Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Yuk mampir di Novel baru Author


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku ?" tanya Hendric menatap tajam pada Mika, Mika memberanikan diri menatap Hendric namun kembali menunduk ketakutan.


"A..apa maksud kakak ?" tanya Mika tidak mengerti dengan pertanyaan Hendric.


"Enggak usah munafik, cepat katakan kenapa kau meminta kakek untuk menikahkan aku dengan mu." teriak Hendric yang sudah kehilangan kesabarannya.


"Kakak salah paham, aku tidak pernah meminta kakek untuk..."


"Ooh jadi kamu menyalahkan ku haa... Kamu pikir aku yang meminta kakek untuk menikah denganmu haa..." teriak Hendric mengamuk menendang meja kaca di hadapannya.


"Bu..bukan beg.." Mika berdiri dan perlahan mundur.


"Wanita sepertimu pasti tidak jauh dari kata uang dan harta bukan ?" ucap Hendric perlahan mendekati Mika yang gemetaran.


"A..aku bukan orang seperti itu kak." Mika tanpa sengaja berteriak membela diri, membuat Hendric marah dia menarik Mika kembali ke sofa dan menindih Mika membuatnya tidak bisa bergerak.


"Kau berani teriak padaku haa.." bentak Hendric membuat Mika menutup matanya dengan kedua tangannya yang gemetaran.


"Ma..maafkan aku kakk." Mika terdengar menahan tangisnya.

__ADS_1


"Kau sudah dibesarkan oleh keluargaku tapi masih menginginkan harta keluarga ku, dasar munafik." Hendric beberapa kali mendorong kepala Mika dengan jarinya.


Mika tidak berani berbicara dia hanya bisa menangis mengeluarkan air matanya yang sedari tadi di tahan karena ketakutan serta cacian dari Hendric.


"Sudah kukatakan jangan menangis." Hendrik membuka tangan Mika dari wajahnya dan membentaknya tepat di wajah Mika.


"Dasar cupu yang tidak tahu malu dan munafik." Hendric melepas kacamata Mika dan melemparkannya kebelakang.


"Cepat katakan, berapa yang kamu mau ?" tanya Hendric menepuk pipi Mika membuat Mika ketakutan.


"Katakan..." teriak Hendric lagi menarik rambut Mika sehingga dia mendongak.


"Sakit kak, tolong lepaskan." Mika memohon menggenggam tangan Hendric yang menarik rambutnya.


"Aku tidak pernah mengharapkan apapun pada kakak, aku bukan gila harta kak." teriak Mika menatap Hendric dengan air mata yang membasahi wajahnya.


Hendric menatap wajah Mika yang tampak tidak berbohong, ada rasa kasihan melihatnya sehingga Hendric melepas Mika dan duduk di samping Mika. Mika segera berlari ke arah pintu berniat untuk kabur namun pintu itu tidak bisa di buka.


"Kau tidak akan bisa membukanya, karena itu menggunakan sidik jari." Hendric berbalik menatap Mika yang berusaha membuka pintunya.

__ADS_1


"Woyy.. Sudah aku bilang tidak akan terbuka." teriak Hendric lagi membuat Mika jatuh lemas ketakutan di depan pintu.


"Hiks..maaf." gumam Mika menangis ketakutan.


"Cepat kemari." ucap Hendric pelan namun Mika takut mendekat.


"Aku bilang cepat kemari." teriak Hendric melihat Mika tidak menurutinya.


"I..iya kak." Mika berlari mendekati Hendric namu menjaga jarak.


"Duduk." Hendric menyuruh Mika duduk di sofa depannya, Mika dengan ragu-ragu dan perlahan duduk sambil menunduk tidak berani menatap Hendric.



Thank you for reading 🌹🌹



Yuk mampir di Novel baru Author yang berjudul MikaHendric🤗🌹. Ditungguin kedatangan kalian para pembacaku tersayang😚💞.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6383014/markdown/6708201/1688004430912.jpg)


__ADS_2