Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Motif Bunga


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน๐ŸŒน


Like dan koment yah



Angel pun mulai mengeluarkan isi kopernya dan menaruhnya dengan rapi di dalam lemari sedangkan isi tas ranselnya yang berisi buku dan skinker nya dia keluarkan dan menyusunnya di atas meja riasnya.



Selesai merapikan isi koper dan tasnya Angel memasuki kamar mandi dan menaruh semua alat mandinya di rak mandi, Angel pun memulai ritual mandinya.



30 menit Angel selesai dengan ritual mandinya dan menggunakan dres putih motif bunga, Angel mendekati meja rias dan mengunakan sedikit riasan. Tepat Angel selesai seseorang mengetuk pintu kamarnya Angel cepat-cepat mengambil hpnya dan menggunakan sepatunya.



Angel membuka pintu kamarnya dan terlihat seorang gadis berdiri di depan pintu kamarnya. " Nona silahkan ikut saya."



Angel pun mengikuti pelayan tersebut sambil memperhatikan sekitarnya, Angel tidak berhenti-henti kagum pada pemandangan di depannya.



Mereka sampai di dalam mension dan berjalan masuk ke ruang keluarga yang disana sudah ada kakek David dan momy Sri sedang menonton berita di tv sambil makan buah.



" Eeh Angel kamu sudah datang." ucap momy Sri.



" Sini duduk." ucap momy mengajak Angel duduk di sampingnya. Angel duduk di sofa samping momy Sri.



" Gimana kamarnya, apakah bagus atau kamu mau pindah ke kamar tamu ?" tanya momy Sri lebih memastikan apakah Angel suka atau tidak.



" Terima kasih atas tawarannya bu tapi kamar pelayan sangat bagus dan saya menyukainya." Angel menolak tawaran momy Sri dengan halus.



" Kalau begitu ibu nggak bisa memaksa kalau Angel suka. " momy Sri tersenyum dan dibalas senyum oleh Angel.



Mereka bertiga berbincang ringan dan sesekali tertawa terbahak-bahak, dan tanpa sadar waktu menunjuk pukul 17.48 semua pelayan berlari ke arah pintu dan kepala pelayan wanita dan lelaki membuka kedua pintu dan terlihat seorang lelaki tampan, tinggi, dengan wajah datarnya seakan ada sebuah lampu sorot yang menyinari wajahnya.



Angel kaget melihat semua pelayan bersamaan menyambuat tuan mudanya yang membuat Angel berbalik melihat ke pintu.



" *Wow, tuan Justin sangat tampan dan berkharisma." batin Angel memandang takjub kepada Justin*.



Justin yang masuk ke dalam mansion melihat Angel yang berada di ruang keluarga. Merasa heran karena kedatangan Angel sekaligus marah karena mengingat kakeknya menyukai Angel.



" Kenapa gadis kampung ini ada disini ?" gumam Justin dengan wajah datarnya sambil menatap Angel dengan tatapan anehnya.



" Justin kamu sudah pulang nak." ucap momy Sri sambil menghampiri anaknya dan Justin mengambil tangan momy Sri dan menciumnya.


__ADS_1


" Mom kenapa gadis kampung ini ada disini ?" ucap Justin dengan suara keras sehingga Angel mendengarnya dan membuat hati Angel sangat sakit mendengar kalimat itu.



Kakek David tidak mendengar kan ucapan Justin karena jarak lumayan jauh dan pendengaran juga sudah tidak sesehat dulu karena faktor usia.



" Justin." momy Sri bicara kecil sambil melototkan matanya.



" Auuh mom." Justin sedikit teriak karena momy Sri mencubit perutnya.



" Momy kok cubit aku sih."



" Diam kamu anak nakal." ucap momy tersenyum.



" Justin, kamu sudah datang cepat sana mandi dan turun untuk makan malam bersama." perintah kakek David.



" Makan malam ?, aku nggak mau makan malam apalagi dengan gadis kampungan ini." Justin mendekati ruang keluarga dan memandang penampilan Angel.



" Dasar gadis kampungan, pakaian apa yang kau gunakan itu, seperti pakaian nenek-nenek saja." ucap Justin mengejek Angel.



" Justin jaga ucapan mu." teriak Kakek David sangat marah dengan ucapan Justin.




Momy Sri yang melihat Angel meremas bajunya makin kesal pada anaknya, momy Sri pun memukul pantat anaknya.



" Dasar anak nakal."



" Aaah, mom." Justin kaget dan spontan mengelus pantatnya yang habis di pukul oleh momy Sri.



" Sana masuk ke kamar mu mandi dan turun makan malam, cepat sana." perintah momy Sri mendorong pelan anaknya.



" Nggak mau." ucap Justin berjalan santai ke lift.



" Dasar bocah tengil." Kakek David menatap tajam pada cucunya.



" Angel jangan di bawah hati yah ucapan Justin, dia emeng gitu kalau sama orang baru kalau udah kenal dia nggak kaya gitu." ucap momy Sri mengelus kepala Angel.



" Iya bu, nggak apa-apa kok bu." Angel tersenyum kepada momy Sri.


__ADS_1


" Kamu tenang saja Kakek akan memukul cucu tengil itu menggunakan tongkatku agar tidak bersikap seperti itu lagi padamu." ucap kakek David mengangkat tongkatnya. Mereka bertiga kembali berbincang ringan sambil tersenyum.



Terdengar suara pintu dibuka Angel pun berbalik ke arah pintu dan melihat seorang pria tampan berjalan masuk, momy yang melihat Angel ikut berbalik dan tersenyum.



" Brian, kamu udah pulang nak." panggil momy Sri menghampiri Brian.



" Iya mom." Brian mendekati momy Sri dan mencium tangannya.



" Kok, kamu nggak bersamaan masuk dengan Justin ?" momy Sri bertanya pada Brian karena tidak melihat Justin dan Brian masuk bersamaan.



" Brian, habis parkir mobil di bagasi mom." jelas Brian.



" Pak Anton nya kemana ? " momy Sri bertanya sambil mengajak Brian duduk di sofa, momy Sri berada di tengah antara Angel dan Brian



" Pak Anton lagi sakit mom jadi dia izin sakit." Brian melirik Angel dengan tatapan tanda tanya.



" Oalah, kalau begitu biar supir momy yang menyetir sampai pak Anton kerja lagi." tawar momy Sri.



" Nggak usah mom, saya bisa ko nyetir sampai pak Anton kembali kerja."



" Kau yakin, pasti kamu capek habis kerja dan menyetir mobil."



" Nggak kok mom, Brian masih bisa menyetir." ucap Brian tersenyum meyakinkan momy Sri.



" Baik lah kalau begitu." ucap momy Sri, Brian mendekati kakek David dan mencium tangannya.



" Ooh iya, Brian kenalin ini Angel yang kemarin menolong kakek di bandara." momy Sri memperkenalkan Angel pada Brian.



*Angel tersenyum kepada Brian dan di balas anggukan oleh Brian. "Dia tidak beda jauh dengan sifat tuan Justin." batin Angel*.



" Saya naik dulu ke kamar mau istirahat." Brian pamit ke Kakek David dan momy Sri.



" Yah, jangan lupa nanti turun makan malam bersama yah." momy Sri memperingatkan Brian.



Brian mengangguk dan melewati sambil melirik Angel. Angel hanya melihat kaki Brian yang berjalan melewatinya dan pergi menjauh.



๐ŸŒนThanks you for reading ๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2