
🌹🌹 Happy reading 🌹🌹
Like dan coment buat Author yah🤗
Angel memakai dres warna cream yang membuat Angel sangat cantik malam ini dan Uni memakai dres warna putih tidak kalah cantik oleh Angel mereka terlihat sangat memukau malam ini. Mereka keluar dari kamar dan berjalan keluar dari rumah pelayan, saat sudah hampir sampai Angel melupakan sesuatu.
" Kak sepertinya aku lupa kunci pintu dehh."
" Haa, ya udah kamu balik aja kakak tunggu disini."
" Nggak kak, kakak duluan aja masuk ke mansion nanti aku nyusul."Â
" Ya udah jangan lama yah." Angel pun mengangguk dan berlari kembali ke rumah pelayan.
Justin yang melihat Angel berlari memasuki rumah pelayan berhenti menatapnya dan menunggu Angel keluar. Saat Angel keluar dari rumah pelayan, Angel berjalan dan tiba-tiba seseorang menariknya dengan kasar.
" Auuh, lepasin." Angel memberontak.
Justin tidak peduli pada teriakan Angel dan terus menariknya saat sampai di tempat sepi, Justin mendorong Angel ke pohon. Kedua tangan Justin berada di samping leher Angel sehingga dia tidak bisa bergerak. Angel yang diperlakukan seperti ini sangat syok.
" Ka..kamu mau apa ?."
" Haa dasar wanita licik, kamu pasti sangat bahagia bukan karena berhasil menikah dengan ku." ucap Justin.
" Siapa juga yang mau menikah denganmu, aku juga terpaksa menikah dengan pria jahat seperti kamu" teriak Angel, membuat Justin marah dan langsung mencekik leher Angel.
" Kau sangat berani berteriak padaku." ucap Justin dengan mata melotot dan semakin mengeraskan cekikannya.
" Karena kau aku terjebak pada masalah ini, dan kamu mengatakan itu."
" Hahah, aku lebih tidak sudi menikah dengan wanita kotor seperti mu." Justin melepas cekikannya karena tidak mau membuat momy Sri sedih dan marah saat melihat leher Angel merah.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk." Angel batuk mengatur pernafasannya. Angel terisak-isak.
" Jangan menangis kamu mau mereka tau haa, jika mereka tau maka aku akan membunuh mu."
" Arrgh, jika bukan karena momy ku aku tidak akan menikah dengan mu aku juga tidak akan segan-segan membunuh mu."
" Berdiri, kau mau membuat mereka khawatir." teriak Justin, Angel pun berusaha berdiri. Justin mendekati Angel dan Angel refleks mundur, Justin mengangkat dagu Angel dan melihat leher Angel. Justin bernafas lega karena leher Angel tidak merah.
" Cepat ikut aku." Justin menarik tangan Angel dan membuat Angel kesusahan mengikuti langkah besar Justin.
Angel sungguh tidak bisa melawan Justin dimana dia harus menjaga perasaan 3 orang. Angel terpaksa menikah dengan Justin karena dia takut kakaknya menyalahkan dirinya karena tidak menjaga adiknya, sang kakek David dan momy Sri yang selalu membantunya apalagi sang kakek memiliki penyakit serangan jantung jika Angel menolak bisa-bisa serangan jantung kakek David kambu, maka dari itu Angel menerimanya.
Momy Sri dan Uni yang menunggu Angel, sangat kaget saat melihat Justin menggandeng tangan Angel, terlihat sangat romantis di mata mereka tapi beda dengan Angel yang sangat tertekan.
" Astaga aku sangat khawatir kamu terlalu lama baliknya ternyata kamu bareng Justin." ucap momy dan mengedipkan mata pada Justin.
" Mama bilang apa, parfum itu sangat ajaib bukan, Angel langsung jatuh hati padamu kan." momy Sri menggoda Justin.
" Apaan sih mom." ucap Justin dengan wajah datarnya dan meninggalkan momy nya yang masih menggoda Justin.
Mereka duduk bersama di samping meja makan, mereka makan hidangan bersama sambil sesekali tertawa. Meja makan ini biasanya sangat suram tanpa ada suara tawa tapi setelah kedatangan Angel dan Uni meja ini serasa sangat menyenangkan.
05.00
Pagi pun datang, Angel bangun dari tidurnya, Angel tidur dengan nyenyak karena sepanjang malam dia tidur dalam pelukan kakaknya yang dia anggap malaikat pengganti ibunya.
Angel turun dari kasur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Angel menghabiskan setengah sabun cair karena terus menggosok tubuhnya yang dia rasa terlalu kotor karena bekas yang diberikan Justin pada tubuhnya belum hilang. Sebenarnya Angel masih terus terbayang dengan kejadian malam itu tapi dia sembunyikan karena takut kakaknya sedih melihat Angel dan menyalahkan dirinya.
Angel pun keluar dari kamar mandi setelah dia menghabiskan 1 jam dalam wc, Angel melihat kakaknya sudah bangun dan sedang menelfon sambil senyumnya yang terus mengembang di wajahnya. Angel tanpa sadar tersenyum sambil air matanya yang terus mengalir.
" Aku iri padamu kak, kenapa takdir pernikahan ku seperti ini, aku selalu berdoa agar memiliki sebuah keluarga yang bahagia memiliki seorang suami yang mencintai ku dan seorang anak yang baik dan cerdas, tapi itu hanya mimpi sekarang." batin Angel.
Angel menghapus air matanya sebelum kakaknya melihatnya, Angel berjalan ke lemari pakaian dan menggunakan dres berwarna hijau toska. Uni mendekati Angel saat selesai menelfon, Uni tersenyum melihat kecantikan adiknya.
" Kamu pagi-pagi udah siap aja, mau kemana ?"
" Iya kak, udah kebiasaan kak jadi lupa kalau nggak ada kegiatan hari ini."
__ADS_1
" Siapa bilang, kamu hari ini mau pilih gaun sama ibu Sri."
" Pilih gaun ?"
" Iya, buat acara pernikahan kamu."
" Secepat itu kak ?"
" Iya, semalam kakak sama bu Sri sudah bahas ini."
" Ooh iya, kakak lupa kasi tau kamu kalau pernikahan kamu itu di majukan jadi hari rabu." ucap Uni.
" Kok tiba-tiba di majukan ?"
" Bu Sri tidak sabar mengangkat mu jadi menjadi menantunya, kakak ke kamar mandi dulu yah." Uni pun meninggalkan Angel.
" Berarti tinggal 3 hari lagi." gumam Angel dengan tatapan sendu.
Angel duduk termenung di depan jendela kamarnya, tiba-tiba pintu kamar Angel diketuk. Angel berjalan ke arah pintu dan membukanya dan terlihat momy Sri tersenyum lebar pada Angel.
" Bu Sri."
" Hay, selamat pagi."
" Masuk bu." ajak Angel.
" Iya, Uni mana ?"
" Lagi di kamar mandi bu."
" Ooh iya." momy Sri duduk di sisi kasur Angel. Mereka berbincang hangat dan Uni pun muncul dari kamar mandi.
" Eeh bu Sri, maaf bu saya terlambat."
" Bukan kamu yang terlambat tapi saya yang terlalu cepat, saya terlalu semangat wajar baru pertama kali mengadakan pernikahan." ucap momy Sri.
Ini alasan Uni merelakan adiknya menikah dengan keluarga ini karena momy Sri dan kakek David adalah orang baik dan sangat baik terhadap Angel mereka mengganggap Angel sebagai bagian keluarga mereka, itu semua terlihat dari tatapan mata mereka.
Uni pun selesai bersiap-siap dan mereka pun kembali ke mansion. Saat masuk ke mansion, momy Sri sangat antusias membawa mereka ke kamar tamu dekat tangga. Saat memasuki kamar itu terlihat ada banyak gaun di dalamnya dan beberapa karyawan wanita. Uni dan Angel sangat kagum dengan apa yang mereka lihat.
" I..ini apa bu."
" Kita akan memilih gaun untuk Angel." momy Sri tersenyum dan menarik tangan Angel.
" Saya kira kita pergi ke tokohnya ternyata mereka yang pergi ke sini, sultan emang beda." gumam Uni sambil menutup mulutnya tidak percaya.
Angel terus mencoba banyak gaun tapi dari 50 gaun yang di gunakan Angel tidak ada yang memikat hati momy Sri, Uni hanya tertawa melihat Angel yang terlihat capek memasang semua gaun itu.
" Bu Sri ini juga cantik."ucap Uni berusaha menghentikan momy Sri, karena sudah mulai khawatir pada adiknya. Dari jam 6 sampai jam 9 mereka belum kelar memilih gaun.
" Tidak ini tidak cocok." ucap momy Sri menggeleng, tiba-tiba terdengar suara tidak asing dari belakang telinga momy Sri.
" Sudah nanti saja dilanjut, menantu kita sudah kelelahan menuruti kemauan mertuanya."
Momy Sri tersenyum dan berbalik melihat suaminya, momy Sri pun langsung lompat ke tubuh suaminya.
Thank you for reading 🌹
__ADS_1