Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Cemburu


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Selesai kelas Nanda dan Angel pulang bersama, Nanda mengantar Angel ke rumah Justin dan pamit pulang. Angel masuk ke rumah dan mulai memasak makan siang untuk Justin, Angel sudah tidak membuat makan siang untuk Brian karena dilarang oleh Justin.



Angel berangkat mengantar makan siang Justin, Angel sudah mempunyai langganan ojek jadi Angel tidak lelah jalan kaki sampai depan kompleks.



Angel sampai di perusahaan Justin dan menaiki lif menuju lantai ruangan Justin berada. Angel mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam tiba-tiba sekertaris wanita menepuk pundak Angel.



" Nona, Direktur bilang makan siangnya di titip sama saya saja karena dia memiliki meeting penting."



" Ooh baiklah, ini." Angel memberikan kotak makan pada sekertaris wanita.



" *Kok, gue sedih yah nggak bisa ketemu dia ?" batin Angel tidal rela memberikan kotak makan itu*.



Angel berjalan keluar dari perusahaan Grup L.B, Angel berjalan menuju pemberhentian bus tapi tiba-tiba suara klakson dari belakang Angel membuatnya kaget.



" Angel.." teriak Gebril sahabat Angel.



" Eeh, Gebril." sapa Angel melambaikan tangannya.



" lo dari mana ?"



" Habis anterin makan siang."



" Oalah, lo perjalan mau pulang ni ?" tanya Gebril.



" Iya nih."



"kalau gitu gue antar yah." Gebril mengambil tas Angel dan membuka pintu mobilnya



" Makasih yah, maaf merepotkan." Angel tersenyum memasuki mobil Gebril.



Mobil Gebril menyusuri jalan dan sudah terlihat tanpa Angel sadari ternyata sedari tadi Justin melihat Angel dan Gebril yang membuatnya sangat marah sehingga tangannya mengepal sampai uratnya menonjol terlihat.



" Murahan." gumam Justin.



Sebenarnya Justin mengejar Angel setelah meeting nya selesai, sepertinya Justin sudah merasa nyaman di dekat Angel karena sifat Angel yang sangat lemah lembut dan begitu sabar menghadapi sikat Justin yang kasar.



" Hahah, aku tertipu dengan topengnya yang bersikap baik ternyata topeng aslinya adalah benar-benar pe\*\*\*\*r." Justin tertawa keras membuat sekertaris wanitanya heran pada bosnya.


__ADS_1


" *Kenapa direktur sangat marah melihat nona Angel bersama pria lain ?, apa direktur menyukai nona Angel ?, nggak mungkin sih soalnya direktur terus membentak dan memarahi nona Angel." batin sekertaris wanita heran pada Justin yang berjalan dan sesekali menendang ton sampah*.



Justin berjalan memasuki perusahaan dengan wajah yang sangat marah membuat semua karyawannya takut dan memilih menjauhi Justin karena takut terkena amarahnya.



" Argghh." teriak Justin menendang sofa di ruangannya.



" Dasar gadis mu\*\*\*\*n." teriak Justin.



" Lo kenapa ?" tanya Brian yang masuk di ruangan Justin karena mendengar teriakan Justin.



" Lihat kelakuan gadis mu\*\*\*\*n yang selalu dibanggakan oleh Kakek, dia ternyata selingkuh di belakang gue."



" Hahahah, wajar saja Kakek tertipu oleh gadis mu\*\*\*\*n itu, gadis itu sangat pintar menyembunyikan topeng liciknya di balik wajah sok polos dan baik itu." Justin tertawa.



" Bisa-bisanya gue berpikir akan memaafkan nya, hahah gue tidak akan memaafkannya dan gue akan semakin menyiksanya, hahaha." ucap Justin dengan seringai jahat di wajahnya.



" Lo jangan berpikir terlalu cepat, bisa saja yang lo lihat itu tidak seperti dugaan lu bisa saja dia teman atau sahabatnya bukan."



" Tidak mereka tidak berteman atau sahabat yang lo maksud, mana mungkin seorang teman mengelus kepala temannya dan membuka pintu mobil, tidak masuk akal." bantah Justin.



" Terserah lu aja." ucap Brian membuka kotak makan buatan Angel.




" Lah mau makan lah, gue lihat keknya lu benci sama Angel jadi pasti dong nggak suka sama masakannya jadi dari pada mubasir mending buat gue aja." ucap Brian membuat Justin semakin marah.



" Yah, makan aja masakan nggak enak itu, nggak sudi gue makan masakan gadis mu\*\*\*\*n itu." Justin berbohong padahal dia sangat nggak rela memberikan makanan itu pada Brian.



" Bagus lah kalau begitu." ucap Brian dan membuka kotak makan.



" Woow, bentuk hati sosweet banget sih." Brian sengaja memancing Justin, Justin yang kepancing melirik dan tersenyum tipis.



" Setelah gue pikir, gadis mu\*\*\*\*n itu sudah berusaha membuatnya untuk gue dan gue harus menghargai usahanya untuk memenangkan hati suaminya." Justin terlihat sangat pede dan menarik makan siangnya dari Brian.



" Lahh, lu kan nggak suka sama masakannya, Angel tidak akan tahu kalau gue yang makan jadi tenang aja Angel nggak akan berkecil hati karena masakannya habis dimakan." Brian mengedipkan matanya pada Justin.



" Nggak usah, gue nggak suka berbohong ke gitu." Justin mendorong tangan Brian dari kotak makan.



" Gila lu, tadi bilang nggak suka sekarang alih-alih menghargai usaha Angel, plin plan banget sih."



" Lah terserah gue lah."


__ADS_1


" Elah, ya udah gue bagi." ucap Justin membuat Brian tersenyum. Mereka oun makan bersama.



" *Ternyata kalau lu cemburu lucu juga, hahaha." batin Brian menertawai Justin*.



Waktu sudah menunjukkan pukul 17. 30 yang berarti waktu pulang kantor, semua karyawan perusahaan Grup L.B mulai pulang ke rumah masing-masing begitu pun dengan Justin dan Brian. Brian sudah tidak lagi mengantar Justin pulang karena Justin tidak menyukai Brian yang terus kerumahnya.



Justin masih memendam amarahnya soal Angel dengan pria yang bersamanya tadi siang. Justin memasuki gerbang rumahnya dan terlihat Angel berlari dari dalam rumah dengan senyum di wajahnya. Justin memarkirkan mobilnya di bagasi dan dihampiri oleh Angel.



" Selamat sore tuan." sapa Angel dan mengambil tas Justin.



Justin hanya cuek dan meninggalkan Angel, Angel sudah terbiasa dengan sikap Justin dan beberapa hari ini sikap Justin juga sudah tidak se kasar dulu. Mereka memasuki rumah Angel terus mengikuti Justin ke kamar.



Justin membuka Jas dan kemejanya dan melemparnya ke tubuh Angel. Angel tersentak kaget karena lemparannya cukup keras membuat Angel hampir jatuh.



" Bawakan aku alkohol di ruang kerja ku." perintah Justin dan memasuki kamar mandi.



" Baik tuan." Angel meletakkan jas dan kemeja Justin ke tempat cucian.



Angel berjalan menuju ruang kerja Angel, membuka lemari dan mengambil alkohol yang diminta Justin tidak lupa dengan gelas alkohol milik Justin, Angel keluar dari ruang kerja dan pergi ke kamar Justin.



" Tok..tok.." Angel masuk ke kamar Justin dan terlihat Justin masih menggunakan handuk di pinggangnya.



Angel meletakkan Alkohol dan gelasnya di atas nakas dan baru saja Angel keluar tiba-tiba di cekal oleh Justin dan menyiram Angel dengan satu botol alkohol.



" Ahh." jerik Angel.



" Apa yang tuan lakukan ?" tanya heran Angel.



" Kau sangat kotor makanya aku mensterilkan mu agar kotoran di tubuhmu hilang." Justin mengusap kepala Angel.



" A..aku sudah mandi tuan, jadi aku sudah bersih."



" Tidak." Justin menarik Angel dan melemparkannya ke ranjangnya.



" Tuan apa yang anda lakukan ?" tanya Angel dengan perasaan takut.



" Apa kau tuli, aku bilang aku akan mensterilkan mu." Justin mengunci Angel di bawahnya dan terus mencium Angel dari kujung kepala sampai ke ujung kaki namun ujung kepala yang sering di cium oleh Justin.



" Aku akan menghilangkan jejaknya." gumam Justin di telinga Angel membuat Angel heran.



Justin dan Angel melakukan hal intim suami istri untuk pertama kalinya sejak tragedi itu, awalnya Angel sangat takut namun karena kelembutan Justin membuat Angel perlahan menikmatinya.

__ADS_1



Thank you for reading 🌹


__ADS_2