Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Justin Mabuk


__ADS_3

๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun Author๐Ÿ˜†. Salam sayang dari Author ๐Ÿค—.



Justin sudah sampai di Jakarta, dia berada di mobil melamun menatap ke luar. "Cancel semua jadwalku hari ini." perintah Justin membatalkan jadwalnya malam ini.



"Baik Tuan." ucap Anton, sebenarnya dia ingin menolak karena ada rapat yang sangat penting nanti malam namun melihat suasana hati Tuan Justin tidak mendukung dia hanya bisa menuruti.



"Antar aku ke Bar milik Rendy." ucap Justin.



"Baik Tuan." Anton membalik arah mobilnya menuju Bar milik sahabat Justin.



Bar itu sangat besar banyak anak muda yang masuk disana, saat Justin memasuki Bar itu suara lantunan DJ yang sangat keras memenuhi ruangan serta lampu kelap kelip yang membuat seisi Bar bergoyang dengan riang.



Beberapa wanita yang menggunakan baju terbuka mendekati Justin dan mengodanya namun di hiraukan oleh Justin, dia hanya memasang wajah datar menuju ke ruangan pemilik Bar yang tidak lain adalah Rendy sahabatnya.



Justin membuka pintu dengan keras membuat, Rendy dan 2 wanita di pangkuannya terkejut.



"Woy, kalau masuk ketuk pintu dulu." omel Rendy sambil mencium pipi wanita di pangkuannya.



Justin menghiraukan omelan Rendy dan memilih duduk di sofa samping Rendy. Justin duduk sambil menyilangkan tangannya dengan wajah datar membuat Rendy terdiam.



"Keluar." ucap lembut Rendy sambil mencium tangan kedua wanitanya.



"Oke by." ucap mereka dan meninggalkan ruangan Rendy. Anton menutup pintu setelah mereka keluar.


__ADS_1


"Nih minum." Rendy memberikan segelas Alcohol tanpa banyak basa basi Justin mengambil botol Alcohol dan meneguknya sampai habis membuat Anton kaget dan khawatir.



"Woww." seru Rendy.



"Arghhh." Justin meletakkan botol itu di meja.



"Kenapa Bro ?" tanya Rendy sambil membuka botol alcohol



"Aku bertemu dia." ucapnya.



"Angel ?" tanya Rendy, namun tidak di balas oleh Justin tapi justru menatap Rendy dan merebut botol alcoholnya lagi.



"Kamu belum bisa lupain dia ?" tanya Rendy membuat Justin menatap sendu pada sahabatnya.




"Aku tahu tapi aku.." Justin memukul dadanya berulang kali.



"Aku masih mencintainya, di dalam sini sangat sesak rasanya aku ingin memilikinya." Justin meremas dadanya.



"Sudah terlambat Justin."



"Yahh, aku sudah terlambat." gumam Justin dan kembali meneguk alcohol.



Rendy menatap prihatin pada sahabatnya dia tidak bisa melakukan apa-apa karena nasi sudah jadi bubur, yang bisa dia lakukan hanya menemaninya.


__ADS_1


Rendy menahan botol Justin yang sudah setengah botol.



"Jangan minum sendiri lah Bro, kita minum bareng." ucap Rendy membuka tutup botol.



"Chris." Justin tersenyum.



Mereka pun minum bersama sesekali Justin tertawa saat mengingat kebersamaannya bersama Angel sesekali dia menangis menyesali perbuatannya pada Angel waktu itu. Rendy hanya menjadi pendengar sambil menepuk pundak sahabatnya disisi lain Anton berdiri tegak di pojok ruangan mengamati Tuannya dia sangat khawatir dan tidak bisa berbuat apa-apa.



Pukul 02.00 Justin dan Rendy sudah jatuh terkapar, mereka sudah sangat mabuk. Justin menatap Rendy yang sudah menutup matanya, dia menepuk paha Rendy cukup keras sehingga Rendy kembali sadar.



"Me..menurut mu apa aku harus merebut Angel dari Brian ?" tanya Justin yang sudah mabuk.



"Hahaha dasar gila, kau ingin merebut istri saudara mu sendiri, sadar Bro dia bukan mainan yang bisa kau buang dan ambil kembali." ucap Rendy menepuk wajah Justin.



Justin kembali jatuh tertidur di sofa. "Aku sangat mencinnntainya, ini sangat sesak rasanya ingin meledak saat melihatnya, aku aku sangat ingin memeluknya." ucap Justin menutup matanya dengan tangannya.



"Hay, Tuan mu sudah sangat mabuk, cepat bawah dia pulang." perintah Rendy pada Anton yang masih berdiri tegak disana.



Tanpa basa basi Anton menopang Justin. "Kami permisi Tuan Rendy." ucap Anton dan meninggalkan ruangan Rendy.



"Hati-hati bajingan." gumam Rendy dan tertidur.



Justin dibawah pulang oleh Anton ke mansion, saat sampai di mansion disana sudah ada kepala pelayan wanita dan laki-laki menunggu. Anton menyerahkan Justin pada mereka dan kembali ke rumahnya.



Thank you for reading ๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2