Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Tanggung Jawab


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹



" Tugas nona selanjutnya adalah pada jam 07.00 nona harus ke kamar tuan muda Justin untuk menyiapkan keperluannya seperti air hangat, alat mandi, dan pakaian kerja." Jelas kepala pelayan, dan Angel mencatat dengan baik di hpnya.



" Semua itu harus selesai sebelum jam 07.30, karena pada jam itu nona harus membangunkan tuan muda." Ucap kepala pelayan dan berhenti di depan pintu kamar Justin.



Angel yang mendengar itu seketika mendongak dan melihat kepala pelayan. "Sa..saya, membangunkan tuan muda ?"



" Iya." ucap kepala pelayan dan berjalan menjauhi Angel.



" Tapi saya nggak bisa, tuan muda sangat membenci saya pasti dia akan sangat murka saat melihat orang pertama yang tuan lihat adalah saya." jelas Angel.



" Itu urusan nona, buatlah anda pantas untuk berada di sini, dengan gaji tinggi sebagai pelayan di mansion ini." ucap Kepala pelayan.



" Nona pikirkan lagi, berapa gaji di sini dan gaji di bandara."



"Melayani tuan muda tidak seberat dengan bekerja sebagai cleaning servis di bandara." ucap kepala pelayan dan pergi meninggalkan Angel yang menatap sendu.



" Iyaa, benar gaji di sini 1 bulan bisa membayar ukt kuliah dan makan mewah selama 1 tahun." Angel menunduk dan meremas ujung bajunya.



" Semangat Angel." Angel menyemangati dirinya.



Angel pun mengetuk pintu dan mulai memasuki kamar tuan Justin, terlihat Justin masih terlelap di kasur king nya, Angel mulai berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara. Angel berjalan ke w.c saat membuka pintu terdengar Justin mengigau dalam tidurnya yang membuat Angel kaget.



" Astaga aku kira dia terbangun." gumam Angel dan masuk ke w.c.



Angel mulai mengerjakan tugasnya dari menyiapkan alat mandi, handuk, membersihkan kaca, menyiapkan air, dan mengecek suhu air. Angel menyelesaikan pekerjaannya pada pukul 07.25, Angel pun keluar dari pintu dengan langkah pelan.



Angel berdiri di depan jendela sambil melihat jam di tangannya, saat waktu menunjukkan pukul 07.30 Angel membuka tirai dan berjalan ke samping ranjang Justin.


__ADS_1


" Aduh aku bangunin dia atau pasang alarm nih." batin Angel melirik alarm di atas meja.



" Bangunin aja deh." Batin Angel.



" Tuan muda.. Tuan muda sekarang udah jam 07.30 waktunya tuan bangun." Angel membangunkan Justin dengan suara pelan dan tentu saja Justin tidak bergeming apalagi bangun. Angel pun membangunkan Justin lagi.



" Ehmmm, Tuan muda... Tuan muda sekarang udah jam 07.30 sekarang waktunya tuan muda bangun." ucap Angel mulai membesarkan suaranya dan membuat Justin terbangun.



" Eemm iya bii, 5 menit lagi." ucap Justin dengan suara seraknya dan memutar badannya membelakangi Angel.



" Tuan muda, anda akan terlambat." Angel membangunkan Justin lagi, seperti arahan dari kepala pelayan jika tuan Justin meminta 5 menit lagi maka jangan biarkan Justin tidur karena dia akan lebih susah di bangunkan setelah 5 menit itu.



" Arrgh, bibi sangat cerewet." Justin bangun dari ranjangnya sambil merentangkan kedua tangannya yang membuat Angel melihat tubuh kekar Justin.



" *Omg." batin Angel* dan berbalik ke arah lain.




" Gadis kampung, kenapa kau masuk ke kamar ku haaa ?"



" Kamu mau melecehkan ku dan membuat alibi bahwa aku memperkosa mu haa ?" Justin menuduh Angel sambil menunjuk Angel.



" Tidak tuan, saya kesini.." Angel menggeleng dan menjelaskan tetapi di  celah oleh Justin.



" Haaa, dasar gadis kampungan yang licik, jadi kamu menolak menerima uang ku karena ingin membuat ku di fitnah dan mempertanggung jawabkan dengan cara menikah dengan mu." tuduh Justin semakin menggila.



" Wooow, ternyata kamu pintar juga yaah." Justin berdiri dan bertepuk tangan sambil mendekati Angel dan Angel otomatis mundur sampai mentok di dinding.



" Ti..dak tuan saya kesini hanya karena mulai hari ini saya bekerja sebagai pelayan tuan muda." Angel membela diri dan tanpa sengaja Angel menyentuh perut Justin yang tidak tertutup oleh kain. Angel setinggi dada Justin saat mereka mundur Angel tanpa sengaja menyentuh perut Justin.



" Hahah, dasar gadis mesum kamu menyentuh ku." Justin tertawa dan menunjuk tangan Angel, Angel pun menarik tangannya ke belakang punggungnya.

__ADS_1



"Maaf tuan saya tidak sengaja."



" Alasan." Justin meninggalkan Angel sambil mendorong dahi Angel dengan telunjuknya.



" Sudah sana, kamu keluar dari kamar ku." Justin mengusir Angel dan menuju ke w.c untuk mandi. Justin memasuki w.c dengan membanting pintu.



" Astaga dia itu tuan tuduh plus tuan baperan." ucap Angel.



Angel tidak mematuhi perintah Justin untuk keluar dari kamarnya tapi Angel masuk ke walk in closet dan mulai memilih dari kemeja, jas, celana, sepatu, jam, dasi.



Justin keluar dari kamar mandi menggunakan handuk di pinggangnya,  Justin melihat sekitarnya dan tidak melihat Angel, membuat Justin menyeringai. Justin berjalan membuka pintu walk in closet nya, Justin sangat kaget karena Angel berdiri di depan tempat penyimpanan pakaian dalamnya.



"Woii, gadis mesum apa yang kau lakukan dengan \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* ku." teriak Justin saat melihat Angel mengangkat \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\*\*\*\* dengan jari jempol dan telunjuknya. Angel kaget dan berbalik melihat Justin dengan handuk sebatas pinggang.



"A..aku." Angel melepas dalaman Justin dan berbalik memunggungi Justin.



" Aku hanya menyiapkan pakaian kerja untuk tuan." jelas Angel masih menunduk.



" *Aduuh semoga dia tidak mengusirku pergi." batin Angel*, Angel takut di usir oleh Justin jika hal itu terjadi pasti kepala pelayan akan mencap Angel orang yang tidak konsisten dalam bekerja.



"Apa kau tidak punya telinga, aku tadi menyuruh mu pergi dari sini, kenapa kau masih ada di sini haaa ?" teriak Justin lagi mendekati Angel.



" Maaf tuan tapi ini pekerjaan saya." Angel masih membelakangi Justin sambil menunduk meremas ujung bajunya.



" Aku bisa sendiri, aku tidak mau di layani oleh orang seperti mu, sekarang keluar." Justin teriak lagi membuat Angel refleks mengangkat bahunya karena kaget.



" Tapi tuan, saya mohon biarkan saya melayani anda tuan." Angel tiba-tiba berbalik dan mengenggam tangan Justin yang membuat Justin tiba-tiba meledak.



🌹 Thanks you for reading 🌹

__ADS_1


__ADS_2