
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Mereka sudah selesai siap-siap dan berangkat ke bandara, mereka ke Bandung naik helikopter 30 menit perjalanan mereka sudah sampai di rumah yang cukup besar dengan 2 tingkat. Melin dan Justin melihat sekeliling rumah yang akan mereka tempati.
" Ini rumah yang akan kita tempati ?" tanya Melin.
" Iya, sementara kita tinggal disini."
" Maksudnya."
" Aku akan membuat perusahaan warisanku menjadi sukses dan menjadi salah satu perusahaan besar." ucap Justin.
" Kamu jangan khawatir, kamu tahu perusahaan L.B di Jakarta sukses sampai menduduki peringkat 1 perusahaan besar di dunia itu semua karena aku, aku bisa membuat perusahaan kita disini menduduki peringkat pertama dalam 3 bulan."ucap Justin.
" Waah benarkah, kamu sangat hebat, tenang saja aku akan selalu mendukungmu." Melin tersenyum.
" Makasih sayang." Justin memeluk Melin.
" *Aku percaya dengan kemampuannya mengembangkan perusahaannya, oke aku akan tetap bertahan selama 3 bulan itu tapi jika belum sukses maka aku akan mengambil semua hartanya dan pergi meninggalkannya." batin Melin*.
" Mari kita masuk tuan." ucap bodyguard dan dibalas anggukan oleh Justin.
Mereka memasuki rumah mereka, hal pertama yang mereka lihat adalah rumah sudah bersih dan perabotan rumah sudah lengkap.
" Selamat siang tuan dan nyonya." sapa salah satu wanita muda.
" Kau siapa ?" tanya Melin.
" Saya pelayan disini nyonya."
" Ooh, kalau begitu tolong ini dibereskan yah." ucap Melin memberikan kopernya.
" Baik nyonya." pelayan tersebut mengambil kedua koper dan membawanya naik ke lantai dua.
Mereka mengamati seisi rumah walaupun tidak sebesar dan semewah rumahnya dulu tapi ini masih mendingan. Melin pamit ke kamar untuk istirahat sedangkan Justin masuk ke ruang kerja diikuti bodyguard.
" Tok..tok.." suara ketukan pintu.
" Masuk." ucap bodyguard.
" Selamat siang tuan."
" Siapa ?" tanya Justin.
" Ini adalah sekertaris anda disini, dia yang akan membantu anda selama disini."
" Ooh, siapa namamu ?"
" Nama saya Amel tuan."
" Hemm, aku harap pekerjaanmu bagus." ucap Justin.
" Jangan khawatir tuan, saya tidak akan mengecewakan anda." ucap sekertaris membungkuk.
" Kalau begitu saya permisi tuan." pamit bodyguard.
" Hemm."
__ADS_1
" Berikan semua berkas terkait perusahaan." ucap Justin.
" Baik, silahkan tuan ini semua adalah berkas-berkas yang anda minta." Amel menunjuk 5 susunan berkas di meja Justin.
" Banyak juga, kalau begitu keluar dari ruanganku dan bersiap-siap jika aku memanggilmu."
" Baik tuan." Amel keluar dari ruangan dan duduk di samping kursi sambil mengatur jadwal Justin besok.
Tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 22.00, terlihat di luar pintu ruang kerja sekertaris duduk lemas di lantai karena dari siang sampai sekarang dia terus bolak balik masuk ke ruang kerja untuk menjawab pertanyaan Justin.
" Amel..." teriak Justin membuat Amel yang hampir tertidur sontak berdiri karena kaget.
" I.. iya tuan." Amel masuk dengan senyum terpaksa.
" Kamu bisa pulang sekarang dan besok jangan terlambat kau harus datang jam 07.00, mengerti." jelas Justin.
" Baik tuan, kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan." Amel dengan sigap keluar dari ruang kerja dan bernafas lega.
" Hemm." Justin kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Waah sumpah kaki gue hampir copot karena bolak-balik, gila yah bisa-bisanya buat orang bolak-balik kaya gitu padahal kan bisa di tanya sekaligus atau duduk di sofa ruangan ke, emeng gila." gumam Amel.
Justin sangat gila kerja dan fokus pada perusahaannya sehingga dalam 3 hari ini sudah terlihat hasil yang cukup besar dan perlahan perusahannya terlihat sudah meningkat, Justin dan Melin terlihat sangat hidup bahagia.
Berbeda dengan Angel selama 3 hari ini dia hanya terus melamun sambil mengikuti Momy Sri yang terus mengajaknya mengobrol dan bermain di taman bunganya.
" *Ternyata Move on tidak mudah yah, aku masih belum melupakanmu tapi kamu sudah hidup bahagia dengan dia." batin Angel* yang melamun sambil menata bunga di vas.
" Lihat dia terus melamun, dia belum berhasil move on." bisik Momy ke Papi.
" Benar, sampai sekarang aku masih heran dengan Justin yang meninggalkan gadis sebaik Angel." gumam Momy sedih.
" Sudah jangan sedih kita doakan yang terbaik untuk mereka." Papi Steven mengelus pundak istinya untuk menenangkannya.
2 minggu sudah berlalu sejak perceraian terlihat Angel sudah mulai kembali ceria dia sangat suka merangkai bunga, memasak, dan membuat kue bersama Momy Sri. Mereka tampak sangat bahagia dan terlihat seperti ibu dan anak yang bersenang-senang, Kakek dan Papi sangat senang melihat kebersamaan mereka.
" Lihat istrimu sangat bahagia." Kakek menunjuk Momy Sri dan Angel yang sedang bercanda gurau bersama di dapur membuat kue.
" Itu semua karena Angel, dia adalah malaikat yang dikirim oleh tuhan sebagai pengganti Jesika." ucap Papi, Jesika adalah anak mereka yang meninggal saat berumur 2 tahun karena penyakit langkah.
" Hemm."
" Apa yang Kakek dan Papi lihat." ucap Brian dari belakang, Brian selama 2 minggu sangat jarang di rumah karena sibuk mengurus perusahaan yang di tinggal Justin.
" Kamu sudah pulang, gimana perusahaan ?" tanya Kakek.
" Sudah beres Kakek, sekarang sudah stabil." perusahaan sedikit bermasalah dengan para pemegang saham karena mereka mengetahui Justin pindah ke Bandung.
" Kau pasti sangat lelah, istirahatlah kami akan memanggilmu saat sudah makan siang malam." Papi menepuk pundak Brian.
" Baiklah, tapi apa yang mereka kerjakan ?" tunjuk Brian ke arah dapur.
" Haha, mereka sedang membuat kue." Jawab Papi.
" Mereka terlihat seperti ibu dan anak bukan." ucap Kakek.
__ADS_1
" *Aku harap masa depanku seperti ini, bisa melihatmu sebagai istriku memasak dengan momy." batin Brian tersenyum*.
" Ehem, cepat sana ke kamar." tegur Papi membuat Brian berhenti melamun.
" Ahh, iya." Brian menggaruk lehernya dan pergi ke kamarnya.
" *Haaa, jika saya aku tahu kau menyukainya maka Angel akan menikah denganmu dan aku jamin kalian pasti akan bahagia." bain Papi*.
Malam sudah tiba, Momy Sri dan Angel selesai menata makanan di atas meja makan dan waktunya memanggil 3 pria keluarga Leonal Batvin.
" Angel, bisa panggil Brian makan ?"
" Bisa Mom, aku pergi dulu yah." Angel meletakkan celemek di atas meja dan berjalan menaiki tangga.
" Oke." Momy Sri tersenyum melihat Angel.
Sesampainya Angel di depan pintu kamar Brian, dia mengetuk pintu kamar.
" Tuan Brian, makan malam sudah selesai." teriak Angel dari luar membuat Brian yang habis keluar kamar mandi sontak kaget.
" Ii..iya." teriak Brian dari dalam dengan cepat lari ke walk in closet.
Angel menuruni tangga batu 5 tangga Brian sudah menyusulnya duluan, membuat Angel heran karena Brian terlihat buru-buru turun ke bawah.
" Kayanya habis mandi, baunya wangi banget, astaga aku mikir apa sih." gumam Angel menepuk dahinya.
Angel berjalan ke arah meja dan duduk di samping Brian, ini pertama kalinya Brian ikut makan bersama mereka setelah Angel sudah 2 minggu di Mansion, terlihat Angel dan Brian canggung. Makan malam sudah selesai mereka kumpul di ruang keluarga di temani canda gurau dan TV dengan channel berita.
Mereka lebih fokus bercanda gurau di banding menonton tapi tiba-tiba terdengar reporter menyebut nama Justin Leonal Batvin, sontak mereka semua berbalik melihat TV.
" ***Siapa yang tidak tahu tuan Justin Leonal Batvin, dia adalah seorang pengusaha muda di Indonesia, dia dulu menjalankan perusahaan keluarganya di Jakarta dan berhasil membawa Perusahaan L.B menduduki perusahaan besar dan sukses nomor 1 di dunia, namun tidak disangka sekarang dia membuat perusahaannya di Bandung dan berhasil memasuki 10 perusahaan terbesar di Indonesia dalam waktu 2 minggu." ucap Reporter***.
Mereka tidak enak pada Angel tapi Angel tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa.
" ***Sekarang saya bersama dengan Tuan Justin Leonal Batvin, selamat siang tuan Justin bagaimana kabar anda*** ?"
" ***Selamat siang dan kabar saya sangat baik." jawab Justin tersenyum. Mereka mengobrol tentang bisnisnya tapi tiba-tiba Reporter bertanya hal pribadi***.
" \*\*\*Ooh benar, katanya ada rumor sekarang yang beredar bahwa anda akan menikah dengan kekasih anda, apa itu benar ?"
" Hahaha, itu benar." Justin tertawa sangat senang\*\*\*, Angel yang melihatnya seketika hatinya seperti ditusuk.
" \*\*\*Woow, aku jadi penasaran, kalau boleh tahu siapa wanita yang sudah merebut hati anda ?"
" Hahaha, dia adalah salah satu model di Eropa yang bernama Melin."
" Waah, sangat mengejutkan."
" Lantas kapan anda akan menikah ?"
" Sebenarnya kami sudah menikah tapi belum mengadakan resepsi dan resepsinya akan kami laksanakan pada hari senin minggu depan, mungkin ini terlalu cepat tapi aku harus menuruti kemauan ibu hamil ."
" Wahh, selamat tuan Justin." ucap Reporter\*\*\*.
" Apa-apaan ini." teriak Kakek dan mematikan tv.
Papi Steven melihat Angel menunduk seperti menahan tangisnya, Papi memberi kode pada Momy dan Momy segerah membawa Angel ke kamarnya.
__ADS_1
Thanks you for reading š¹š¹