aku Angel, maaff." Justin mengigau dan menitihkan air mata.
Momy yang melihat itu seketika menutup mulutnya dan menangis melihat anaknya belum bisa melupakan mantan istrinya.
"Bodoh..kamu sangat bodoh Justin." gumam Momy.
__ADS_1
"Kau sudah diberikan wanita yang baik tapi kau menyia-nyiakannya, bahkan kau sering KDRT padanya, kau memeng pantas mendapatkan ini." ucap Momy mencubit pinggang Justin dan meninggalkannya.
"Maafff." gumam Justin lagi sambil mengusap pinggangnya.
Pukul 10.00 terlihat Justin sudah terbangun, dia duduk di pinggir ranjang sambil memijit pelipisnya yang sakit. Justin bergegas ke kamar mandi untuk siap-siap kekantor.
Justin berdiri di depan wastafel dengan handuk yang melilit di pinggangnya, saat menggosok gigi Justin melihat pantulan cermin dia melihat pinggangnya membiru.
"Emm, ini kenapa ? Auuhh." keluh Justin saat menyentuhnya.
"Sepertinya aku habis jatuh saat perjalanan pulang." gumam Justin dan kembali menggosok giginya.
Selesai rutinitas di kamar mandi, Justin segera ke walck in closet. Hari ini dia menggunakan kemeja putih dan stelan jas berwarna biru tua, seperti biasa dia sangat sempurna tapi sifatnya pada Angel jempol kebawah.
Justin keluar dari lift dia melihat keluarganya duduk di ruang keluarga sedang menonton berita.
"Duduk." perintah Kakek dengan suara tegas, Justin bingung dia melihat Anton yang berdiri tepat di samping Kakek. Justin segera duduk di samping Momy.
"Semalam kau dari mana ?" tanya Kakek.
"Aku dari Bar Rendy, maaf Kek aku..." ucap Justin namun di sela oleh Kakek.
"Anton, bukannya kemarin Justin memiliki jadwal rapat ?" tanya Kakek masih menatap tajam pada Justin.
"Iya Tuan."
__ADS_1
"Lantas kenapa rapat itu ditunda, bukannya rapat itu sangat penting, tapi kenapa kau cancel seenak mu haa ?" tanya Kakek dengan suara yang meninggi.
Anton yang melihat suasana sudah tidak terkendali dia segera pergi setelah mendapat kode dari Daddy Steven.
"Maafkan aku Kakek, kemarin aku bertemu dengan Angel dan anaknya." ucap sendu Justin menunduk, membuat semua orang disana terdiam.
"Lalu ?" ucap Kakek.
"Maafkan aku telah membatalkan jadwal kemarin, itu semua karena aku tidak bisa menahan diriku saat bertemu dia." ucap Justin dan menangis.
Semua orang terdiam mendengar penjelasan Justin, mereka melihat Justin menangis tersedu-sedu.
"Kau masih mencintai Angel ?" tanya Daddy.
"Aku tahu, aku tidak boleh namun sungguh di dalam lubuk hatiku aku sangat mencintainya dan sangat merindukannya." tutur Justin terisak.
"Untuk apa kau mencintainya sekarang, dia sudah milik saudaramu, tidak sepantasnya kau menaruh hati padanya." ucap Daddy.
"Kau pria bodoh yang pernah aku temui, kau selalu menyakitinya baik hati maupun fisiknya, namun sekarang hahah CINTAA kamu bilang CINTA." ucap Kakek berdiri dan meninggalkan ruang keluarga.
Dia sangat marah mengingat sikap Justin waktu itu sekaligus sedih karena melihat cucu satu-satunya sangat sengsara. Walaupun sebenarnya Justin sudah mendapat karmanya yang jauh lebih menyiksa batinnya.
"Kau benar-benar masih mencintainya ?" tanya Deddy.
"Emm, aku sangat mencintainya, aku tahu aku pendosa dan tidak sepantasnya mencintainya namun." ucap Justin dan meremas dadanya.
Momy dan Daddy saling menatap dengan tatapan sendu, sangat kasihan pada anak mereka.
__ADS_1
Thank you for reading ๐น๐น