Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Pernikahan Kontrak


__ADS_3

🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹


Sebelum baca, like dan coment dulu yah, makasih.



Acara pernikahan mereka selesai, semua orang bahagia melihat pengantin baru yang terlihat sangat cocok, tapi semua itu tidak benar. Semua tamu persatu-satu pulang ke rumah dan negaranya, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan terlihat Angel sudah sangat kelelahan karena harus terus berdiri dengan hells tingginya dan gaun berat.



" Sepertinya pengantin kita sudah kelelahan." ucap Uni memandang wajah Angel yang kelelahan.



" Ooh iya, Justin bawa istri mu ke kamarmu." momy Sri tersenyum.



" Justin jangan membuat istrimu terlalu lelah oke." bisik momy Sri.



" Justin, kemari lah sebentar." panggil kakek David yang menyuruhnya duduk di sofa, Justin mendekati kakeknya dan duduk.



" Ayah, aku mengantar Angel ke kamar dulu yah sepertinya Angel sudah sangat kelelahan."



" Hemm." Momy Sri dan Uni mengantar Angel ke kamar Justin.



" Ada apa kek ? cepat lah aku mau istirahat." Justin memijit lehernya.



" Istirahat atau malam pertama ?." ejek Brian dengan senyum mengejek membuat Justin melempar Brian dengan buah tapi Brian menghindar dari lemparannya.



" Sudah-sudah, jangan berkelahi terus ini minumlah." ucap papi Steven memberikan. Justin segelas jamu l, Justin yang masih kesal langsung meminumnya tanpa melihat isi gelasnya.



" Jamu, kenapa papi memberikan ku jamu ?." Justin mengerutkan keningnya.



" Itu jamu kuat." jawabnya dan membuat mereka tersenyum, Justin kaget dan ingin rasanya memuntahkannya.



" Apa !!"



" Sudah-sudah, sana kembali ke kamar mu." ucap papi Steven mendorong Justin.



" Ooh iya, jangan lupa membuatkan ku cucu." teriak kakek David dan mereka tertawa lagi karena melihat Justin yang marah.



Justin berjalan ke kamarnya saat masuk Justin melihat Angel sudah melepas gaunnya dan menggunakan piyama dan tidur di atas kasur Justin.



" Yaah, berani-beraninya kamu tidur di atas kasurku." teriak Justin membuat Angel yang hampir tertidur tiba-tiba berdiri karena kaget.



" Ma.. maafkan aku tuan." Angel menunduk pada Justin.



" Ingat yah, kamu itu hanya istri di atas kertas jadi jangan pernah berharap aku akan mengganggap sebagai istriku." Justin mendorong kepala Angel.

__ADS_1



" Ngerti nggak." teriak Justin di depan wajah Angel.



" Nge..ngerti tuan." Angel menjawab terbata-bata karena takut.



" Kalau ngerti sana pergi, ganggu pemandangan aja." Justin dengan kasar mendorong Angel dan membuat Angel jatuh.



Justin memasuki kamar mandi, Angel menghembus nafas kasar, Angel berdiri dan berjalan ke sofa. Angel tersenyum dan penuh syukur karena ada sofa yang bisa ia gunakan untuk alas tidur nanti. Angel mengambil kimono kering dan menggunakannya sebagai selimut.Ā  Angel langsung tertidur karena dia sangat kelelahan menampilkan senyum palsu di bawah tekanan dari Justin.



Justin keluar dari kamar mandi dan melihat Angel tertidur di sofa, Justin mengambil laptopnya dan seperti mengerjakan sesuatu di setiap ketukan jarinya dia terus tersenyum, Entah apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu.



Jam 6 Angel terbangun dari tidurnya, Angel merasa tubuhnya seperti remuk karena harus tidur di sofa setelah menjalani hari yang sangat melelahkan. Angel bangun dari tidurnya dan kaget saat melihat Justin berdiri di depannya yang terus menatap tajam padanya.



" Kau sudah bangun." ucap Justin dan dibalas anggukan oleh Angel.



" Ini tanda tangani ini dan hafal isinya." Justin menyodorkan berkas pada Angel, Angel mengambilnya dan melihat ada 15 lembar kertas dan betapa kagetnya Angel saat membacanya bahwa ini adalah surat perjanjian kontrak pernikahan.



" Kontrak pernikahan ?" tanya Angel.



" Iya, cepat tanda tangan di bagian sana." tunjuk Justin di bagian paling bawah kertas.




" Tapi tuan aku tidak bisa menadatangani ini." tolak Angel menyodorkan berkas itu.



Justin marah melihat Angel menolak berkas itu dan langsung mencekik Angel tanpa rasa kasihan pada istrinya.



" Kau memeng suka mencari masalah denganku yah, aku sudah baik-baik menawarkan mu surat ini tapi kau menolaknya." Justin semakin mengeratkan cekikannya membuat Angel kesusahan bernafas.



" Tu..tuan maa..maafkan aku." Angel terbata-bata. Justin melepas cekikannya karena tidak mau ada bekas cekikan di leher Angel.Ā 



" Uhuk..uhuk." Angel terbatuk dan berusaha menetralkan pernafasannya.



" Cepat tanda tangan kalau kau masih mau hidup." teriak Justin pada Angel.



Angel menatap Justin dengan wajah yang ketakutan dan air mata yang terus membasahi wajahnya. Angel menandatangani kontrak pernikahan itu dengan tangan yang bergetar.



" Yahh tuhan, bantulah aku melewati cobaan ini." batin Angel di setiap garis bolpoin yang menghiasi kertas itu.



"Entah pernikahan apa yang aku akan jalani namun aku mohon tetap kuatkan aku melewati cobaan ini dan isikan aku mengakhiri hubungan ini saat aku sudah tidak mampu memperjuangkannya." batin Angel.


__ADS_1


Justin yang melihat Angel sudah menadatangani kontrak itu, langsung mengambilnya selembar kontrak itu.



" 14 lembar itu adalah aturan dan kewajiban yang harus kamu lakukan selama 1 tahun ini, jika tidak mematuhi maka aku akan membunuh mu ingat itu." ucap Justin menarik rambut Angel ke belakang dan mencium leher Angel sehingga meninggalkan bekas \*\*\*\*\*\* di leher Angel. Angel kaget dan sontak mendorong Justin, Justin hanya tersenyum melihat reaksi Angel.



" Hahah kau jangan baper, aku melakukannya agar mereka tidak curiga pada kita bodoh." Justin tersenyum dan mengusap bibirnya meninggalkan Angel yang masih syok.



" Cepat mandi, baumu seperti sampah membuat ku jijik saja."



Angel yang masih syok berdiri merapikan sofa dan berjalan menuju kamar mandi. Tetesan air membasahi tubuh Angel, air matanya menyatu dengan tetesan air yang mengalir. Angel keluar dari kamar mandi dengan dres putih yang diberikan momy Sri. Angel melihat Justin yang sibuk dengan laptop di pangkuannya, Angel berjalan ke arah sofa tempat kertas peraturan dan kewajiban yang diberikan Justin padanya. Angel membacanya sangat terkejut karena peraturan dan kewajibannya lebih 100 poin.



" Ini serius aku harus menghafalkannya." gumam Angel tidak percaya dengan apa yang dia baca.



" Iyaa, kau harus menghafal isi kontrak itu karena jika ada 1 saja yang tidak sesuai keinginan ku maka kamu akan mati di tangan ku." ancam Justin yang masih fokus dengan laptopnya.



Angel hanya diam dan membaca semua isi kontraknya, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar membuat Angel menyembunyikan kontak dan berlari ke arah Justin memijit kaki Justin. Justin yang melihat Angel langsung menahan tawa karena Angel langsung mengikuti isi kontrak. Justin meletakkan laptopnya di meja nakas dan menarik Angel ke dalam pelukannya membuat Angel kaget.



" Momy masuk yah." momy Sri membuka pintu dan masuk ke kamar Justin di ikuti oleh Uni dan kakek David di belakang. Mereka tersenyum saat melihat Angel dan Justin berpelukan.



" Kenapa kalian masuk ke kamarku." teriak Justin dan menarik selimutnya menyelimuti Angel. Angel hanya pasrah dan bersembunyi di pelukan Justin karena malu.



" Omg, seperti kita datang di waktu yang kurang tepat dehh." momy Sri menutup mulutnya menahan senyumnya.



" Maaf Justin."



" Astaga, sepertinya kita mengganggu waktu mereka." ucap Uni.



" Sudah-sudah, kita keluar saja kalian menganggu proses pembuatan cucu buyut ku saja." kakek David tersenyum dan menarik momy Sri dan Uni keluar dari kamar Justin.



" Justin jangan terlalu kasar oke." teriak momy Sri.



" Pelan-pelan saja, jangan sampai adik ku lecet." teriak Uni.



" Sudah-sudah jangan mengejek mereka."



" Hahah." tawa mereka dan keluar dari kamar Justin.



" Mereka sudah pergi, sampai kapan kau mau memeluk ku ?."



" Ma..maafkan aku." Angel berdiri dan merapikan pakaiannya. Angel berjalan ke sofa dan membaca kontrak itu lagi. Justin yang melihat Angel hanya tersenyum dan memutar bola matanya dan lanjut mengerjakan pekerjaan yang tertunda.


__ADS_1


Thank you for reading 🌹🌹


__ADS_2