Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Justin menangis


__ADS_3

๐ŸŒน Happy Reading ๐ŸŒน


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya dan jangan lupa FOLLOW akun Author๐Ÿ˜†. Salam sayang dari Author ๐Ÿค—.



"Aaaaaa." teriak Angel, dia berusaha membuka pintu mobil namun tidak bisa karena terkunci.



Justin yang melihat itu seketika menarik Angel dan memeluknya erat.



"Tenang-tenang, wanita itu sudah pergi." bisik Justin berusaha menenangkan Angel, namun dia tidak tahu bahwa yang membuat Angel seperti ini bukan wanita itu melainkan Justin yang membuatnya mengingat masa lalu kelamnya saat disiksa oleh Justin 5 tahun lalu.



Angel menghirup aroma parfum Justin entah kenapa aroma itu membuat Angel merasa tenang, Angel mengatur pernafasannya.



"*Sial, kenapa aroma tubuhnya membuat ku tenang."batin Angel mengumpat*.



"*Tenang Angel, itu bukan hal penting sekarang, tenang huff tenang, aku tidak boleh memperlihatkan kelemahan ku pada bajingan ini." batin Angel berusaha menetralkan perasaannya*.



Angel melepaskan pelukan Justin. "Kau tidak apa-apa?, sudah baikan ?" tanya Justin sambil menyentuh pundak Angel.



"*Kenapa dia terlihat sangat khawatir ? Apa dia kemasukan setan ? Sepertinya iya, Justin yang kukenal tidak akan bersikap seperti ini." batin Angel yang bertanya-tanya pada dirinya*.



"Hahahah, iya aku tidak apa-apa kak." Angel tertawa dan menjauh dari Justin.


__ADS_1


Justin yang melihat wajah canggung Angel membuat hatinya sakit melihat wanita yang dia cintai sudah tidak mencintai dirinya. Angel merasa sangat tidak nyaman berada di dekat Justin.



"*Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk meminta maaf." batin sendu Justin*.



"Kamu serius sudah merasa baikan ?" tanya Justin.



"Iya, terimakasih sudah membantuku tadi Kak Justin." ucap Angel tersenyum namun masih terlihat Angel berusaha memikirkan cara untuk kabur.



"Kamu tenang saja, aku akan memberi pelajaran untuk wanita itu karena sud..." ucap Justin membuat Angel berbalik dengan wajah syok.



"Tidak, jangan lakukan itu." sela Angel berteriak membuat manajer berbalik menatap tajam pada Angel.




"Tolong jangan melakukan apapun, aku mohon." Angel memohon sambil menunduk dan meremas ujung bajunya.



Justin yang melihat itu seketika mengingat perlakuannya pada Angel. Justin mengacak rambutnya dan menunduk.



"Manajer tolong tepi kan mobil dan turun, aku ingin bicara sebentar dengan nona Angel." perintah Justin, Angel sangat merasa ketakutan dia menjauh dari Justin dan berusaha membuka pintu mobil.



Manajer mengangguk kebingungan, mobil di tepi kan dan keluar menjauh dari mobil.


__ADS_1


"A..apa yang kau lakukan ?" tanya Angel dengan suara gemetaran.



"Angel.." panggil Justin dengan suara sendu.



Justin menatap Angel dengan air mata yang turun begitu deras, terlihat dia sangat merasa bersalah dan lemah. Angel tertegun melihat Justin karena ini pertama kali dia melihat pria arogan dan kejam di depannya ini menunjukkan ekspresi seperti ini.



"Maafkan aku." Justin mengenggam tangan Angel.



"Le.. lepaskan, aku mohon." pinta Angel.



"Maaf..maaff...maaf." ucap Justin berulang kali. Angel berusaha menarik tangannya namun genggaman Justin lebih kuat.



"Lepas." Angel mulai menangis.



Justin cukup lama menangis, Justin yang terus melontarkan kata maaf pada Angel. Sedangkan Angel berusaha lepas ingin pergi dari Justin.



"Aku sudah memaafkan kakak, jadi kumohon lepaskan aku." pinta Angel.



"Terimakasih, namun apa kau bisa kem..."



"Tring...tring...tring.." suara telfon hp Angel membuat Justin berhenti.

__ADS_1



Thank you for reading ๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2