Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Nasib Justin di Paris


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Sudah 3 Tahun sejak Justin mengetahui pernikahan Angel dan Brian, sejak saat itu Justin memutuskan ke Paris untuk mengembangkan bisnisnya disana sekaligus melupakan Angel.



Bisnis Justin sangat meningkat di Paris bahkan dia memiliki beberapa cabang disana sayangnya bukan hanya perusahaannya yang meningkat namun rasa rindu Justin pada Angel juga semakin meningkat, dia tidak bisa melupakan Angel walaupun dia tahu bahwa seorang yang dia rindukan sekarang milik orang lain.



Karena beban pikiran itulah sehingga membuatnya semakin kurus dan lesu, wajahnya di penuhi dengan kumis dan jenggot yang tebal, baju yang dia gunakan hanya itu-itu saja, tidak pernah dia menggantinya. Sungguh tidak terurus, orang yang tidak mengenalnya pasti mengira bahwa dia adalah seorang pengemis karena jujur dia sangat mirip dengan gembel.



Makan tidak teratur karena setiap melihat makanan dia mengingat masakan Angel sehingga dia lebih memilih tidak makan.



Justine yang tampan, dingin, angkuh, sombong, arogan, dan bengis. Sekarang sudah hilang tanpa jejak bahkan sekarang itu semua hanya tinggal sejarah saja.



Sekarang Justin berteman akrab dengan kesepian, alkohol, makanan instan, dan pekerjaan menumpuk. Hanya itu yang selalu menemaninya selama 3 tahun ini, semua orang sangat prihatin melihat kondisi Justin namun tidak bisa berbuat sesuatu karena ini lah karma dari hasil yang dia tanam.



\*\*\*\*



Saat ini Justin duduk di lantai bersandar di kasurnya, ruang kamarnya sangat gelap hanya sedikit cahaya masuk dari cela gorden. Kamar tersebut dipenuhi dengan botol alcohol yang berserakan serta banyak tumpukan mangkok mie instan di sudut kamar.



Justine menatap dengan tatapan kosong pada bingkai foto ukuran besar, disana terpajang foto pernikahannya bersama Angel. Justine melamun menatap foto pernikahannya sehingga tanpa sadar putung rokok di tangannya sudah habis dan apinya menyentuh tangannya.



"Aaa.." gumam Justin melepas puntung rokoknya.



Justine kembali melihat foto tersebut dengan tatapan sendu, tiba-tiba pria arogan ini meneteskan air matanya dia menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.



"Ma..maaf maafkan aku." gumam Justin disela tangisnya.



"Tring... Tring..." suara dering telepon membuat Justin melirik teleponnya, ternyata sang Kakek yang menelpon. Justine segera menyeka air matanya dan menarik nafas sebelum mengangkat telfon.


__ADS_1


"Halo."



šŸ“ž : "Kau dimana ?" tanya Kakek dengan nada kesal.



"Aku lagi di rumah." jawab Justin dan dimatikan oleh Kakek.



Justine melempar hpnya ke kasur dan kembali meneguk botol alcohol nya hingga tetesan terakhir.



\*\*\*\*



Disisi lain Kakek bersama Momy Sri dan Papi Steven memasuki rumah Justine. Yaah mereka bergegas ke Paris ketika mendengar keadaan prihatin Justine selama 3 tahun ini, mereka telah dibohongi oleh sekertaris Justin bahwa Justin baik-baik saja dan menjalani kehidupannya dengan baik.



Sekertarisnya sengaja berbohong atas perintah Justin namun kemarin dia sudah tidak tahan melihat tuannya yang sangat menderita dan tidak terurus, dia tidak tahan melihat tuannya bagaikan mayat berjalan.



Dia memberanikan diri memberi tahu Papi Steven, di otaknya hanya memikirkan keselamatan tuannya dibanding keselamatannya karena jika Justin mengetahui bahwa di melapor maka sama saja mencari mati.




Momy Sri meminta asisten membawanya ke Justin, mereka menaiki tangga menuju lantai 2 tempat kamar Justin berada. Momy Sri menarik nafas panjang dan membuka pintu kamar Justin, dia segera menutup hidungnya karena bau yang sangat menyengat keluar dari kamar itu.



Momy Sri perlahan memasuki kamar, matanya melihat sekeliling kamar yang gelap dan sangat berantakan. Tanpa sadar Momy meneteskan air matanya ketika melihat anak satu-satunya duduk di lantai dingin sambil menatap sendu pada foto pernikahannya.



"Justin." panggil Momy dengan suara sendu, Justin yang mendengar suara dari seseorang yang sangat dia sayangi seketika di berbalik.



"Mom." gumam Justin namun segera dia membelakangi Momy dan menyeka air matanya.



"Justin." panggil Momy.



"Yah Mom, kenapa Momy kemari ?" Justin berdiri tersenyum ke Momy Sri berusaha memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja dan segera menggenggam tangan Momy Sri.


__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu nak ?" tanya Momy menyentuh wajah Justin yang dipenuhi oleh rambut jenggot yang lebat.



"Aku tidak apa-apa Mom, aku hanya sibuk jadi tidak sempat mencukur kumis ku dan merapikan kamarku."



"Momy tidak perlu khawatir." Justin menyentuh pundak Momy Sri berusaha membuatnya tenang.



Momy Sri semakin menangis karena di depannya bukan Justin yang dia kenal, Justin yang di kenal orangnya tidak suka berantakan dan sangat mementingkan penampilannya dia tidak suka menumbuhkan jenggot dan kumis. Namun sekarang semua itu tidak di pentingkan oleh Justin.



"Maafkan Momy." gumam Momy Sri di sela tangisnya.



"Apa yang Momy katakan, kenapa Momy meminta maaf ? Ini bukan salah Momy." ucap Justin memeluk Momy.



"Kenapa ? Kenapa kau seperti ini ? Apa yang terjadi padamu ?" tanya Momy Sri, menyeka air matanya.



"Aku ha..." ucap Justin namun di sela oleh Momy Sri.



"Apa karena Angel ?" tanya Momy menunjuk foto pernikahan Justin dan Angel.



"Bu..bukan, kenapa Momy sampai berpikir seperti itu haha." Justin menggaruk lehernya dan mundur menutupi foto tersebut.



"Tidak perlu berbohong, cepat ikut Momy turun ke bawah." Momy menarik tangan Justin keluar dari kamar.



"Awas kau." gumam Justin menunjuk sekertarisnya yang menunduk hormat, dan turun mengikuti tarikan Momy.



"Maaf tuan, keselamatan anda lebih penting." ucap sekertaris menunduk hormat.



Justin melihat ada Kakek dan Papi Steven duduk di sofa dengan tatapan datar, membuat Justin meneguk ludah karena sepertinya akan ada masalah yang akan menimpanya.



Thank you for reading 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2