
🌹 Happy Reading 🌹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author 🤗.
" Aku kotor aku kotor aku kotor, arrggh menjijikan." gumam Angel dan teriak, Angel terus mengingat aksi bejat Justin pada tubuhnya. Angel terus menggosok kasar tubuhnya hingga membuat tubuhnya merah sampai mengelupas dan berdarah.
Pukul 04.30 Justin terbangun dari tidurnya karena ingin buang air kecil, Justin membuka matanya dan melihat di sampingnya tidak ada Angel, Justin pun berdiri dan menggunakan handuk Angel.
" Kemana gadis buruk rupa itu." gumam Justin mencari Angel.
" Hiks..hiks...ahhhh..aku sangat menjijikan..." teriak Angel dari dalam, Justin diam mematung mendengar tangisan Angel.
" Kenapa...kenapa...kenapa..kenapa harus aku tuhan kenapa harus aku yang menderita seperti ini, apa salahku sehingga kau memberiku cobaan ini." teriak Angel putus asa.
" Cihh, ini pasti akal-akalan mu agar terlihat sangat menderita dan ingin dikasihani oleh ku, tapi sayang aku tidak akan merasa kasihan sedikitpun kepadamu." gumam Justin tersenyum kecil dan meniggalkan Angel menuju kamarnya melanjutkan tidurnya.
Angel menghabiskan 2 jam membersihkan tubuhnya, Angel pun keluar dari kamar mandi dengan sekujur tubuhnya merah sehingga menutupi bekas kecupan Justin pada tubuhnya, Angel terlihat ragu membuka pintu kamarnya karena tidak ingin melihat wajah Justin. Angel perlahan membuka pintu kamarnya dan Angel merasa lega karena tidak melihat Justin. Angel memakai pakaiannya, Angel duduk termenung di pojok kamarnya menatapi nasibnya.
" Kak, apa aku boleh menyerah ?"
" Aku sangat lelah."
" Aku sudah sangat berusaha membuatnya mencintaiku namun aku tidak bisa kak, aku sangat tidak berpengalaman untuk memenangkan hati dinginnya kak, aku tidak bisa." lirih Angel dengan air mata yang terus menetes di pipinya.
" Tidak bukan aku masalahnya disini tapi dia kak, ternyata selama ini dia sudah memiliki kekasih kak pantas saja dia tidak menyukaiku."
" Ternyata benar kita bisa mengalahkan orang yang suka padanya namun kita tidak bisa mengalahkan orang yang dia suka." gumam Angel tersenyum tipis.
" Sebesar apapun usaha ku memikatnya namun dia abaikan."
" Kak, aku sungguh lelah dengan sikapnya." gumam Angel.
Pagi sudah tiba jam 07.30 Angel masi duduk di pojok kamarnya Angel terlihat terus termenung dia sangat tidak semangat hari ini. Pagi yang tenang tiba-tiba Justin teriak memanggil Angel namun tidak terdengar oleh Angel.
" Gadis pembawa sial." teriak Justin menuruni tangga masih menggunakan bokser hitamnya.
" Arghhh kemana dia." Justin pergi ke dapur namun tidak melihat Angel. Justin berjalan ke arah kamar Angel dan menendang pintu Angel sehingga pintu itu rusak.
" Bruk." suara pintu terbentur di tembok, suaranya begitu keras namun Angel tidak bergeming dengan suara itu, dia masih diam mematung di pojok kamar.
" Gadis pembawa sial, kenapa kau tidak membangunkan ku ?, apa yang kau lakukan sekarang haa ?, ooh aku tahu kau sedang balas dendam padaku." Justin mendekati Angel dan menarik rambut Angel dengan kasar.
__ADS_1
" Ahhh." jerik Angel.
" Yah, gadis licik jangan menunjukkan akting buruk mu padaku karena itu tidak akan berguna untuk ku, kamu pikir aku akan mengasihani mu ?." Justin masih menarik rambut Angel sambil menepuk kasar pipi Angel.
" Never, aku tidak akan merasa kasihan padamu walaupun itu sebesar debu." Justin tersenyum pada Angel yang terus menatap Angel dengan tatapan kosong.
" Sekarang tidak usah akting sepat sana lakukan tugasmu, kau membuat ku terlambat saja." Justin mendorong kepala Angel sehingga Angel jatuh mengenai ujung lemari cukup keras.
" Kau.." Justin menunjuk luka Angel di pelipisnya yang berdarah.
" Kau gila, pelipis mu berdarah kenapa masih bengong seperti itu." bentak Justin pada Angel yang masih melamun.
" Arggh, dasar beban." Justin meninggalkan Angel yang masih diam mematung.
" Gadis itu sudah gila." gumam Justin menuju ke kamarnya.
" Brumm." suara mobil di depan rumah Justin. Pemilik mobil keluar dari mobilnya dan ternyata pemilik mobil itu adalah Brian.
" Tin..tong..tin.. tong." suara bel.
" Kenapa lama sekali bukanya, aku masuk saja." Brian menekan pin rumah Justin dan masuk.
" Mereka pergi kemana ?" Brian berjalan ke dapur mengambil minum namun tanpa sengaja Brian melihat pintu kamar Angel terbuka.
Brian mendekati kamar Angel berniat menutupnya namun dia melihat Angel yang bengong seperti tidak memiliki nyawa, Brian sangat kaget melihat dara yang mengalir di wajah Angel.
" Angel kau kenapa ?" tanya Brian pada Angel.
Tidak ada respon dari Angel, Brian yang sangat khawatir mengambil beberapa tisu dan mengelap darah Angel. Brian melihat bekas luka Angel dengan cepat Brian mengambil kotak P3K dan memasangkan plester di kening Angel.
" Angel..Angel.." panggil Brian pada Angel berulang kali dan menepuk pelan pipi Angel.
" Haa.., tuan Brian, kenapa anda disini ?" tanya Angel heran.
( ***Yang Angel lakukan tadi dinamakan 'space out' atau 'zone out'. Yaitu sebuah peristiwa 'meninggalkan kenyataan' dalam waktu yang singkat. Kenapa zone out ini bisa terjadi itu karena Fisik dan Mental Terlalu Lelah***. ) Dukun Angel di komentar yah🤧.
" Kau baik-baik saja ?" tanya Brian.
" I..iya aku baik-baik saja." Angel mengangguk bingung dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Brian menatap Angel dengan tatapan sedih.
" *Kau gadis baik namun kau disia-siakan oleh suamimu." batin Brian*.
" Astaga sudah jam 08.00 aku belum menyiapkan keperluan tuan Justin." Angel sangat kaget saat melihat jam di dinding dan Angel segera berlari keluar daro kamar meninggalkan Brian.
Angel berlari cepat dengan jantung yang terus berdebar cepat karena takut terkena amukan Justin. Saat Angel menaiki tangga Justin muncul dengan kemeja putih dan Jus biru, Angel sangat merasa takut saat ditatap tajam oleh Justin.
" Kau baru sadar haa." bentak Justin.
" Kau membuat ku telat, emeng yah gadis jelek seperti mu selalu membawa nasib sial untukku." Justin mendorong kepala Angel dengan telunjuknya dan meninggalkan Angel yang masih diam mematung.
" Lihat makan saja belum ada, kamu sudah kuberi uang tapi masih saja bermalas-malasan seperti ini, apa jangan-jangan kamu sengaja kerja malas-malasan." teriak Justin pada Angel.
" Dasar tidak berguna."
" Maaf tuan, ini semua juga karena ulah anda semalam pada saya." ucap Angel membelah diri.
" Apa kau bilang jadi ini salahku, Haha kau itu gadis munafik, kau hanya sok suci padahal kau gadis kotor." bisik Justin di telinga Angel.
" Walaupun kau menggunakan sabun sebanyak mungkin kamu tidak akan bersih, karena kau itu gadis kotor, ups." Justin mengelus pipi Angel sambil tersenyum mengejek pada Angel. Angel yang mendengar itu seketika keringat dingin dan terus menggaruk tangannya.
" Hahah." Justin tertawa puas melihat penderitaan Angel.
Brian yang melihat Justin menghina Angel dengan cepat berlari ke arah Justin, menarik dan melayangkan pukulannya di pipi Justin. Sehingga Justin terjatuh ke lantai dan menatap heran pada Brian.
" Kau kenapa ?" bentak Justin pada Brian yang berwajah datar, rahangnya mengeras dan mata melotot menatap Justin penuh amarah.
" Kau tidak pantas memperlakukan seorang gadis seperti itu, dia itu seorang wanita yang harus kau lembuti dan memberinya tutur kata yang lembut bukannya bersikap kasar seperti ini." teriak Brian dan memukul Justin dengan brutal.
" Puih.., hahaha apa kau menyukai gadis itu kalau begitu ambil dia, aku sangat membencinya dari sejak awal." Justin meludah darah ke samping sambil tertawa.
" Kau."
" Jangan pernah menyesali keputusan mu ini." ucap Brian dan kembali memukul Justin.
" Hahaha tidak akan." Justin menyeringai melihat Brian berjalan ke arah Angel yang bergetar dengan Air mata yang mengalir deras di wajahnya.
" Angel apa kau mau mengikuti ku dan meninggalkan pria brengsek itu ?" tanya Brian.
Angel mengangguk seketika Brian menarik tangan Angel dan meninggalkan Justin yang masih tertawa, entah apa yang dia tertawakan hanya dia yang tau. Brian menuntun Angel duduk di kursi mobil dan memasangkan sabut pengaman pada Angel. Brian sangat kasihan pada Angel, Brian duduk di kursi setir dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Justin.
__ADS_1
Thank you for reading 🌹