
š¹š¹ Happy reading š¹š¹
" Jadi nak Angel kamu mau menikah dengan Justin ?" tanya sang kakek, Angel terlihat ragu tapi saat melihat kakaknya, Angel pun mengangguk. Mereka tersenyum tapi beda halnya dengan Justin dia terlihat tidak terima.
" Aku mau pernikahan ini tidak dipublikasi." sahut Justin dengan wajah datarnya.
" Apa maksudmu ?" tanya kakek David.
" Justin, kau adalah penerus keluarga ini, maka pernikahan kamu harus di publikasi." ucap momy Sri, dia sangat menanti momen saat dia berdiri di altar melihat anaknya mulai mengikat hubungan.
" Pernikahan mu harus meriah, maka dari itu pernikahan ini perlu di ketahui masyarakat." ucap kakek David.
" Tapi kakek..." bantah Justin tapi di potong oleh Uni.
" Tuan nyonya, benar kata Justin, pernikahan ini tidak seharusnya di publikasi."
" Kenapa ?" tanya momy Sri dan kakek David bersamaan.
" Angel masi kuliah, berita dan kehebohan bisa mengganggu aktivitas Angel." jelas Uni dan membuat kakek David dan momy Sri mengangguk.
" Baik lah kalau begitu." ucap kakek David.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, Angel dan Uni pamit ke kamar Angel untuk bersih-bersih. Uni masih kagum melihat mension ini, Uni terus berjalan dan memasuki sebuah rumah besar dan seperti yang dikatakan oleh Angel bahwa ini adalah rumah pelayan. Mereka memasuki rumah pelayan itu dan menuju kamar Angel, saat memasuki kamar Angel menutup pintu dan berbalik memeluk kakaknya sambil terisak-isak.
" Angel maafkan kakak dek." Uni ikut menangis sambil memeluk dan mengelus kepala Angel.
" Hiks.. aku nggak mau menikah dengannya kak." tangis Angel semakin keras.
" Angel maafkan kakak dek, tapi ini jalan satu-satunya, kakak nggak mau kamu di gosip dan dijelekkan di luar sana dek." mereka terus saling berpelukan dan menumpahkan semua bendungan air mata. Uni tidak ingin melihat adiknya terus seperti ini, Uni pun melepas pelukannya dan menggenggam pundak Angel.
" Angel dengarkan kakak, aku tau kamu terpaksa menikah dengannya tapi ini jalan satu-satunya dek, Angel pernikahan bukan sekedar permainan anak kecil, maka dari itu buat Justin mencintai mu."
" Rintangan apa pun dalam ikatan itu jangan sampai jatuh terlalu dalam dek jika terjatuh maka bangkit lagi, kakak tidak mau melihat mu seperti tadi, lakukan untuk kakak dek. Ingat kamu ratunya di hidup mu maka jangan sampai membiarkan Justin maupun orang lain merendahkan mu, buat Justin bertekuk lutut padamu oke." Uni terus menyemangati Angel yang perlahan berhenti menangis.
" Angel janji ya, kamu harus terus berusaha mempertahankan pernikahan kalian dan jangan sampai kamu jatuh terlalu dalam dan memilih menyakiti dirimu sendiri seperti tadi."
__ADS_1
" Ta..tapi bagaimana jika aku sudah berusaha dengan keras tapi dia tidak menyukaiku dan terus merusak pernikahan kami ?." tanya Angel.
" Maka kamu berhak memutuskan tali ikatan ini dek, pernikahan itu ibarat sebuah rumah." Uni membawa Angel duduk di pinggir kasur.
" Jika kamu sudah berusaha membangun rumah itu dengan bahan-bahan yang berkualitas bagus tapi jika dia terus memukul bangunan itu terus dengan palu thor, ya pasti runtuh bukan, maka dari itu kamu bisa mundur jika sudah tidak bisa mempertahankan rumah itu. " Jelas Uni membuat Angel tertawa karena membayangkan Justin memukul dengan palu thor.
" Dia tidak akan mampu mengangkat palu itu kak." Angel tertawa dan Uni pun mengelus lembut kepala Angel.
" Jika perjuangan mu di sia-siakan maka tinggalkan di luar sana masih banyak yang menginginkan orang baik seperti mu." ucap Uni dan di balas Anggukan dan senyuman oleh Angel.
" Sekarang waktunya kita bersih-bersih mereka pasti menunggu kita." mereka pun memulai bersih-bersih dan bersiap untuk makan malam.
Di ruang kerja Justin terus mondar-mandir di depan Brian, Justin sangat gelisah dengan wajah yang merah karena menahan amarahnya.
" Arggh, dasar gadis licik."
" Hahah, rencananya berhasil aku tidak menyangka keluarga ku lebih memilihnya dari pada anak dan cucunya sediri." Justin memukul tembok di depannya membuat Brian hanya melihat Justin yang murka karena jika dia menegur Justin pasti dia yang kena bom ledak Justin.
" Kenapa kau mengira Angel yang merencanakan kejadian malam itu ?" tanya Brian sambil minum bir.
" Aku melihatnya dari cctv, dia sengaja memasukkan obat perangsang itu di minuman ku." wajah Justin semakin merah saat mengingat kejadian malam itu.
" Aku sangat yakin 100%." Justin sangat yakin bahwa Angel yang melakukan itu.
Brian hanya diam, Brian sampai sekarang belum mendapat informasi tentang kejadian hari itu karena semua rekaman cctv dan petunjuk pada hari itu semua hilang tanpa jejak.
" Justin.. Brian.. "panggil momy Sri, membuka pintu ruang kerja.
" Kalian sedang apa disini, cepat bersiap-siap makan malam." ucap momy Sri dengan senyum yang terus memancar dari wajahnya.
" Yaah, mom." ucap Brian menghampiri momy nya dan mencium keningnya.
" Cepat siap-siap dan turun yah." momy Sri membalas mencium pipi Brian, Brian pun naik ke lantai 2 tempat kamarnya berada.
" Justin kamu juga mandinya yang bersih yah terus pakai parfum ini." momy Sri memberikan parfum pada Justin.
__ADS_1
" Ini parfum apa ?" Justin melihat dengan teliti parfum itu.
" Itu jenis parfum yang selalu digunakan ayah mu saat kami pdkt, semua wanita tergila-gila pada ayah mu karena parfum ini." jelas momy Sri dengan antusias.
Justin melihat wajah momy nya yang sangat bahagia seakan ujung bibir itu sangat menyukai terangkat keatas. Justin pun mengambil parfum itu karena tidak ingin mengecewakan momy nya. Momy sangat senang saat Justin mengambil parfum itu.
" Kamu cepat kembali ke kamar mu dan bersiap-siap oke, jangan lupa memakai parfumnya." momy Sri mencium kedua pipi Justin dan pergi meninggalkan Justin.
Justin pun berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya, Justin bersiap-siap dia menggunakan baju hitam dan traning hitam. Justin melirik parfum yang diberikan oleh momy Sri.
" Haa, aku tidak akan menggunakan mu." ucap Justin dan berjalan ke kasurnya. Justin berbaring di kasurnya dan mulai memejamkan matanya, saat Justin memejamkan mata terlihat senyum momy Sri yang sangat tulus. Justin pun berdiri dan mengambil parfum itu dan menggunakannya.
" Aku tidak menggunakannya untuk mu gadis licik tapi aku menggunakannya untuk momy ku." ucap Justin dan berjalan keluar dari kamarnya.
Justin menuruni tangga dan momy Sri menghampirinya langsung mengendus aroma parfum Justin dan tersenyum.
" Kamu menggunakannya, Angel pasti langsung jatuh hati padamu." momy Sri tersenyum.
" Kamu panggil Angel makan malam yah." ucap momy Sri.
" Kenapa harus aku, suruh bibi saja."
" Angel calon istri mu jadi kamu harus membiasakan diri dekat dengan calon istri mu."
" Aku tidak mau." tolak Justin dan membuat senyum Sri pudar Justin yang melihatnya langsung merasa bersalah.
" Baiklah aku akan pergi." momy Sri pun kembali tersenyum.
Justin berjalan dengan wajah datarnya menuju ke belakang mension letak kamar pelayan berada, dia setiap langkahnya Justin terus mengumpat Angel dalam hati.
Thank you for reading š¹
__ADS_1
Dukun author dengan like dan coment, see you.š¤