Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Ternyata Papi


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.



" Ikut aku." ucap Brian pada Dokter Dita dan meninggalkan kamar tamu.



" Saya permisi pulang dulu nyonya." pamit Dokter Dita.



" Oiya, makasih yah udah datang."



" Iya nyonya." Dita keluar menyusul Brian



" Kamu mau ngomong apa ?." tanya Dokter Dita saat sudah sampai di teras.



" Apa dia sungguh baik-baik saja, sepertinya tidak bukannya seharusnya kita membawanya ke rumah sakit."



" Tidak usah sampai bertindak sejauh itu, dia hanya membutuhkan istirahat." ucap Dokter Dita namun Brian menatap Dokter Dita seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dokter Dita.



" Yahh, kenapa memasang wajah seperti itu ? kamu tidak percaya dengan aku."



" Iya." jawab singkat Brian dingin membuat Dokter Dita seketika melototkan matanya karena marah.



" Kurang hajar kamu yah." Dokter Dita mendorong tangan Brian.



" Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku orangnya sibuk jadi nggak ada waktu buat ngurusin orang kaya kamu." Dokter Dita menghempaskan rambutnya ke Brian.



" Dasar Dokter nggak becus selalu datang terlambat." ejek Brian pada Dokter Dita yang berjalan ke parkiran mobilnya.



" Bla..bla..bla..bacot." balas Dokter Dita sambil gerakan tangan yang mengejek.



" Lain kali awas kamu yah kalau datang terlambat lagi." teriak Brian dan masuk ke mansion.



" Dasar bocah aneh, tapi momen langkah sih lihat dia khawatir seperti itu, apa jangan-jangan gadis itu yang..omg lain kali gue harus gali info dari dia nih." gumam Dokter Dita.



Dokter Dita adalah sahabat Brian sejak mereka masih sma dan mereka sampai sekarang masih berteman dengan baik, sakin lamanya mereka berteman, bahkan mereka bisa mengetahui kebiasaan satu sama lain.



Brian memasuki kamar tamu dan melihat Momy Sri masih setia menemani Angel, Momy Sri terus menggenggam tangan Angel dan mencium tangan Angel. Brian sangat kasihan pada Momy Sri karena terlihat wajahnya sangat sedih dan merasa bersalah pada Angel, Brian mendekati Momy Sri dan menepuk lembut bahu Momy Sri.



“ Momy pergilah beristirahat di kamar, Brian yang akan menjaganya.” bujuknya pada Momy Sri.



“ Tidak Momy akan disini menemani Angel.” tolak Momy Sri.



“ Tapi momy harus istirahat.”



“ Momy bilang baik-baik saja Brian, kamu saja nak yang pergi beristirahat kamu pasti yang lebih lelah menghadapi Justin tadi.” Momy Sri masih bersikeras menolak tawaran Brian.



“ Aku nggak apa-apa kok Mom, aku masih bisa menjaga d...” ucap Brian tapi disela Papi Steven.



“ Brian, kamu lebih baik kembali dulu ke kamar buat istirahat biarkan Momy dan Papi yang menjaga Angel.” ucap Papi Steven menepuk pundak Brian.



“ Tapi..”



“ Papi tahu kamu khawatir pada Angel tapi kasih Momy waktu bersama dengannya.” ucapnya membuat Brian salah tingkah.



“ Aku tidak khawatir padanya aku hanya khawatir pada Momy.” Ucap Brian menggaruk belakang lehernya.


__ADS_1


“ Kalau begitu, aku kembali ke kamar.” ucap Brian dan meninggalkan kamar tamu.



“ Maafkan Papi nak.” Gumam Papi Steven melihat Brian keluar.



“ Sayang jangan menyalahkan diri seperti itu, ini semua bukan salah mu.” Momy Sri memeluk suaminya dari belakang.



“ Jika saja aku tahu Brian menyukai Angel, aku tidak akan merencanakan insiden itu.” Papi menunduk menyesal, Momy Sri mengerutkan keningnya tanda kebingungan.



“ Insiden apa yang kamu maksud ?” Momy Sri mengangkat dagu suaminya dan menatap suaminya yang mengalihkan pandangannya.



“ Sayang jelaskan padaku, insiden apa yang kau maksud.” Momy Sri semakin penasaran.



“ Sebenarnya saat kamu mengatakan menyukai Angel dan sangat ingin menjadikannya menantu mu di waktu yang sama aku mencari info tentang Angel dan aku juga menyukainya karena dia gadis baik. aku yang terlalu ceroboh memikirkan rencana agar Angel bisa menikah dengan Justin, namun ternyata aku membuat gadis baik terseret ke dalam neraka yang sebenarnya tidak seharusnya dia mengalami itu semua.” ucap Papi Steven membuat Momy Sri semakin bingung.



“ Tunggu Momy tidak mengerti apa yang Papi katakan. “ Momy Sri sungguh tidak paham.



Papi menjelaskan apa yang dia lakukan dan ternyata dialah yang merencanakan obat perangsang dan membuat Angel dan Justin menikah dengan keadaan Angel difitnah telah merencanakan insiden itu padahal dia adalah korban dalam keegoisan mereka.



“ Jadi insiden itu Papi yang rencanakan, Papi memerintahkan bos Bar itu untuk menuangkan obat perangsang ke minuman Justin lewat Angel dan Papi juga yang membuat kemacetan sehingga Justin tidak bisa pulang.” Momy Sri melotot kaget dengan penjelasan suaminya.



“ Iya, maafkan aku.” Papi Steven sangat menyesal.



“ Astaga kenapa Papi melakukan hal itu, Papi tahu insiden itu membuat Angel trauma sampai sekarang bahkan Angel hampir bunuh diri waktu itu, aku tidak habis pikir dengan kamu.” Momy Sri sangat syok dan jatuh terduduk di sofa.



“ Maafkan aku.”



“ Kau seharunya minta maaf pada Angel bukan aku.” gumam Momy Sri menatap Angel.



“ Entah apa yang akan aku katakan padanya tentang insiden itu, aku sangat takut mengatakannya karena itu akan membuatnya membenciku.” Gumam Momy Sri menggelengkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.




***Flash Back kejadian insiden malam itu***.



\***Eropa**



“ Tring...tring...” suara dering telfon Papi Steven.



📞 “ Halo sayang.” teriak semangat Momy Sri.



“ Ada kabar baik apa nih sampai-sampai kamu sangat bahagia seperti ini.” tanya Papi Steven penasaran.



📞 “ Sayang tahu nggak sih aku udah dapat gadis yang baik, cantik, pekerja keras, dan masih banyak kelebihannya yang intinya dia sangat cocok jadi menantu kita, Ayah juga menyukai gadis itu dan kami masih berusaha menikahkan dia dengan Justin.” ucap Momy dengan penuh semangat.



“ Benar kah ?, aku jadi penasaran coba Momy kirim fotonya.” Papi Steven sangat penasaran pada gadis yang di bahas oleh istrinya yang sangat antusias.



📞 “ Tunggu yah.” Momy Sri mengirim foto Angel.



“ Dari wajahnya saja terlihat kalau dia wanita baik-baik.”



📞 “ Iya dong.” Mereka berbincang ringan tanpa Momy Sri sadari ternyata suaminya sedang mengirim foto Angel ke asistennya dan menyuruhnya memeriksa biodata Angel.



“ Ting.” suara pesan masuk.



“ Sayang sudah dulu yah soalnya ada file yang harus aku periksa sekarang, nanti malam aku akan menelfon mu lagi.”


__ADS_1


📞 “ Oke, semangat kerjanya see you, cup.” Mereka mengakhiri panggilan dengan salin memberikan kecupan.



Papi Steven memeriksa biodata Angel, dia terlihat menyukai Angel. Papi Steven memikirkan cara menyatukan mereka tapi tidak ada rencana yang bagus karena Justin sampai sekarang masih menolak menikah karena masih menyukai mantan pacarnya.



“ “ Excuse me sir, this is the additional biodata you are looking for. ( Permisi pak, ini biodata tambahan yang anda cari)” ucap Asisten pria yang terlihat sudah umur 70 tahun, dia adalah salah satu kepercayaan keluarga Leonal Batvin.



“ What do you think should be done so that someone who still likes his ex wants to marry a woman of his parents' choice ?. (Menurutmu apa yang harus dilakukan agar seseorang yang masih menyukai mantannya mau menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.)” tanya Papi Steven.



“ It seems that there is no master unless forced into marriage. (Tampaknya tidak ada tuan kecuali dipaksa menikah.)” jawabnya.



“ Why ?”



“ Because they will rebel, especially since the young master is now an adult, he will definitely refuse. ( Karena mereka akan memberontak, apalagi tuan muda itu sekarang sudah dewasa, dia pasti akan menolak.) “ jawabnya dengan percaya dengan pendapatnya.



“ So what advice can you give to solve this problem? ( Jadi saran apa yang bisa Anda berikan untuk mengatasi masalah ini ?)” Papi Steven bertanya lagi.



“ How about a one night accident. ( Bagaimana dengan kecelakaan satu malam.)” ucap Asisten itu tanpa beban.



“ What ?” ucap Papi Steven kaget.



“ This plan is quite crazy sir, but it must go smoothly because the young master is kind and responsible, he will surely be held responsible for it. ( Rencana ini cukup gila tuan, tapi harus berjalan lancar karena tuan muda itu baik dan bertanggung jawab, dia pasti akan dimintai pertanggung jawaban.)” jelasnya yang masuk ke pikiran Papi Steven.



“ It's true what you said too. ( Benar apa yang kamu katakan juga.)” ucapnya menganggukkan kepalanya.



“ If so, Justin happens to have a business meeting at the Bar where Angel works, you take care of this matter. ( Jika demikian, Justin kebetulan ada pertemuan bisnis di Bar tempat Angel bekerja, Anda urus masalah ini.)” perintahnya pada asistennya.



“ Yes, sir.” Ucap asisten dan pergi meninggalkan ruangan Papi Steve. Sekertaris itu menjalankan tugasnya dan langkah pertama menelfon pemilik bar, mereka berdiskusi dan pemilik bar itu setuju dengan tawaran sekertaris pria.



“ So my master just gave the stimulant to this master's drink." said the owner of the bar while looking at the photos sent. ( Jadi tuan saya hanya memberikan obat perangsang itu ke minuman tuan ini.)” ucap pemilik bar sambil memandang foto yang dikirim.



“ Yes, I have sent the medicine and transferred it to your account. (Ya, saya sudah mengirimkan obatnya dan mentransfernya ke rekening Anda.)”



“ Ooh, Thanks sir.” Pemilik bar sangat bahagia.



“ Bos ada paket nih.” Angel meletakkan paket itu di atas meja.



“ Seneng banget yah, ada apa ?.” tanya Angel penasaran.



“ Kepo.” Ucapnya dan meninggalkan Angel membawa kotak paket.



Angel menatap heran pada bosnya, tidak mau ambil pusing Angel lebih memilih melanjutkan pekerjaannya. Saat pekerjaan Angel sudah selesai dia berniat ke ruang ganti karyawan tapi tiba-tiba bosnya memanggilnya.



“ Angel kesini.”



“ Ada apa bos ? “



“ Tolong bantu saya menuangkan ini ke minuman di ruangan 02 yang minuman jeruk yah, soalnya tadi aku lupa menaruh obatnya ke minuman itu.” Ucapnya.



“ Emeng ini obat apa ?” tanya Angel heran dengan botol kecil ini.



“ Itu obat nafsu makan, nggak usah banyak nanya cepat tuan itu sebelum orangnya datang.”



“Oke.” Angel ke ruangan 02 dan menuangkan obat itu.



Sebenarnya Angel yang menuang obat ke minuman Justin itu bukan rencana Asisten tapi dari sini lah masalah dimulai yang membuat Angel terjebak di pernikahan serasa neraka. Dan alasan Brian tidak dapat mengetahui penyebab insiden itu karena Asisten jauh hari memberi perintah pada hacker kelurga Leonal Batvin agar tidak memeriksa atau mencari info tentang kejadian malam itu atas perintah Papi Steven.

__ADS_1



Happy reading 🌹🌹


__ADS_2