
š¹ Happy Reading š¹
Justin duduk di sofa mengerjakan pekerjaannya di laptop, sedangkan Angel merapikan bajunya dan baju Justin ke dalam koper, Angel hanya mengemas beberapa pakaian Justin karena Justin mengatakan rumah itu sudah lengkap tinggal si tempati, semua pakaian dan aksesoris Justin sudah ada disana. Justin membeli rumah itu 3 hari sebelum dia menikah, Justin sudah menyiapkan dengan matang agar tidak terkekang pada keluarganya karena pernikahannya. Angel keluar dari walk in closet menarik 2 koper.
" Tuan aku sudah mengemasnya." Justin melirik Angel dan hanya mengangguk.
" Kalau begitu kita berangkat." Justin menutup laptopnya dan memasukkan dalam tas. Angel tersenyum dan menarik koper itu menuju pintu, Justin yang heran pada Angel langsung menahan tangan Angel.
" Kau kenapa tersenyum seperti itu, kau sudah gila atau kau senang pindah rumah agar aku semakin menyiksamu." tanya Justin yang menatap tajam pada Angel yang terus tersenyum.
" Tidak, aku hanya ingin tersenyum." Angel tersenyum pada Justin.
" Kau sudah gila." Justin menggunakan ranselnya dan menarik koper yang di bawa Angel.
" *Aku tidak menyukai mu tapi aku akan berusaha membuatmu menyukaiku, karena aku ingin mempertahankan pernikahan ini bagaimana pun caranya." batin Angel*.
Angel membulatkan tekadnya setelah mendengar ceramah kakaknya, yang meyakinkan Angel bahwa dia harus membuat Justin menyukainya dan mempertahankan pernikahan ini, karena pernikahan bukan permainan anak-anak semata tapi pernikahan berurusan dengan tanggung jawab kelak di hadapan tuhan. Angel tidak ingin menambah dosa karena bercerai, lagi pula impian Angel 1 kali dalam hidupnya, maka Angel akan berjuang mempertahankan pernikahan ini.
Angel mengikuti Justin menaiki Lift, saat sudah sampai di lantai satu Justin mengenggam tangan Angel dan dibalas oleh Angel. Mereka keluar dari lift sambil senyum menghiasi wajah Angel, momy Sri yang melihatnya ikut tersenyum melihat Angel bahagia.
" Aku bahagia melihatmu bahagia Angel semoga kamu bisa merubah Justin." momy Sri menatap sendu pada Angel, saat mengingat Angel sempat trauma karena kejadian kemarin, tapi setelah melihat Angel tersenyum membuat momy Sri sedikit tenang.
" Kamu sudah mau pergi sekarang nak ?" tanya papi Steven yang sedang minum kopi di ruang keluarga.
" Iya pi, karena besok harus kerja dan Angel juga kuliah." jawab singkat Justin.
" Momy kira, besok baru berangkat."
" Nggak mom, kita mau bebas di rumah sendiri."
" Kalau disini kan, kami nggak bebas untuk berduaan, ya kan sayang." ucap Justin berbalik melihat Angel, Angel tersenyum dan mengangguk.
" Hahah, kalau begitu kami tidak akan menghalangi kalian." Kakek David tertawa karena mengira mereka ingin privasi pengantin baru agar cepat memiliki anak.
__ADS_1
Mereka keluar dari mansion untuk mengantar Angel dan Justin, Angel memeluk dan mencium tangan ke 3 orang di depannya sebagai salam perpisahan.
" Brian, besok tidak usah menjemput aku akan menyetir sendiri." Justin menepuk bahu Brian.
" Hati-hati yah sayang, sampai di rumah telfon momy yah."
" Iya mom, Angel pergi dulu." Justin membuka pintu mobil dan Angel masuki ke mobil.
" Kami pergi dulu." Justin menunduk sopan dan berbalik menuju kursi setir.
" Tunggu dulu." cegah Kakek David menarik tangan Justin.
" Kenapa lagi Kek." Justin mengikuti Kakek David yang berjalan menepi dari mereka.
" Kakek sudah menyimpan banyak jamu kuat di belakang bagasi, ingat lakukan dengan benar saat membuat cucuku usahakan berdoa dulu sebelum melakukannya, dan juga jangan sampai membuat Angel kelelahan." Kakek David menjelaskan dan menepuk punggung Justin.
" Sana pergi, jangan membuat istri mu menunggu."
" Iya..iya." Justin berjalan ke kursi kemudi dan menjalankan mobilnya.
" \*Maafkan aku Angel karena membuatmu, sampai mengalami ini, aku terlalu buru-buru untuk menjadikan mu menantuku sehingga aku memberi obat perangsang pada Justin." batin papi Steven yang merasa menyesal karena perbuatannya sempat membuat Angel trauma dengan kejadian malam itu.
" Kamu gadis baik, dan aku sangat ingin anak ku menikah dengan mu agar energi positif mu bisa merubah anak ku yang gila kerja dan arogan itu." batin papi Steven tersenyum melihat mobil itu sudah menghilang dari penglihatannya\*.
" Papi, ayo kita masuk." ajak momy Sri dan dibalas anggukan oleh papi.
Dalam perjalanan Angel terus melihat ke luar jendela mobil sambil terus berdoa dalam hati agar Justin melunak padanya dan hubungan mereka bisa menjadi baik-baik saja.
" Sesuai kontrak, kita hanya menikah di atas kertas jadi jangan pernah membahas pernikahan ini di luar, jika tidak aku akan benar-benar membunuhmu." ancam Justin dan dibalas senyuman oleh Angel.
" Sesuai kontrak aku akan menafkahi mu selama 1 tahun, tapi kau harus bekerja di rumah ku sebagai pelayan dan mengikuti semua aturan yang aku tulis di kontrak."
" Baik, aku akan mengerjakannya." Angel tersenyum pada Justin. Sebenarnya pekerjaan pelayan yang di maksud Justin tidak beda jauh dengan pekerjaan di mension sebelum menikah, hanya saja banyak peraturan yang di buat Justin untuknya.
__ADS_1
" *Sebenarnya aku ingin mengerjai mu sampai mampus, tapi karena pekerjaan ku lebih penting dari kamu maka aku biarkan kali ini." batin Justin*.
1 jam kemudian mereka sudah sampai di depan rumah yang cukup besar yang bertingkat 2, Angel yang melihatnya membulatkan matanya. " *Omg, rumahnya besar banget, serius aku akan bersihin rumah ini, nggak apa-apa Angel aku pasti bisa*."
Mereka turun dari mobil, Angel dengan cepat membuka bagasi dan mengambil koper mereka, saat Angel mau mengambil task back Justin langsung mengambilnya dan berjalan masuk ke rumah. Angel hanya mengangkat bahunya dan menarik kedua koper.
" Gadis kampung, kau sangat lama." teriak Justin dari lantai 2.
" Bawa kopernya ke mari." perintah Justin dan memasuki kamarnya.
" Astaga." Angel mengangkat koper Justin menaiki tangga, Angel sampai naik ke lantai dua dengan nafas ngos-ngosan.
" Woy, malah duduk santai cepat bawa masuk."
" Iya." Angel menarik koper Justin memasuki kamar.
" Cepat kerjakan tugas mu." perintah Justin.
Angek mulai menata baju Justin dari koper ke lemari baju, menyusun sepatu, dan menyiapkan air hangat. Angel keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati Justin.
" Airnya sudah selesai."
" Hemm."
Angel keluar dari kamar dan mengambil kopernya untuk disusun juga. " Tuan aku harus menaruh pakaian ku dimana." tanya Angel.
" Apa aku belum menjelaskan padamu kalah kamu itu pelayan dan tempat pelayan. itu ada di lantai sati dekat dapur, sana pergi." usir Justin.
" Menganggu mood ki saja." Justin melanjutkan pekerjaannya lagi.
Angel keluar dari kamar Justin dan menuruni tangga, Angel berjalan ke dapur Angel melihat ada kamar dekat dapur. Angel memasuki kamar itu dan terlihat kamar itu sangat gelap dan hanya ada sedikit cahaya yang masuk. Angel menyinari ruangan itu dengan senter hpnya terlihat ada kasur, meja, dan lemari baju.
" Syukurlah walaupun sempit, nggak apa-apa." Angel menyemangati diri, Angel mengikat rambutnya dan memasang lampu yang ada di lemari tadi. Angel mengambil sapu untuk membersihkan kamarnya. 2 jam kemudian kamar itu sudah sangat bersih dan tertata rapih. Angel mengambil alat mandi dan mulai melakukan ritual mandinya di kamar mandi dekat dapur. Angel menyiapkan makan malam untuk Justin dengan resep yang sudah Angel pelajari dari Chef.
__ADS_1
Thank you for reading š¹