
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Angel mengangguk seketika Brian menarik tangan Angel dan meninggalkan Justin yang masih tertawa, entah apa yang dia ter tawakan hanya dia yang tau. Brian menuntun Angel duduk di kursi mobil dan memasangkan sabut pengaman pada Angel. Brian sangat kasihan pada Angel, Brian duduk di kursi setir dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Justin.
Brian mengendarai mobilnya menuju ke apartemennya di sepanjang jalan Angel terus melamun melihat ke luar jendela, dia seakan tidak memiliki aura hidup. Brian memarkirkan mobilnya di parkiran dan membukakan pintu Angel, Brian menatap Angel dengan tatapan kasihan.
" Angel kau tidak apa-apa." tanya Brian tapi Angel tidak merespon Brian dia hanya diam melamun.
Brian yang tidak tau harus apa, dan lebih memilih mengendong Angel dan menaiki lift menuju ke kamar apartemennya. Brian masuk ke apartemennya mengantar Angel ke kamar tamu, Angel masih saja melamun di atas sofa menghadap ke jendela. Brian tidak tau apakah Angel sadar dia ada dimana atau tidak.
" Aku harap kau baik-baik saja." ucap Brian berharap Angel tidak trauma dengan apa yang dia selama ini alami.
Brian meninggalkan Angel yang masih melamun, saat Brian keluar air mata Angel menetes dan membasahi pipinya.
" Kenapa kau begitu kejam padaku hiks." gumam Angel.
" Aku sudah berusaha membuatmu mencintaiku tapi kenapa semua usaha yang aku coba tidak mempan untukmu." teriak Angel.
Brian yang belum meninggalkan depan pintu kamar tamu mendengar Angel, Brian memutuskan melaporkan Justin pada Momy Sri dan Kakek David.
š " Halo nak, ada apa ?" tanya Momy Sri
š " Mom, aku mohon izinkan Justin dan Angel cerai." ucap Brian dengan tegas.
š " Apa maksudmu nak ?" tanya heran Momy Sri.
š " Hubungan mereka tidak sebaik yang Momy lihat, itu semua hanya akting mereka." ucap Brian membuat Momy Sri kaget dan bingung dengan apa yang terjadi karena pasalnya Justin dan Angel terlihat sangat romantis dan saling mencintai di hadapannya.
š " Momy tidak mengerti."
š " Mom, Justin dan Angel akting seakan hubungan mereka baik-baik saja di hadapan kalian tapi faktanya itu semua akal-akalan Justin agar tidak menyakiti perasaan mu, tapi sebenarnya Angel sangat tersiksa dengan pernikahan mereka." ucap Brian mengepalkan tangannya karena mengingat sikap kejam Justin pada Angel.
š " Dari mana kau tau ?" tanya Momy Sri dengan wajah sedihnya.
š " Mom.." Brian menjelaskan pada Momy Sri dari A-Z tentang hubungan Angel dan Justin selama ini, serta alasan Justin pura-pura sangat mencintai Angel, Momy Sri sangat shock mendengar penjelasan Brian.
" Bruk." suara hp jatuh, Momy Sri jatuh terduduk di atas sofa.
__ADS_1
š " Mom...mom..."panggil Brian khawatir dengan Momy Sri.
" Sri kau kenapa ?" teriak Kakek David menghampiri Momy Sri.
" Sayang..kau kenapa ? apa yang terjadi." tanya Papi Steven heran dengan Momy Sri.
" Anak kita Justin selama ini selalu menyiksa Angel." Momy Sri menangis dengan keras. Kakek David yang butuh penjelasan lebih mengambil Hp Momy Sri yang jatuh ke lantai.
š " Brian jelaskan pada Kakek." Brian menjelaskan untuk kedua kalinya pada Kakek dan hal itu membuat Kakek sangat syok bercampur marah dengan Justin.
š " Apa, berani-beraninya dia bertindak seperti itu." geram Kakek David.
š " Kau jaga Angel dengan baik biar Kakek yang urus masalah ini.
š " Tidakkkk." teriak Angel membuat Brian balik ke belakang melihat Angel dengan wajah khawatirnya.
" Aku mohon jangan mencampuri hubungan kami, biarkan aku lebih berusaha memperjuangkan hubungan kami." teriak Angel berlutut di hadapan Brian, Brian mengaktifkan spiker hpnya.
š " Angel, tidak perlu memperjuangkan orang seperti itu." tutur Kakek David dengan suara lembutnya.
Kakek yang mendengar Angel yang sangat berusaha memperjuangkan pernikahan mereka mulai melunak.
š " Baiklah, tapi jika hubungan kalian masih seperti itu maka Kakek mohon lepaskan bajingan itu, kamu berhak bahagia Angel."
" Baik Kek." ucap Angel merasa lega.
Brian mematikan telepon dengan sedikit kesal karena Angel masih ingin bertahan dengan suaminya yang sering menyiksanya. Brian meninggalkan Angel di ruang tamu dan masuk ke kamarnya.
"Dasar gadis bodoh." gumam Brian.
Angel masih berlutut dan menangis di ruang tamu meratapi nasibnya. " Ya tuhan aku mohon kuatkan aku menghadapi semua sikap suamiku, dan kumohon lembutkan lah hatinya untuk ku." gumam Angel berdoa pada tuhannya, Angel terus menangis dan sandar di sofa hingga Angel tertidur karena kecapean menangis.
Tidak terasa waktu terus berjalan dan tibalah jam 12.00, Angel terbangun dan melihat jam. Angel sangat kaget melihat sekarang sudah jam makan siang dan Angel belum memasak.
" Astaga." gumam Angel dan berlari ke kamar yang di masuki Brian.
__ADS_1
" Bruk..bruk." gedor Angel pada pintu kamar.
" Tuan, tolong antar saya pulang saya harus menyiapkan makan siang untuk tuan Justin."
" Bodoh amat, kau pulang saja sendiri ke rumah neraka mu." terik Brian dari dalam yang masih merasa kesal.
Angel yang mendengar itu seketika berlari keluar dari apartemen saat ingin menaiki Lift Brian duluan masuk ke Lift membuat Angel bingung.
" Cepat masuk." ucap Dingin Brian pada Angel yang masih menatap heran padanya.
" Ba..baik." Angel mengangguk dan masuk ke lift.
Brian mengendarai mobilnya menuju ke rumah Justin, di sepanjang jalan Angel sangat gelisah karena menurutnya perjalanannya sangat lama. 20 menit kemudian mereka sampai di rumah Justin, seketika Angel berlari keluar masuki rumah Justin. Brian yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dan memutar setirnya meninggalkan rumah Justin.
Angel berlari masuk dan segera ke dapur untuk memasak, 40 menit Angel bertempur di dapur Angel sudah selesai menyiapkan makan siang, Angel segerah naik ke lantai 2 membawah makan siang Justin. Sebelum mengetuk pintu Angel melatih senyumnya agat terlihat manis di hadapan Justin walaupun tidak pernah di anggap Angel terus berusaha.
" Selamat siang suami ku." bisik Angel dengan suara kecil.
Baru saja Angel ingin mengetuk pintu terdengar suara haram yang tidak seharusnya terdengar di telinga seorang istri pemilik kamar. Angel dengan sangat jelas mendengar suara itu yang terus menyebut nama Justin. Angel hampir jatuh karena seakan kakinya sudah tidak kuat menahan tubuhnya.
" Ya tuhan apa yang harus kulakukan." gumam Angel menangis.
Angel berusaha mengangkat kakinya menuruni tangga namun 5 tangga lagi sampai di lantai 1 Angel sudah tidak kuat dan tanpa sengaja Angel menjatuhkan nampan makan siang Justin.
" Prang..prang.." suara pecahan piring jatuh berhamburan di lantai.
" Aaah." Angel sangat kaget dan segerah menunduk memunguti pecahan piring.
" Apa yang kau lakukan disini." teriak Justin yang melihat Angel memunguti pecahan piring dan lauk yang berserakan. Angel berbalik melihat Justin berdiri di lantai 2 dengan handuk melilit di pinggangnya serta keringat yang bercucuran di tubuhnya seketika air mata Angel menetes deras ke pipinya
" A..aku." Angel bergetar menahan tangisnya.
" Dasar wanita tidak tau diri, aku sudah mengusir mu tapi kamu masih pulang ke rumah ku, kau benar-benar menginginkan hartaku bukan ?" teriak Justin pada Angel yang menatapnya dengan mata berair.
Justin ingin menuruni tangga tapi di cegah oleh seorang wanita yang muncul dari kamar Justin dengan hanya menggunakan kemeja Justin, wanita itu adalah Melin dia merangkul tangan Justin dengan manja. Hati Angel sangat sakit melihat itu di tambah Justin tersenyum dan mengelus lembut kepala Melin.
Hal kecil ini yang selalu di doakan Angel tapi dia tidak pernah mendapatkannya, tapi hanya sebuah siksaan dan kata kasar yang terus terlontar dari mulutnya untuk Angel.
__ADS_1
Thanks you for reading š¹š¹