
🌹🌹Happy reading 🌹🌹
Angel bersiap-siap di kamarnya, hari ini dia memilih dres putih selutut bermotif bunga warna kuning, Angel menggunakan sedikit hiasan di wajahnya dan sedikit lipstik yang terlihat natural di bibirnya. Angel menggunakan tas back berwarna putih dan sepatu putih.
" Perfect." Angel tersenyum manis sambil mengedipkan matanya di depan cermin.
Angel berjalan keluar dari kamarnya sambil tersenyum manis, Angel terus tersenyum di bawah terik matahari, semua orang sangat kagum pada kecantikan Angel, semua pelayan lelaki melirik Angel dengan mata berbinar.
" Wow, gadis itu sangat cantik."
" Aku nggak pernah melihatnya disini."
" Apa dia keluarga dari nyonya Sri ?"
" Bukan dia pelayan baru, di baru datang semalam."
" Ooh, berarti masih ada kesempatan buat dapetin dia dong."
Semua orang berbisik-bisik kagum pada Angel. Angel memasuki mansion dan menuju meja makan. Terlihat kepala pelayan masih membantu Chef dan Koki menata makanan untuk makan siang Kakek David dan momy Sri.
" Selamat siang, bibi aku sudah siap." sapa Angel sambil berputar di hadapan bibi.
" Kamu sudah selesai." Kepala pelayan membuka kaos tanggannya dan menuju ke dapur.
" Ini kotak makan siang berwarna hitam untuk tuan muda dan berwarna putih untuk tuan Brian." Jelas kepala pelayan menunjuk 2 kotak makan siang.
" Baik."
" Kamu akan di antar sama sopir ke perusahaan untuk mengantar makan siang dan ambil ini, kartu ini kamu tunjukkan pada staf yang bertugas disana dan mereka akan mengantar mu ke tuan muda." Kepala pelayan menjelaskan pada Angel dan memberikan Angel sebuah kartu pengenal kepala pelayan.
" Baik." Angel pun meninggalkan kepala pelayan dan keluar dari mansion. 10 menit kemudian sopir keluarga Leonal Batvin sudah datang, Angel pun masuk ke dalam mobil. 35 menit kemudian mereka sudah berada di depan perusahaan Leonal Batvin.
" Woow, gedungnya besar banget." Angel terus memandang ke atas dengan kagum. Angel pun masuk ke gedung tersebut dan terlihat di setiap sudut perusahaan ini sangat elegan bahkan semua karyawannya tampak sangat elegan.
" Astaga, nanti aku mau magang di sini ahh, bagus banget." Angel tidak ada habis-habisnya kagum dengan apa yang dia lihat. Angel berjalan menuju meja staf yang jika ada yang ingin di tanyakan atau ingin bertemu seseorang lewat dia.
__ADS_1
" Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?."
" Saya mau membawakan makan siang untuk tuan muda." Angel menunjukkan kartu yang di berikan oleh kepala pelayan.
" Ooh iya, silahkan anda naik ke lantai 18, pakai lift yang sebelah kanan yah." Staf memberikan arahan pada Angel.
" Makasih, saya pamit dulu." Angel pun meninggalkan Staf tersebut dan menuju lift khusus untuk Justin. Angel menekan angka 18, Angel sangat gugup karena pasti Angel akan di kerjain oleh Justin.
" Semoga aja dia nggak ngerjain aku lagi."
Angel keluar dari lift dan terlihat di lantai ini hanya ada 2 pintu dan Angel yakin pintu yang terlihat sangat elegan dan di depannya ada sebuah meja yang diduduki seorang wanita, pasti ruangan Justin. Angel pun berjalan menuju meja yang di duduki seorang wanita.
" Permisi, saya mengantarkan makanan untuk tuan muda lebih tepatnya direktur Justin." Angel tersenyum dan memajukan bekal tersebut di hadapan sekertaris wanita.
" Tunggu sebentar ya nona." Sekertaris wanita itu merapikan pakaiannya dan berjalan ke pintu elegan dan mengetuk. Setelah ada suara di dalam baru lah sekertaris wanita masuk sambil menunduk hormat. Sekertaris wanita masuk 3 menit kemudian sekertaris itu masuk dan mempersilahkan Angel masuk.
Angel masuk dan melihat Justin yang fokus pada pekerjaannya, Angel meletakkan kotak makan Justin di atas meja, setelah meletakkan kotak makan Angel pun berjalan keluar.
" Maaf tuan, saya mau mengantar makan siang tuan Brian." Angel mengangkat kotak makan Brian berwarna putih.
" Ooh, cepat ambil kotak makan itu kembali."
" Tapi tuan, anda harus makan siang."
" Aku bilang bawa keluar." Justin melotot pada Angel dengan mata yang memerah dan terlihat urat di lehernya. Angel pun yang tidak mau cari masalah mengambil kotak makan itu dan keluar dari ruangan Justin.
" Dasar tuan pemarah." gumam Angel.
Angel berjalan ke ruangan Brian dengan dua kotak makan di tangannya. Angel mengetuk pintu dan Brian menyahut.
" Masuk." Angel masuk ke ruangan Brian dan terlihat Brian fokus pada komputernya.
" Maaf tuan, saya di suruh mengantar makan siang tapi tuan muda Justin menolak dan memarahi saya , apa kah tuan bisa memberikannya pada tuan muda Justin." Angel menatap penuh mohon pada Brian.
__ADS_1
" Letakkan saja di situ, biar saya yang mengurusnya." Brian menatap datar pada Angel.
" Terimakasih tuan, ooh iya kotak putih ini milik tuan Brian." Angel tersenyum dan meninggalkan ruangan Brian. Sebenarnya Angel datang di waktu yang tidak tepat karena Justin sedang kesal karena bagian marketing sedang bermasalah.
Angel keluar dari perusahaan Leonal Batvin, Angel masuk ke dalam mobil dan menuju kampus Angel, 15 menit perjalanan Angel sampai di depan kampus.
" Terimakasih pak." ucap Angel pada sopir.
" Iya, nona Angel selamat belajar." Angel pun turun dari mobil dan masuk ke kampusnya. Angel memiliki kelas pada jam 13.00 - 15.00, saat selesai kelas Angel bersiap-siap kerja di Bar marmes. Angel bekerja di tempat lain selain mansion karena sudah isin pada momy Sri untuk bekerja di tempat lain dengan syarat datang sebelum Justin pulang yaitu pukul 18.00.
Angel bekerja seperti biasa, Angel bertugas sebagai cleaning servis. Saat pukul 17.00 Angel selesai dengan tugasnya dan bersiap-siap untuk pulang.
" Pak, saya sudah selesai, pamit pulang dulu ya pak." Angel pamit pada managernya.
" Iya, hati-hati yah Angel." Angel tersenyum dan berjalan keluar saat berada di depan lorong ruang tamu VIP, Angel melihat orang yang sempoyongan dan di papah oleh 2 orang yang bertubuh besar dan kekar. Angel merasa mengenal lelaki yang di papah itu dan benar saja itu adalah Justin.
" Hay, kalian mau apa dengan tuan muda ku." teriak Angel sambil menunjuk lelaki itu tapi tidak berani maju.
" Ini bukan urusan mu pergi saja." ucap pria itu dan kembali memapah Justin. Angel yang melihatnya tidak melepaskan Justin, Angel berani melempar sepatunya kepada pria tersebut dan membuat kedua pria itu menatap tajam pada Angel. Angel mulai takut dan mundur perlahan-lahan tiba-tiba Brian menepuk pundak Angel.
" Tetap disini."
Brian berjalan santai ke arah mereka dan salah satu pria tersebut melayangkan tinjunya dan di tangkis oleh Brian, mereka pun berkelahi dengan sengit tapi tidak lebih 5 menit mereka kalah oleh Brian. Brian berlari menuju Justin yang bersandar di tembok dengan wajah yang sangat merah serta pakaian yang acak-acakan. Angel masih berdiri di tempatnya dengan mata melotot, melihat kejadian di depannya.
" Angel cepat bantu aku." teriak Brian yang terlihat kesusahan memapah Justin yang bertingkah sedikit aneh."
" Eeh iya tuan." Angel berlari ke arah mereka dan tidak lupa memungut sepatunya dan memasangnya.
" Arrgh, panas." ucap Justin dengan wajah yang merah. Angel terlihat ragu membantu Justin, tapi di tegur oleh Brian.
" Cepat, kita harus membawanya pulang." teriak Justin yang semakin khawatir Justin akan semakin menggila disini.
" Ba..baik." Angel pun membantu memapah Justin keluar dari bar dan masuk ke dalam mobil. Angel mengusap lehernya dengan jijik karena ulah Justin yang terus menempel pada Angel.
__ADS_1
🌹 Thanks you for reading 🌹
Apa yang terjadi sama tuan muda Justin😥. Ikutin terus yah ceritanya dan jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan coment.