Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Usil


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Selesai makan, Angel merapikan kotak makan yang semua isinya sudah habis. Justin kembali duduk di kursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjaannya begitupun dengan Brian kembali ke ruangannya.



" Tuan saya pamit pulang dulu." pamit Angel tapi tidak di respon oleh Justin karena sakin fokus pada pekerjaan. Angel baru saja meraih handle pintu tapi tiba-tiba di tegur oleh Justin.



" Kau mau kemana ?" ucap Justin dingin tanpa mengalihkan pandangannya ke komputer.



" Tugas ku sudah selesai tuan, saya mau pulang ke rumah." jawab Angel.



" Aku tidak menyuruhmu pulang." Angel sangat bingung karena tidak tahu apa yang suaminya inginkan.



" Kemari dan pijit pundak ku, pundak ku sangat pegal." perintah Justin.



" Ooh baiklah." Angel meletakkan tasnya dan mendekati Justin. Angel berdiri di belakang Justin dan terus memijit pundak Justin.



" Disini tekan lebih keras." tunjuk Justin pada pundak kanannya.



" Disini." tanya Angel dan dibalas deheman oleh Justin.



Angel terus memijit Justin dan ta terasa sudah 1 jam Angel memijit Justin dengan posisi berdiri membuat tangan dan kakinya juga ikut pegal.



" Kau sangat lemah, tekan lebih keras bodoh." bentak Justin.



" Tuan aku sudah lelah." ucap Angel memohon belas kasihan Justin.



" Baru segitu udah lelah, lemah banget sana pergi dasar nggak guna." bentak Justin mendorong tangan Angel dari pundaknya.



Angel merasa lega walaupun di marahi tapi dia sangat senang karena disuruh pergi. Baru saja Angel berjalan ke arah sofa tiba-tiba Justin berteriak lagi.



" Mau kemana kamu ?" tanya Justin menatap pada Angel.



" Saya mau pulang tuan."



" Berapa kali saya bilang dan sudah jelas tertulis di kontrak kamu bisa pergi jika aku menyuruh mu pergi." teriak Justin dengan penuh amarah.



" Tapi tuan."



" Kamu selalu saja membantah, mulai sekarang kamu nggak boleh membantah ku dan aku akan menambah isi kontrak dengan melarang mu mengatakan tidak kau hanya bisa mengatakan iya, siap, maaf dan baik tuan." perintah Justin.



" Hanya kata itu yang bisa kau ucapkan di hadapan ku di luar kata itu maka aku akan membunuh mu." ancam Justin dengan seringai.

__ADS_1



" Dengar tidak." bentak Justin karena melihat Angel yang terus menunduk.



" I...iya tuan." ucap Angel dengan suara bergetar.



" Good, sekarang buatkan aku kopi." perintah Justin.



" Baik tuan." Angel dengan cepat menaruh tasnya dan keluar membuat kopi.



" Nona, dimana mesin pembuat kopinya ?" tanya Angel pada sekertaris wanita.



" Disana nona." tunjuknya di sudut kanan.



" Makasih." Angel berlari dan membuatnya dengan cepat.



" Semoga dia suka." Angel membawa kopinya masuk ke ruangan Justin dan meletakkan di meja kerja Justin.



" Silahkan tuan."



Justin meniup dan meminumnya, Justin mengerutkan dahinya.



" Apa ini kau tidak memberinya gula ?" bentak Justin.




" Baik tuan."Angel mengambil cangkir kopi dan kembali keluar.



" Hahaha,mampu lu gue kerjain." gumam Justin.



5 menit kemudian Angel kembali lagi membawa kopi Justin. Justin lagi-lagi mengatakan pahit dan Angel kembali membuatnya, sudah 5 kali Angel membuat kopi sampai Jam 15, ***Bayangin udah 1 jam bolak balik buat kopi***. Angel sudah mulai kesal dan kopi pertama yang dia buat kembali Angel panasi dan berikan pada Justin dan Justin mengangguk meminumnya.



Angel masih stay di ruangan Justin melayani Justin yang terus mengerjainya, jam 17.30 jam pulang kantor sudah tiba Justin merapikan jasnya dibantu oleh Angel. Mereka pulang bersama ke rumah mengendarai mobil Justin.



šŸŒ„ļøšŸŒ„ļøšŸŒ„ļøšŸŒ„ļø



Rabu pagi Angel terbangun di jam 06.00 seperti biasa rutinitas Angel adalah bersih-bersih, memasak, menyiapkan kebutuhan Justin. Jam 07.30 pekerjaan Angel sudah selesai dan waktunya membangunkan Justin.



" Tuan waktunya anda bangun." Angel membangunkan Justin dengan suara lembut dan senyum yang terus terukir di wajahnya.



" 5 menit lagi." ucap Justin dengan suara seraknya khas orang baru bangun.



" Tuan anda memiliki meeting hari ini." ucap Angel karena sudah diberitahu oleh Brian jika Justin memiliki meeting pagi.


__ADS_1


" Arrgh, menganggu saja." teriak Justin dan bangun dari tidurnya.



" Sampai kapan aku melihat wajah buruk rupa mu ini setiap aku bangun." Justin menepuk pelan wajah Angel. Angel hanya tersenyum menanggapi perkataan Justin.



" Bodoh." Justin mendorong wajah Angel dan meninggalkan Angel menuju kamar mandi.



" Sudah satu bulan pernikahan ku dengannya tapi aku masih belum bisa mendapatkan hatinya kak, apa yang harus aku lakukan." gumam Angel sangat sedih dan lelah menghadapi sikap kasar Justin padanya.



" Sepertinya aku tidak bisa membuat dia mencintai ku." gumam Angel yang sangat lelah menghadapi sikap Justin yang kasar.



Angel berjalan dan melewati cermin, Angel berbalik dan melihat pantulan dirinya di cermin.



" *Aku tidak terlalu jelek, aku masih termasuk golongan cantik tapi mengapa dia tidak menyukai ku, dan kenapa aku yang berusaha membuatnya mencintai ku bukannya seharusnya dia karena dia yang membuat ku masuk ke lubang neraka ini*." batin Angel yang mengingat tragedi yang membuatnya masuk ke lubang neraka ini.



" Jika bukan janjiku pada kakak ku maka aku akan meninggalkan kamu." gumam Angel.



" Gadis buruk rupa ngapain kamu berdiri di depan cermin ?, ooh aku tau kamu pasti melihat kenapa wajahmu sangat begitu jelek dan bu..ruk ru..pa." ucap Justin mengejek Angel.



Angel hanya membalas senyuman pada Justin dan mulai melayani Justin berpakaian, Justin terus menatap Angel yang sedang memasang dasi di lehernya.



" *Kau sebenarnya cantik tapi hati mu sangat licik, kau sungguh pantai memakai topeng tanpa berdosa mu ini*." batin Justin yang terus menatap lekuk wajah Angel yang bulat dan terlihat sangat imut dengan pipi yang berisi.



" Gadis buruk rupa luka mu sudah sembuh." ucap Justin membuka plester di pipi Angel.



" Auhh." Angel menjerit tidak tahan dengan tarikan plester di pipinya.



" Sorry, ternyata lukanya belum terlalu menutup." ucap ketus Justin dan merapikan plester Angel semula.



" Sudah selesai tuan." Angel sedikit merapikan dasi Justin dan berjalan mengambil sepatu Justin dan memasangnya di kakinya.



" Terimakasih." ucap Justin tanpa sadar dan meninggalkan Angel menuju pintu.


Angel yang mendengarnya heran dan bahagia.



Mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan. Seperti biasa Angel melayani Justin makan. Justin sangat suka dengan masakan Angel tidak bisa dipungkiri berat badan Justin naik dan hampir saja roti sobeknya hilang jika dia tidak terus berolahraga. Justin sudah selesai makan dan bersiap-siap berangkat ke perusahaan.



" Ingat bawa tepat waktu makan siang ku, jika terlambat 1 detik saja maka aku akan mencekik mu sampai mati." ancam Justin menyentuh leher Angel.



" Ba..baik tuan." jawab Angel dengan gugup.



" *Hahaha, dia sangat imut*." batin Justin.



Justin menaiki mobilnya dan berangkat ke perusahaan nya, Angel berlari masuk dan mulai bersiap-siap untuk ke kampus. Angel berdiri di depan gerbang rumah Justin dan Nanda yang di tunggu sudah datang, mereka pun berangkat ke kampus bersama.

__ADS_1



Thanks you for reading 🌹


__ADS_2