Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Kehancuran Justin


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Perusahaan Justin meningkat pesat karena keahlian Justin yang luar biasa, namun tiba-tiba saja manager masuk ke kantor Justin dengan nafas ngos-ngosan.



" Apa-apaan ini, kamu masuk dengan cara tidak sopan, kamu mau di pecat haa ?" teriak Justin marah.



" Maafkan saya tuan, tapi ini dalam keadaan darurat."



" Apa maksudmu?" tanya Justin heran.



" Perusahaan Brain memutuskan kontrak kerja dan hal itu membuat pemegang saham mundur satu persatu saat ini." jelas Manajer.



" Apaa?" teriak Justin khawatir karena Perusahaan Brian adalah perusahaan yang membantunya selama 5 bulan ini, perusahaan Justin berkembang karena atas dukungan perusahaan Brain.



" Dan masalah keduanya adalah sistem keamanan perusahaan sedang di teror oleh seseorang yang profesional, sehingga semua sistem kita sangat kacau tuan, jika dibiarkan selama 7 hari maka perusahaan akan hancur." jelas Manajer.



" Apaa." Justin sangat panik dan memerintahkan karyawannya mencari hacker yang terbaik untuk membantu karena kekurangan hacker untuk memperbaiki kekacauan pada sistem keamanan perusahaan.



Justin pergi ke perusahaan Brain untuk bertemu dengan direktur yang tidak pernah dia temui karena dia selalu diwakilkan oleh asistennya.



" Saya mau bertemu dengan Direktur." ucap Justin.



" Maaf tuan, tapi tidak sembarang orang bisa bertemu dengan Direktur."



" Kalau begitu biarkan saya bertemu dengan sekertaris Rehan."



" Tunggu sebentar yah pak." ucapnya dan menelfon seseorang.



" Dimana saya bisa bertemu dengan sekertaris Rehan ?"



" Maaf tuan, satpam."



" Iya."



" Tolong bawa keluar bapak ini dan jangan izinkan masuk ke perusahaan."



" Baik." ucap kedua satpam menarik tangan Justin.



" Apa-apaan ini, saya mau bertemu dengan sekertaris Rehan, hey..hey kau sudah tidak sopan memperlakukan ku seperti ini." teriak Justin.



Justin dilempar keluar dari perusahaan sehingga Justin sangat murka dan ingin memukul satpam tapi di halangi oleh suara familiar.


__ADS_1


" Tuan Justin anda sangat tidak sopan, datang ke perusahaan orang dan bertindak seperti preman disini." sahut sekertaris Rehan yang keluar dari gedung perusahaan.



" Sekertaris Rehan, hahah maafkan atas tidak kesopanan saya, itu karena saya kesal tidak diizinkan oleh mereka untuk bertemu anda."



" Itu semua karena atas perintah Direktur tuan Justin." Jelas sekertaris Rehan membuat Justin seketika khawatir.



" Ahh, maafkan saya."



" Tidak perlu, cepat katakan kenapa kau kesini membuat masalah ?" sekertaris Rehan bertanya secara inti.



" Saya kesini hanya ingin menanyakan kenapa tuan mencabut saham anda ?"



" Kami mencabut saham pada perusahaan anda, itu semua karena ulah istri anda, dan kami takutkan masalah istri anda mencemari nama baik perusahaan kami." ucap sekertaris Rehan.



" Apa yang istri saya lakukan tuan ?" tanya Justin yang bingung dan marah karena seakan mereka menjelekkan nama istrinya.



" Silahkan anda cari sendiri, kami tidak akan mencampuri hubungan pernikahan kalian." ucap sekertaris Rehan meninggalkan Justin yang masih diam kebingungan.



" Apa yang dia maksud, aku harus pulang dan menanyakan ini semua pada Melin." Justin pulang ke rumah dengan tergesa-gesa.



Saat sampai di rumah, Justin membuka pintu dan terlihat rumah sangat sepi.




Justin tidak ambil pusing, dia lebih memilih naik ke lantai 2 tempat kamar dia dan Melin berada, saat akan mengenggam gangan pintu Justin berhenti saat mendengar suara \*\*\*\*\*\*\* dari dalam kamarnya.



Justin terus menguping dan sadar bahwa itu suara Melin dengan seorang pria yang suara familiar di telinganya, Justin sangat kesal dan menendang pintu kamar membuat kedua insan yang menjijikan kaget.



" Apa-apaan ini." teriak Justin dengan mata melotot dan rahan yang mengeras.



" Justin.." teriak Melin.



" Aku bisa jelasin."



" Jelasin apa haa ?, kamu sudah melakukan itu di depan mataku tapi kamu masih mau menyangkal, dasar gadis murahan." teriak Justin menarik pria di atas tubuh Melin dan mulai memukulnya sampai babak belur.



" Hahah, dasar bodoh." ucap pria selingkuhan Melin.



" Kamu sangat bodoh bisa-bisanya kamu masih percaya dengan Melin yang sudah meninggalkanmu dulu karena selingkuh dengan ku, tapi kamu menerima dia kembali hanya karena dia berbohong meninggalkan mu karena sakit, hahahah." ucap sinis pria selingkuhan Melin yang sudah berlumuran darah di wajahnya.



" Diam kau..." teriak Justin melayangkan pukulannya tapi di tahan oleh sekertaris Justin.



" Tuan, tenangkan diri anda." ucapnya menarik Justin yang sudah tidak tahan menahan tangisnya.


__ADS_1


" Arggg, pergi kalian dari rumahku." teriak Justin.



" Apa maksudmu, kamu lupa kalau rumah ini adalah rumahku." ucap Melin membuat Justin mendongak menatap Melin.



" Kau yang seharusnya pergi dari rumahku."



" Dilihat dari ekspresi wajahmu, sepertinya kamu lupa dengan ini." ucap Melin menunjukkan surat yang dimana disana tertera semua harta atas nama Melin dan mereka juga sudah membuat kontrak pranikah yang dimana saat cerai Melin semua yang mengambil harta itu.



" Hahah, kamu sudah ingatkan, kalah begitu keluar dari rumahku sebelum aku memanggil polisi."



" Ooh iya, mulai hari ini kita cerai." ucap Melin.



" Apa yang kamu lakukan cepat bawa dia pergi dari rumahku." usir Melin menendang kaki Justin.



Justin masih diam tidak tau harus apa, sekertaris yang merasa kasihan memapah Justin keluar dari rumah dan menuju ke perusahaan yang kacau.



Justin terlihat pasrah dengan kekacauan ini dia sangat frustasi dengan perusahaan yang di ambang bangkrut, istri yang selingkuh, dan bati yang di kandung Melin ternyata bukan anak Justin. 2 hari kemudian perusahaan yang dia kelola 6 bulan ini sekarang sudah hancur, semua karyawan mengundurkan diri dari perusahaan Justin.



Terlihat Justin duduk di kursi kebesarannya yang sudah tidak berarti lagi, wajahnya sangat kusut dan tidak bertenaga dia seakan pasrah dengan keadaan yang menimpahnya.



" Permisi kami dari pihak bank akan menyita semua aset di perusahaan ini." Jelas pegawai bank yang datang tiba-tiba.



" Sita semua." perintahnya, Justin hanya diam mematung dan tanpa dia sadari salah satu pegawai bank memapahnya keluar dari perusahaan yang dia kembangkan selama 5 bulan ini.



" Hiks...apa yang harus aku lakukan." tangis Justin terduduk di depan perusahaan.



Justin terus berjalan menyusuri jalan tidak tahu harus kemana karena dia tidak memiliki tempat tinggal dan uang juga tidak ada, Justin terus menyusuri jalan dengan pakaian yang sudah sangat kusut, tanpa dia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 dia melihat warung makan dan perutnya berbunyi sangat keras pertanda lapar.



Wajar Justin lapar karena dari pagi dia tidak pernah makan hingga sekarang, Justin hanya menelan ludahnya dan melewati warung makan itu. Justin terduduk di pinggir jalan dan seseorang menghampirinya.



" Tuan, kenapa anda ada disini ?" tanya seorang pengemis kakek.



" Kamu siapa ?" tanya Justin mengerutkan keningnya.



" Saya pengemis disana, mungkin tuan lupa tapi saya masih ingat kebaikan tuan."



" Kebaikan ?" tanya Justin bingung.



" Iya, waktu itu saya sangat kelaparan karena tidak mendapatkan sumbangan tapi tiba-tiba bapak memberikan saya kotak makan, saya sangat bersyukur hari itu." jelas pengemis itu.



Sebenarnya kejadian itu saat Justin tidak ingin makan sarapan buatan pelayan karena rasanya sangat tidak enak, dia ingin membuangnya ke tempat sampah tapi melihat kakek yang terkapar lesu di atas kardus Justin inisiatif memberi rantang sarapannya untuk sang kakek dan itu sangat membantu kakek.



Thanks you for reading 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2