Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Trauma Angel


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun AuthorπŸ˜†. Salam sayang dari Author πŸ€—.



"Hahahah, emeng berapa penghasilannya hingga membuat dia tertarik pada suamimu ? 50.000 ribu per hari ? atau 100.000 ribu." Justin mendekati wanita itu.



"Hee, bahkan uang itu hanya uang recehan untuknya." ucap Justin merangkul Angel.



"Apa pentingnya uang itu, inti dari masalah ini adalah dia wanita pelacur yang ingin merebut suamiku." teriak wanita itu lagi sang suami berusaha menarik istrinya namun tenaga istrinya lebih kuat.



"Bagian mana yang bagus hingga membuat dia merebut suamimu, bahkan aku jauh lebih baik darinya." bisik Justin di pada wanita itu.



"Kau.." ucapnya geram.



Justin melihat wanita itu dari atas kebawah, Justin menyeringai.



"Kau wanita yang hanya memanfaatkan suamimu bukan, kau takut kehilangan suami yang sangat menyayangimu dan menuruti kemauan mu." ucap Justin membuat wanita itu kaget dan Pak Asep menunduk.



"Dilihat-lihat pakaian dan barang-barang yang kau gunakan adalah barang mewah dan itu semua asli." ucap Justin melihat dari bawah ke atas membuat wanita itu tengang kedinginan.



"Dengan penghasilan ojek yang tidak seberapa, pasti tidak bisa membeli barang semahal ini walaupun hanya meminjam uang kalian tidak sanggup membayarnya." jelas Justin, membuat semua orang mengangguk setuju karena jika di total kan hampir 1M.



"Barang Asli ?, tidak tuan ini semua adalah KW." ucap Pak Asep.



"Anda sudah di butakan oleh cinta, hingga dengan mudah di tipu." ucap Justin menggeleng.


__ADS_1


"Apa maksud anda ?."



"Istri anda selingkuh dengan pria kaya." ucap Justin membuat orang heboh.



"Ti..tidak aku tidak selingkuh." teriak wanita itu panik.



"Sayang aku tidak selingkuh." teriak wanita itu mengenggam tangan suaminya.



Wanita itu mendapat telepon membuat wanita itu gemetar, Justin merebut ponsel itu dan menggeser tombol hijau, Justin menyeringai dan memencet tombol speaker.



πŸ“ž : "Halo sayang, aku sangat rindu pada goyangan mu, temui aku di hotel X aku akan memberimu uang seperti biasa." ucap pria tersebut.



πŸ“ž: "Halo.. Halo.." ucap pria tersebut, wanita tersebut mengambil handphonenya dengan wajah panik dan telfon dimatikan.




"Sayang dengarkan aku." wanita itu memohon namun tanpa satu kata dari Pak Asep.



"Plakk." suara tamparan.



"Menjijikan." umpat Pak Asep dan meninggalkan istinya.



Wanita mengepalkan tangannya dan berbalik berlari ke arah Angel. Untung saja Justin dengan cepat menarik tangan wanita itu dan mencekik lehernya.



"Kau akan menerima akibatnya nanti karena telah menyentuh istriku, kau beruntung hari ini aku lepaskan." Justin mencekik hingga wanita itu terbatuk-batuk, Justin mendorongnya hingga terjatuh.


__ADS_1


Angel yang melihat itu seketika ingat kejadian 5 tahun lalu dimana dia berada dia posisi wanita itu. Angel mundur selangkah menjauh dari Justin, Angel bergetar ketakutan.



"Satpam, bawa dia keluar dari mall dan pastikan dia tidak akan menginjakkan kakinya disini." teriak Justin.



"Baik Tuan."



Justin menarik Angel yang masih diam mematung, melihat Angel yang tidak bergerak dia pun menyentuh pundak Angel dan Angel pun jatuh pingsan untung saja Justin menimang Angel.



Justin yang panik segera membawa Angel turun ke tempat parkiran. Manajer yang sedari tadi menunggu di parkiran mengarahkan Justin ke mobil yang sudah dia siapkan.



Justin memasuki mobil, membaringkan Angel dan meletakkan kepala Angel di atas pahanya. "Angel.. Angel.." panggil Justin.



"Sepertinya dia syok tuan, dia hanya tertidur." ucap Manajer, dia mendengar informasi dari satpam yang terjadi di atas.



Justin bernafas lega. "Bawa aku ke rumah yang kau siapkan." perintah Justin pada Manajer.



"Baik Tuan."



Justin mengusap lembut wajah Angel sambil tersenyum. Ditengah perjalanan Angel terbangun, wajah yang pertama dia lihat adalah Justin, wajah Angel seketika pucat.



"Kau sudah bangun." Justin tersenyum sambil mengusap pipi Angel. "Kau sakit ?" tanya Justin khawatir.



"Aaaaaa." teriak Angel, dia berusaha membuka pintu mobil namun tidak bisa karena terkunci.



Justin yang melihat itu seketika menarik Angel dan memeluknya erat.

__ADS_1



Thank you for reading 🌹🌹


__ADS_2