
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
" Ayo nak, naik ke mobil." momy Sri mengajak Justin naik ke mobilnya.
" Tunggu mom, aku mau rapihin ini dulu." ucap Justin menunjuk tikar dan rantangnya.
" Nggak usah biar pengawal yang rapihin." cegah momy Sri.
" Tidak, biar aku aja." tolak Justin membuat momy Sri heran karena melihat perubahan sikap Justin.
Momy Sri memperhatikan Justin yang cukup lincah merapikan barangnya. Justin selesai mengemas dia mengangkat barangnya dan tersenyum pada momy Sri.
" Ayok mom." ucap Justin.
" Kenapa kau membawa tikar dan tempat nasi basi itu ?." tanya momy Sri menunjuk semua barang yang Justin bawa.
" Ahh, ini semua adalah barang peninggalan orang yang sudah berjasa pada Justin selama hidup susah di Bandung mom." Jelas Justin.
" Dan makanan basi ini adalah masakan kakek untukku sebelum kecelakaan itu." gumam Justin menunduk sedih melihat tikar dan rantang.
" Jadi itu alasan kamu masih mau makan nasi basi itu." ucap momy Sri mengelus lembut pipi anaknya.
" Iya mom."
" *Kamu sudah banyak berubah nak." batin momy Sri menatap iba namun senang karena hati batu anaknya sudah lunak*.
" Selesai kemas kan, kalau gitu ayo masuk." ajak momy Sri.
Justin mengikuti momy Sri mendekati mobil namun saat Justin menaikkan kakinya di mobil tiba-tiba kakek bersuara.
" *Aku tidak menyuruhmu masuk ke mansion dengan mobil." ucap kakek membuat momy Sri dan Justin kebingungan*.
" Apa maksud kakek ?" tanya Justin heran.
" Bukannya ayah sudah mengizinkan Justin masuk ?" momy Sri ikut bersuara.
" *Iya, aku mengizinkan kamu masuk tapi tidak naik mobil atau kendara apapun*."
" Kalau begitu Justin harus naik apa untuk masuk ke mansion ?" tanya Justin.
" *Sebelum kamu masuk ke mansion kamu harus menyetujui syarat pertama*."
" Syarat ?" tanya Justin bingung.
__ADS_1
" *Iya syarat, kamu pikir semudah itu dimaafkan setelah kamu melakukan dosa besar." ucap kakek membuat Justin menunduk mengingat perbuatannya pada Angel di masa lalu*.
" Lantas syaratnya apa ?"
" *Syarat pertama, kamu harus* *jalan kaki masuk ke mansion." ucap kakek*.
" Apa jalan kaki." gumam Justin kaget karena gerbang ke mansion sangat jauh.
" *Iya, kamu bisa mundur dan pulang." ucap kakek*. Justin berpikir keras.
" Tuan apakah, itu tidak terlalu keras untuk tuan muda, jalan kaki dari gerbang ke mansion itu berjarak 5,5 km tuan. " ucap kepala pelayan lelaki.
" Tidak."
" Tuan muda dari kecil, selalu di manja dan semua kemauan harus dituruti, saya yakin tuan muda pasti tidak akan mau."
" Haha, justru itu aku mau lihat ketulusannya meminta maaf dengan Angel." ucap kakek David tersenyum.
Justin yang masih di luar pagar berfikir keras dan mengingat jarak dari gerbang ke mansion dan itu sungguh jauh, Justin mengepalkan tangannya dan membulatkan tekadnya. Justin menatap tajam ke cctv, membuat semua orang mengira Justin akan marah dan pergi namun.
" Aku menerima syarat kakek." ucap Justin dengan lantang membuat semuanya kaget tapi beda hal dengan kakek David yang menyeringai.
" Baiklah." ucap Justin.
Momy Sri yang kasihan pada anaknya ingin membantu Justin mengangkat barangnya.
" Biar aku bantu nak." tawar momy Sri.
" Nggak usah mom, aku bisa sendiri, lebih baik momy duluan masuk dan membuat makan kesukaan ku, aku rindu masakan momy." Justin memeluk momy Sri.
" Tapi apa kamu bisa ?" tanya momy Sri tidak yakin.
" Aku bisa mom, justru dengan ini aku bisa menunjukan bahwa aku tulus meminta maaf pada kalian terutama Angel." ucap Justin tersenyum.
" Ya udah momy duluan, jangan memaksakan diri." momy Sri mencium dahi Justin dan naik kemobilnya memasuki mansion.
" Kasihan kamu nak, kamu baru menyadari kesalahan mu di waktu yang salah." gumam momy Sri menatap Justin yang mulai mengangkat barangnya.
" Oke, aku siap." teriak Justin menyeringai di cctv, membiat kakeknya tertawa.
" Hahah, lihat wajahnya yang sombong, mari kita lihat apa dia bisa atau tidak." ucap kakek David.
__ADS_1
Justin menarik kopernya, tikar yang di ikat di perutnya, dan tas kecil berisih buah-buahan. Justin mulai melangkah masuk ke gerbang dengan semangat yang membara namun saat Justin berjalan 3,3 km dia sudah sangat lelah dan memilih istirahah sejenak.
" \*Hahah, kau sudah menyerah ?" ucap kakek David menertawai Justin.
" Kalau kamu mau pulang sekarang, aku akan mengirim pengawalku untuk mengantarmu pulang ke Bandung." ucap kakek David\*.
" Tidak, aku tidak menyerah, aku hanya istirahat sebentar." ucap Justin susah mengatur nafasnya karena kecapean.
" *Aku memberimu istirahat 3 menit, setelah itu jika kau masih tidak jalan maka dengan terpaksa aku akan menyeretmu keluar dari kediamanku secara paksa." ancam kakek David*.
Justin mengangkat jempolnya dan kembali berdiri melanjutkan perjalannya. Kakek David tersenyum melihat Justin berusaha meminta maaf.
30 menit kemudian Justin tersenyum karena 10 langkah lagi Justin sampai di pintu mansion, wajahnya penuh keringat dan kakinya terlihat gemetaran.
Justin sampai di pintu mansion dia mengetuk dan duduk di lantai bersandar ke pintu, tiba-tiba kakek David membuka pintu sehingga membuat Justin jatuh dan kepalanya terbentur ke lantai.
" Ahhh." teriak Justin.
" Kau berhasil." ucap kakek menunjuk Justin dengan tongkatnya tepat di perut Justin.
" Arghh." erang Justin saat tongkat kakek David jatuh ke perutnya cukup keras.
" Kenapa kau kemari bocah durhaka ?" tanya kakek memukul Justin dengan tongkatnya.
" Bukankah aku sudah bilang jangan pernah menginjakkan kaki ke Jakarta terutama di mansion."
" Aku sudah tahu salah kakek makanya aku pulang dan meminta maaf." jelas Justin menjauhkan tongkat kakek dari perutnya dan duduk bersilang di hadapan kakeknya.
" Aku tahu maksud mu, cepat karakan apa yang kamu mau ? setelah itu kembalilah ke tempat mu." ucap kakek.
" Aku tidak ingin meminta apapun, aku kesini hanya ingin meminta maaf kepada kalian dan juga Angel." ucap Justin sujud di kaki kakek David.
" Apa yang kau lakukan." ucap kakek David kaget melihat reaksi Justin, karena yang dia lakukan tidak mencerminkan sifanya dulu.
" Tidak, sebelum kalian memaafkan ku." ucap Justin semakin mengeratkan tanganya di kaki kakek David.
Kakek sangat kasihan melihat cucu satu-satunya namun dia berusaha mengendalikan emosinya.
" Aku akan memaafkan mu jika Angel memaafkanmu." ucap kakek David membuat Justin mendongak melihat kakeknya.
" Makasih kakek, makasih." Justin meraih tangan kakek David dan terus menciumnya.
" Kakek maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Justin memeluk kakeknya dengan erat tanpa sadar air mata kakek juga ikut menetes karena selama ini dia sangat merindukan cucunya.
__ADS_1
Thank you for reading š¹š¹š¹