
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
Jam 06.00 Angel terbangun dari tidurnya yang nyenyak untung saja semalam Angel tidak demam itu semua berkat dia dengan cepat makan obat penurun demam, Angel berdiri dari kasurnya dan merapikan kasur dan membersihkan kamarnya, Angel membuka pintu kamarnya dan menuju dapur untuk memasak selesai memasak Angel menuju ke kamar mandi.
Tepat jam 07.00 Angel selesai bersiap-siap, terlihat Angel sangat rapi menggunakan celana Jeans dan kemeja putih polos. Angel menaruh tas ranselnya di atas kursi dan menaiki tangga untuk ke kamar Justin. Angel membuka pintu kamar Justin dan mulai menyiapkan keperluan Justin. Tepat jam 08.00 semuanya selesai dan waktunya Angel membangunkan harimau yang tertidur. Angel berdiri di depan gorden dan menggenggam kedua ujung gorden, Angel menghela nafas panjang dan menarik gorden ke samping membuat cahaya matahari menyapa Justin.
" Selamat pagi tuan." Angel tersenyum pada Justin yang menutup matanya karena silau matahari.
" Kau gila yah." teriak Justin pada Angel.
" Sangat tidak sopan membangunkan orang." teriak Justin dan mendorong Angel membuat Angel jatuh ke lantai dan hampir saja kepalanya terkena ujung meja.
Justin berjalan memasuki kamar mandi dan melakukan ritual paginya. Angel berusaha berdiri dan menyiapkan sepatu Justin, setelah selesai menyiapkan semua keperluan Justin Angel turun ke lantai bawah menata rapi sarapan di meja makan. Angel mengambil piring dan mengisinya makanan, Angel sengaja makan duluan karena dia tau jika Justin sangat lama bersiap-siap jika menunggunya bisa-bisa Angel tidak sarapan sebelum berangkat kampus. Dalam kontrak Angel di larang makan bersama Justin bersama di atas meja jadi Angel selalu makan sesudah Justin makan.
" Gadis buruk rupa." teriak Justin, Angel yang sudah selesai makan dan menaruh piring di cucian seketika lari menghampiri Justin.
" Iya tuan."
" Kau dari mana saja ?" tanya Justin.
" Dari belakang tuan." ucap Angel tidak mengatakan jika dia sudah duluan makan bisa-bisa Justin akan mengatainya lagi.
Justin melemparkan dasinya pada Angel dan Angel dengan sigap memasangnya di kera baju Justin.
" Aku tidak menyuruh mu memasang nya." Justin menarik tangan Angel dan meremasnya ke atas.
" A..aku harus apa tuan." Angel mulai merasa sakit pada genggam Justin.
" Cepat naik dan ganti dasinya." teriak Justin melepaskan tangan Angel dengan cara menghempasnya dengan kasar.
" Baik tuan." Angel dengan sigap melepas dasinya dan berlari naik ke lantai 2.
" Dasar tuan iblis, apa dia nggak bisa bicara baik-baik, selalu saja emosi." gumam Angel dan mengambil dasi berwarna biru tua.
Angel berlari ke bawah dan menghampiri Justin.
__ADS_1
" Ini tuan." Angel menjulurkan dasi pada Justin yang sedang makan.
" Itu tidak cocok dengan dasi ku." Justin melirik dasi yang dipegang Angel dan kembali melanjutkan sarapannya.
" *Lah ini sudah cocok kok sama pakaiannya, dia mau warna apa sih." batin Angel yang sudah mulai kesal*.
" Kamu ngapain masih berdiri di situ kaya orang tolol ?, cepat sana ambil dasinya." usir Justin pada Angel yang melamun.
" Baik tuan." Angel kembali berlari naik ke lantai 2.
" Omg, dasi yang mana aku pilih agar cocok dengan pakaiannya." Angel terlihat pusing memilih dasi yang warnanya hampir sama dengan pakaian Justin.
" Hitam atau putih nih, arggh aku bawa dua-duanya aja deh." Angel mengambil dasi putih dan hitam.
" Tuan ini." Angel menyodorkan dasi Justin dengan kondisi ngos-ngosan karena lelah lari.
" Emm, itu sudah bagus tapi sepertinya jorok karena kau sudah berkeringat seperti itu pasti daki mu sudah menempel di dasinya, cepat kau bawa ke tempat cucian dan ambilkan yang lain." tunjuk Justin pada dasi putih.
" Hahahaha." tawa Justin yang sudah tidak bisa menahan tawa nya.
" Gadis kampungan ngapain baring di situ, lagi cium lantai yah, hahaha." ejek Justin pada Angel yang berusaha berdiri.
Angel berdiri dan berusaha naik tangga tapi kakinya sepertinya terluka sehingga Angel harus berjalan sedikit pincang. Justin melihat jam di tangannya dan sudah hampir jam 08.30.
" Lama banget sih, kerja mu itu sangat tidak becus, kemari berikan dasi hitam itu padaku." perintah Justin pada Angel yang sudah naik 5 tangga dan kembali turun dengan kaki pincangnya.
" Ini tuan." Angel menyerahkan dasi hitam lada Justin. Justin mengerutkan dahinya dan menatap tajam pada Angel.
" Kau gila, berani-beraninya kau menyuruhku melakukan tugasmu." teriak Justin pada Angel sambil mendorong jidat Angel.
" Maaf tuan, saya lupa." Angel mengalun kan dasi di kera baju Justin, Angel lupa kalau memasang dasi termasuk tugasnya karena Justin tidak tahu memasang dasi dengan bagus.
" Kau masih muda tapi sering lupa, dasar otak jompo." Justin terus menerus mendorong kepala Angel dengan telunjuknya.
__ADS_1
" Heheh, aku memeng sering lupa tuan." Angel tersenyum pada Justin, Angel merapikan dasi Justin dan bajunya.
" Selesai tuan." Angel mendongak pada Justin dan tersenyum manis.
" Jangan tersenyum seperti itu, merusak pemandangan saja." Justin menatap datar pada Angel dan meninggalkan Angel.
" *Emeng dasar orang aneh, orang cuma senyum aja malah merusak pemandangan, yang ada itu menambah mood dan pahala karena senyum bisa mendapat pahala loh." batin Angel dan semakin melebarkan senyumnya melemparkan pada punggung Justin*.
" Woy, malah bengong cepat buka pintunya bego." teriak Justin membuat Angel seketika menutup mulutnya.
" Baik." Angel berlari dan membuka pintu rumah.
" Silahkan tuan." Angel mempersilahkan Justin keluar.
Angel berlari mengambil tasnya dan berlari keluar dari rumah menghampiri Justin yang berdiri di depan mobilnya.
" Tuan tunggu aku." teriak Angel buru-buru mengunci pintu saat melihat Justin membuka pintu mobilnya.
" Tuan bolehkah aku menumpang di mobil mu ? untuk mengantar ku ke kampus." tanya Angel.
" Apa-apaan kamu, kamu memeng istri sah ku tapi menurut ku itu hanya di atas kertas dan tentu saja kau tidak berhak naik semobil dengan ku, bisa-bisa mobil ku penuh kuman gara-gara kamu, sana pergi." usir Justin pada Angel.
" Kalau begitu, tuan beri saya uang untuk jajan dan ongkos." Angel menjulurkan tangannya pada Angel.
" Nih." Justin memberikan card pada Angel.
" Itu isinya 500 juta, setiap bulan aku akan mengirim gajimu di sana, sandinya 10\*\*\*5." ucap Justin dan menaiki mobilnya.
" Tapi tuan boleh mengantar ku sampai depan lorong soalnya jarang ada ojek yang lewat sini deh." ucap Angel pada Justin.
" Aku bilang tidak yah tidak." teriak Justin semakin marah.
" Ba..baik tuan saya minta maaf." Angel tersenyum kecil pada Justin.
Justin menaiki mobilnya dan meninggalkan rumahnya, Angel menghela nafas panjang dan berjalan keluar dari rumah Justin.
__ADS_1
Thanks you for reading š¹