Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Menawarkan Card


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹



Jam 18.00 makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, kepala pelayan wanita pun memberitahu majikannya.



" Tuan besar makanan sudah siap." kepala pelayan menunduk hormat.



" Baik lah, panggil Justin dan Brian turun." perintah kakek David.



" Baik tuan." kepala pelayan undur diri dan di tahan oleh momy Sri.



" Bi, biarkan Angel mengikuti mu ke kamar Justin." perintah momy Sri membuat Angel melihat momy Sri.



" Kamu kan mulai besok kerja sebagai pelayan Justin jadi kamu harus tahu letak kamar Justin dulu kan." Angel pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti kepala pelayan naik tangga menuju lantai 2.



Angel dan kepala pelayan sampai di depan pintu kamar Justin, kepala pelayan mengetuk pintu. " Tuk.. tuk.."



" Tuan muda makan malam sudah siap, tuan muda di panggil untuk makan malam."



5 menit tanpa ada sahutan dari dalam membuat kepala pelayan berjalan ke sebuah ruangan dan mengetuk lagi, Angel mengikuti kepala pelayan dan sedikit heran.



" Tuk..tuk.." suara ketukan pintu.



" Tuan muda makan malam sudah siap, tuan muda di panggil untuk makan malam." ucap kepala pelayan lagi.



" Aku tidak makan malam, aku masih kenyang beritahukan pada Kakek dan Momy." teriak dari dalam.



" Tuan muda harus turun ini perintah dari nyonya." ucap kepala pelayan.



Justin memeng keras kepala tapi keras kepalanya melunak kepada ibunya. Tidak lama setelah kepala pelayan menyebut nama nyonya Justin pun keluar dari ruangan kerja.



" Silahkan tuan muda." Justin pun berjalan duluan.



" Nona Angel silahkan mengikuti tuan muda." ucap kepala pelayan dan Angel pun menurutinya karena tau bahwa Kepala pelayan harus memanggil tuan Brian.



Justin melirik Angel dengan tajam. " Kenapa kamu masih disini gadis kampung." tanya Justin berbalik melihat Angel.



" Saya mulai besok kerja disini tuan."



" Kerja apa ?" tanya Justin lagi.



" Sebagai pelayan tuan."



" Ooh, ternyata kamu tahu diri juga." sindir Justin.



" Haha, aku tau akal-akalan mu pasti kamu hanya alasan sebagai pelayan ujung-ujungnya juga nanti minta uang sebagai balas budi kan."



" Tidak, tuan saya disini murni karena kerja bukan karena maksud lain seperti yang tuan tuduhkan."



" Ciih, alasan kita lihat saja nanti jika aku tau kamu seperti itu aku akan melempar mu di kandang serigala Kakek." Justin menakut-nakuti Angel, yang membuat Angel takut.



Justin menuruni tangga dan diikuti oleh Angel dia terus menunduk kebawah. Justin berbalik melihat Angel yang terus menunduk, Justin berjalan dan tiba-tiba berhenti membuat Angel yang menunduk menabrak punggung Justin.



" Wooy, kalau jalan pake mata, asal nabrak orang aja kalau gue jatuh bagaimana, mau tanggung jawab kamu ." Teriak Justin membuat Angel meremas bajunya.



" Maafkan saya tuan, saya nggak sengaja."



" Kalau gue jatuh terus lecet emeng kamu mampu bayar biaya rumah sakit dan pengobatannya, nggak kan."



" Maaf tuan, lain kali saya akan hati-hati." Angel semakin menunduk dan meremas ujung bajunya.



" Dasar udah miskin, kampungan, ceroboh lagi." Justin melemparkan kata-kata kasar yang membuat Angel berusaha menahan tangisnya.



" Kali ini aku maafkan, gadis kampungan." Justin pun kembali menuruni tangga.



Di ruang makan sudah ada Kakek David dan momy Sri yang duduk rapi. Justin pun duduk di samping kiri Kakek David.

__ADS_1



" Kamu sudah datang." ucap Kakek David dan dibalas deheman oleh Justin. Angle bingung mau duduk dimana.



" Angle kamu duduk disini." momy Sri menarik tangan Angel dan mendudukkan Angel di samping Justin.



" Looh, kok dia makan disini ma. "



" Iya, dia tamu kita jadi harus duduk disini dong." ucap momy Sri dan kembali ke tempat duduknya.



" Lahh bukannya dia pelayan mom ?" tanya Justin.



" Iya dia kerja sebagai pelayan mulai besok pagi dan sekarang dia itu tamu kita bukan pelayan." jelas momy.



" Tapi tetap saja kan dia seharusnya tidak disni apalagi dia duduk di samping ku membuat aku tidak selera saja." Justin memandang jijik kepada Angel.



Kakek David yang sedari tadi diam mengangkat tongkatnya dan memukul kepala Justin.



" Aah, apa yang Kakek lakukan." Justin mengelus kepalanya yang sakit habis di pukul.



" Rasakan itu, mau kakek menambahnya." Kakek David mengangkat tongkatnya lagi dan di tahan oleh Justin.



" Dasar cucu tengil." Kakek David menarik tongkatnya dan di lepas oleh Justin.



Brian baru datang dan melihat pertengkaran Justin dan kakek, Brian duduk di samping momy Sri, momy Sri yang melihat Brian mulai mengelus belakang kepala Brian sambil tersenyum.



" Brian sudah datang kalau begitu ayo kita mulai makan." ucap Kakek David.



" Tapi aku nggak mau duduk di dekat gadis kampungan ini." Justin berdiri dan di tatap oleh sang momy.



" Sayang duduk." ucap lembut momy Sri yang membuat Justin duduk di kursinya.



Mereka pun makan malam tanpa suara momy Sri sering memberikan lauk di piring ketiga laki-laki di depannya tapi sekarang dia memberikan lauk ke piring Angel.



Angel yang melihatnya menahan air matanya karena dia sudah lama tidak merasakan hal ini semenjak orang tuanya meninggal. Momy Sri dan kakek David tersenyum melihat Angel, Brian hanya melirik saja tetapi Justin malah mengambil lauk itu dan memakannya. Membuat Kakek David menggeleng.




Justin menunjukkan wajah datar dan tidak suka dengan Angel sedangkan Brian hanya diam sambil menonton tv.



" Justin tidak baik seperti itu." Kakek David melempar Justin dengan Apple dan Justin menangkap Apple dengan wajah datarnya.



" Apa pekerjaan gadis kampung ini di sini, bukannya sudah banyak pelayan dan semua pekerjaan sudah terisi ?"



" Justin tidak baik memanggil seseorang seperti itu." Tegur Kakek David membuat Justin memutar matanya.



" Angel membutuhkan pekerjaan jadi dia bekerja disini." momy Sri menjawab pertanyaan Justin.



Angel sangat canggung berada di tengah kelurga Leonal Batvin apalagi Justin selalu berkata kasar pada Angel yang membuat Angel sudah lelah menahan tangisnya.



" Emm, maaf bu Kakek, saya izin balik ke kamar."



" Kamu pasti sangat lelah kembalilah dan istirahat." Kakek David menganggukkan kepala sambil tersenyum.



" Angel selamat istirahat yah, kan besok udah mulai kerja, semoga kamu betah disini." momy Sri memberi semangat pada Angel.



" Iya bu, terimah kasih, kalau begitu Angel pamit." Angel berdiri dan tersenyum.



Angel melangkah keluar dari belakang mansion tanpa Angel sadari Justin mengikutinya.



Saat sudah sedikit jauh dari mansion, Justin menarik Angel, Angel yang di tarik tangannya sangat kaget dan hampir teriak tapi segera di tutup mulutnya oleh Justin.



" Tu..tuan muda." Angel terbata-bata karena kaget.



" Diam, ikut aku." perintah Justin, Justin membawa Angel ke bawah pohon yang terlihat sepi.



" Kenapa tuan menarik ku kesini ?" Angel bertanya sambil melihat ekspresi wajah Justin yang datar sambil melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang.

__ADS_1



" Gadis kampung, kau lebih baik pergi dari rumah ini sebelum aku menyeret mu keluar dari rumah ini." Justin menatap Angle dengan tajam membuat Angle gugup.



" Ta..tapi tuan saya membutuhkan pekerjaan ini." jawab Angle sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.



" Aku akan memberimu uang jika kau pergi dari rumah ini."



" Tidak perlu tuan saya tidak membutuhkan pemberian dan belas kasihan dari tuan, saya masih bisa bekerja tuan."



" Alasan aja kamu pasti kamu memiliki rencana jahat kan, pasti kau mengincar harta keluarga ku." Justin menuduh Angle sambil telunjuknya terus mendorong dahi Angle.



" Ti..tidak tuan, demi tuhan saya tidak memiliki rencana seperti yang tuan tuduhkan kepada saya." Angel menunduk meremas ujung bajunya.



" Kalau begitu buktikan dengan kamu keluar dari rumah ini." Justin makin mendekati Angel dan mendorong kepala Angel dengan telunjuknya.



" Maaf tuan, saya tidak bisa saya sungguh membutuhkan pekerjaan ini." Angel menahan air matanya.



" Haha, kau sangat mata duitan rupanya." Justin masih mendorong kepala Angel dengan telunjuknya. Angel tidak bisa lagi berkata-kata dia hanya bisa menggeleng.



" Kau pasti mengincar sesuatu di keluarga ku bukan ?"



" Aah, aku tau kamu pasti sangat menginginkan uang bukan baiklah akan aku berikan." Justin mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu atm.



" Ini, ambil lah isi atm ini 100 juta kamu bisa menggunakan nya sepuasnya tapi syaratnya pergi dari rumah ini." Justin menyodorkan atmnya ke kepala Angel yang membuat Angel menggigit bibirnya untuk menahan tangisnya.



" Ini ambil lah atau kamu mau lebih banyak, baiklah aku kabulkan." Justin semakin menggila dan mengeluarkan atmnya lagi.



" Ini isi Atm ini 500 juta, ambil lah." Justin mendorong kepala Angel dengan kartu lagi.



" Maaf tuan, saya kesini bukan mengemis atau mengincar harta keluarga tuan, saya kesini dengan tujuan bekerja untuk mencari nafkah untuk diri saya sendiri." Angel mulai menangis karena sudah tidak tahan.



Justin yang melihat Angel menangis bukannya meminta maaf atau merasa bersalah, tapi Justin malah menatap jijik pada Angel.



" Hapus air mata palsu mu itu, air matamu tidak mempan untuk ku." ucapan Justin semakin membuat Angel terisak.



" Kau tidak perlu banyak drama disini cepat ambil Atm ini."



" Tuan sampai kapan pun aku tidak akan mengambil uang dari tuan, karena saya hanya ingin bekerja disini tuan, tidak ada maksud yang tuan tuduhkan pada saya." Angle membelah dirinya.



" Arrggh, kalau begitu ambil ini, aku memberikan ini padamu sebagai belas kasihan padamu maka balas kebaikan ku juga dengan cara kau pergi dari rumah ini."



" Terima kasih tuan, tapi dari kecil saya sudah di ajarkan bahwa tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah yang artinya lebih baik memberi dari pada menerima, apa lagi uang yang tuan berikan sangat merendahkan saya." jelas Angel dengan suara yang menahan tangis.



" Saya permisi tuan, saya tidak akan mundur dari pekerjaan ini, bukan karena menginginkan harta tuan atau memiliki rencana jahat tapi saya murni bekerja karena saya sangat membutuhkan pekerjaan ini tuan." jelas Angel dan meninggalkan Justin dengan wajah yang penuh amarah pada Angel.



" Gadis kampung lihat saja nanti aku akan membuat mu pergi sendiri dari rumah ini, lihat saja nanti aku akan membuatmu menyesal menolak tawaranku tadi." Angel lari menjauh dari Justin dan membuat Justin teriak sambil menendang batu.



" Kau dengar itu gadis kampung." Justin teriak lagi.



" Arrgg, dia pasti mengetahui rencana kakek yang mau menikahkan ku dengannya."



" Hahaha, itu pasti alasan dia kerja disini dan menolak pemberian ku, karena jika menikah dengan ku dia pasti memiliki lebih banyak dari yang hari ini aku berikan padanya." Justin kembali menuduh Angel.



" Hahahaha, dia sangat licik rupanya dasar wanita rubah, wanita gila uang." Justin meneriaki Angel yang semakin menjauh dari Justin.



Justin sangat membenci Angel karena menurutnya wanita sama saja, sama-sama gila harta. Apalagi kakek menyukai gadis itu dan itu membuat Justin semakin khawatir karena Angel memiliki banyak kesempatan besar untuk mendekatinya.



" Lihat saja nanti aku akan membuatmu angkat kaki sendiri dari rumah ini." Justin seringai saat memikirkan rencana jahatnya.



Justin pun meninggalkan halaman belakang mansion dan masuk ke mansion. 3 orang yang di ruang keluarga masih belum meninggalkan tempatnya. Saat Justin masuk dengan wajah kesalnya membuat kakek David dan momy Sri heran.



" Brian ikut aku." Justin melewati ruang keluarga dengan santai dan memanggil Brian. Brian berdiri dan mengikuti Justin memasuki ruang kerjanya.



" Lihat anak mu, dia langsung kerja setelah habis makan, dia membuat Brian kelelahan mengikuti kebiasaan gila kerja Justin." Kakek David menatap tajam pada Justin, momy Sri hanya memandang putranya memasuki ruang kerja.


__ADS_1


🌹 Thanks you for reading 🌹


__ADS_2