
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Justin tersenyum bahagia melihat gerbang mansion yang sangat tinggi dan besar.
" Akhirnya aku sudah sampai disini.? gumam Justin.
" Hey kalian cepat buka gerbangnya dan siapkan mobil untukku." perintah Justin pada kedua pengawal yang menjaga gerbang.
Justin yang awalnya sangat bahagia tiba-tiba kesal karena kedua pengawal itu tidak meresponnya.
" Ka.." ucap Justin tapi berhenti karena mengingat dia sudah di usir oleh keluarga dan tentu saja sekarang dia tidak memiliki hak untuk memerintah mereka.
" Baiklah kalau begitu aku akan membukanya sendiri." ucap Jual tersenyum dan mengangkat kedua tangannya pada pengawal itu.
Justin mengangkat semua barangnya dan berjalan mendekati gerbang mansion tapi tiba-tiba 2 pengawal itu menghalangi Justin, membuatnya kaget.
" Kalian ini kenapa ? mau membukakan aku pintu atau tidak, jika tidak mau ya udah biar aku saja yang membukanya." ucap Justin mulai kesal.
" Maaf tuan, kami diperintahkan agar anda tidak memasuki mension." ucap pengawal membuat Justin kembali sadar bahwa dia sudah dibuang oleh keluarga sendiri karena wanita sialan itu.
" Kalau begitu, biarkan aku bicara dengan kakekku." ucap Justin memajukan tangannya.
" Kenapa kau diam cepat berikan hp mu, aku ingin bicara dengan kakekku." ucap Justin karena dia tidak memiliki nomor sang kakek, sejak dia dibuang oleh keluarganya nomor hp semua keluarganya sudah diganti termasuk telepon rumah sehingga 8 bulan di Bandung sia tidak bisa menghubungi Momy nya.
" Maaf tuan, anda tidak di izinkan berbicara dengan tuan besar."
" Alangkah baiknya anda pulang saja ke Bandung tuan."
" Tidak, aku lebih baik menunggu disini." ucap Justin berjalan ke ujung kanan bawah pohon.
" Tuan anda harus pulang ke Bandung sebelum tuan besar pulang, jika dia pulang maka anda akan dalam bahaya." ucap pengawal itu saat melihat Justin mengelar tikar di bawah pohon dan duduk dengan santai mengeluarkan kotak makanan.
" Aku tahu, maka dari itu aku sudah menyiapkan oleh-oleh agar dia tidak terlalu marah kepadaku." ucap Justin mengangkat buah rambutan dari hasil panennya di Bandung.
" Tapi tuan." ucap pengawal itu tapi berhenti saat di sodorkan rambutan.
" Nihh, biarkan aku disini dan kembali bekerja di post kalian." ucap Justin mengusir 2 pengawal itu.
2 pengawal itu yang sudah mengetahui sifat keras kepala Justin, mereka lebih memilih mengambil rambutan dan kembali ke post nya.
__ADS_1
" Lapor komandan, kami sudah berusaha mengusirnya tapi tuan muda sangat bersikeras untuk pergi." ucap pengawal pada radionya.
" Biarkan saja dia duduk disana, tapi tetap awasi dia agar tidak masuk ke mansion sebelum izin tuan besar." ucap komandan di radio.
" Baik komandan, siap laksanakan."
Kedua pengawal kembali menjaga gerbang dan sesekali melirik tuan Justin yang sedang membuka kotak makannya.
" Ini masakan kakek yang terakhir, kakek doain aku disana agar mereka bisa memaafkan aku terutama Angel." gumam Justin menatap sedih pada rantang makanan yang isinya adalah masakan kakek yang sudah mulai basi.
Justin tersenyum dan mulai menyentuh makanan itu dengan tangan kanannya dan menyuapinya ke mulutnya, saat makanan itu masuk ke mulutnya terlihat Justin berusaha menelannya dan mendorong nasi itu dengan air. Kedua pengawal mengawasi Justin dan salah satu pengawal yang dekat Justin mengendus seperti mencium bau basi.
Saat Justin menyuapi makanan ke dua kali ke mulutnya tiba-tiba pengawal mencegah Justin dan menendang rantang nasi Justin. Justin yang kaget dan sangat marah karena pengawal itu menendang rantang makannya.
" Apa yang kau lakukan ?" teriak Justin marah menarik kera baju pengawal itu.
" Tuan makanan itu sudah basi."
" Apa urusannya denganmu, mau aku makan makanan basi atau tidak itu urusan ku." bentak Justin di depan wajah pengawal itu.
" Kau tahu itu masakan terakhir yang kakek Amir buatkan untuk ku." ucap Justin memukul pengawal itu.
" Ahhh, sial." teriak Justin frustasi.
Justin menatap sedih ke makanan itu yang sudah berserakan di tanah, Justin berjongkok di samping makanan itu dia mulai memunguti makanan yang berserakan.
" Tuan biar saya bantu." tawar pengawal yang sudah menendang kotak itu tadi.
" Nggak usah, biar saya sendiri." tolak Justin.
Justin mengambil tahu yang terlempar tadi, Justin meneliti dan membersihkan tahu itu.
" Ini masih bisa di makan." ucap Justin dan ingin memakannya namun tiba-tiba seorang wanita berteriak di belakang Justin membuat dia kaget.
" Justin.." teriak momy Sri.
Justin yang mengenali suara momy Sri segera berbalik dan berlari memeluk momy Sri. Merek berpelukan cukup lama, mereka saling menumpahkan rasa rindu mereka. Walaupun Justin berbuat salah yang cukup fatal namun hal itu tidak bisa menghalangi rasa kasih sayang dari hati sang ibu.
" Mom, maafkan aku." ucap Justin menangis cukup keras di dalam pelukan ibunya.
__ADS_1
" Kamu pulang nak." ucap momy Sri mengelus lembut kepala Justin dengan sesekali terisak-isak.
" Mom, aku sudah menyesal, maafkan aku." ucap Justin melepas pelukannya dan menatap momy Sri, agar momy bisa melihat ketulusannya lewat mata.
" Aku tahu nak..aku tahu.." ucap momy Sri mengusap air mata Justin.
" Mom aku mau minta maaf pada Angel mom." Justin menggenggam tangan momy Sri.
" Mom, kenapa kamu diam ?, dia masih di mansion kan ? ayo mom aku ingin meminta maaf padanya." ucap Justin antusias.
" Angel dia.." ucap momy Sri dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.
" Kenapa ?" tanya Justin.
" *Cek..cek.." suara kakek lewat pengeras suara di atas gerbang*.
Justin kaget sekaligus senang karena bisa mendengar suara kakeknya lagi setelah sekian lama.
" Kakek, ini aku Justin, aku pulang " teriak Justin melambaikan tangannya di Cctv.
" *Pengumuman kepada Tuan Justin, agar segera meninggalkan Jakarta sebelum pasukanku menendang mu kembali ke asalmu." ucap kakek David*.
" Kakek maafkan aku, aku sudah mengaku salah dan aku kesini karena ingin meminta maaf kepada Angel." ucap Justin menunduk sedih.
" Aku pasrah kakek memukul ataupun menyiksa ku, aku akan siap menerima karena aku salah, tapi aku mohon izinkan aku meminta maaf pada Angel." teriak Justin dan sujud di aspal tanda bahwa dia bersungguh-sungguh dan siap menerima konsekuensinya.
" Aku mohon." teriak Justin lagi.
Momy Sri yang kasihan pada anaknya, dia pun ikut duduk di samping anaknya.
" Ayah, aku mohon berilah Justin 1 kesempatan untuk meminta maaf pada Angel. " teriak momy Sri.
Kakek David tersenyum karena melihat cucunya sudah merasa bersalah, dia pun menyuruh pengawal untuk membuka pintu gerbang, membuat Justin dan momy Sri tersenyum bahagia.
" Makasih kakek sudah memberikan aku kesempatan." teriak Justin menumpahkan air matanya.
" Meminta maaf pada Angel juga tidak ada gunanya, walaupun dia memaafkan mu namun dia tidak akan kembali padamu dan kamu akan tetap menyesal karena sudah menyia-nyiakan seorang bidadari yang tuhan titipkan untukmu." gumam kakek David.
" Selamat bersenang-senang dalam penyesalanmu cucuku." ucap Kakek David dia sebenarnya kasihan pada cucunya tapi dia juga kecewa dan marah padanya.
Thank you for reading š¹š¹š¹
__ADS_1