
š¹ Happy Reading š¹
Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author š¤.
" Papi email aku ?" batin Justin penasaran dan membuka email itu dan membaca isinya pesan itu yang membuat Justin syok sampai-sampai air matanya jatuh.
" Jadi selama ini aku sudah memfitnah Angel, aku menyakiti orang baik karena salah paham ini." Justin membaca email Papi Steven.
\* ***Isi Email***\*
" ***Justin ini Papi, ada yang ingin papi katakan padamu tapi belum sempat ayah memberitahukan mu***.
***Papi sangat menyesal dan aku mohon jangan maafkan aku. Kamu tahukan Papi sangat bucin pada Momy, Papi selalu ingin membuat Momy bahagia. Saat Momy menceritakan tentang Angel dan ingin menjodohkan kalian, saat itu senyum Momy sangat bahagia dan tulus hal itu membuat hati Papi ikut bahagia, Papi ingin Momy terus melihat senyumnya itu maka dari itu Papi melakukan tindakan yang membuat mu dan Angel menderita seperti ini***.
***Kau pasti tidak percaya tapi ini fakta, sebenarnya papi yang merencanakan tragedi obat perangsang itu bukan Angel***.
***Waktu itu Papi memeriksa latar belakang Angel dan dia adalah gadis yang baik, dia sangat cocok menjadi pendamping hidup kamu. Kami ingin menjodohkan kalian tapi kamu sangat tidak suka pada Angel dan terus menolak maka dari itu Papi menyusun rencana itu***.
***Sebenarnya Angel yang menaruh obay ke minuman kamu bukan rencana Papi, Papi memerintahkan bos Bar itu tapi dia menyuruh Angel menaruh obat ke minuman kamu i***.
***Dan karena kesalahan Papi kalian berakhir seperti ini, maafkan aku nak. Papi mohon tinggalkan wanita itu dan kembali kesini untuk memperbaiki semuanya***."
\*\*\*\*
" Maafkan aku Angel, maafkan aku." tangis Justin semakin menjadi-jadi karena memori saat dia menyiksa Angel berputar kembali di
otaknya.
Tangisan Justin membuat Kakek terbangun heran melihat Justin yang menangis begitu keras, Kakek mengelus lembut punggung Justin.
" Ada apa Justin ?"
"Justin salah kakek, selama ini aku sudah memfitnah dan juga menyakiti orang baik dan tulus mencintaiku." Justin menutup matanya yang terus mengeluarkan air mata.
" Kenapa kau masih menyukai istrimu padahal kau sudah disakiti berkali-kali olehnya ?"
" Bukan wanita itu Kakek tapi istri pertama aku."
" Apa..." Kakek kaget karena baru mengetahui fakta tersebut.
Justin menjelaskan semua dari awal bertemu Angel, saat dia menyiksa Angel, sampai dia memutuskan menikah dengan Melin. Kakek sangat syok mendengar penjelasan Justin karena tidak percaya bahwa dia telah menyiksa istrinya dengan kejam dan ternyata dia adalah pengusaha muda di dunia yang bangkrut hanya karena 1 wanita yaitu Melin.
__ADS_1
" Kakek apa yang harus aku lakukan."
" Tentu saja kau harus pergi minta maaf padanya."
" Minta maaf ?"
" Iya meminta maaf kepada wanita yang sudah kau sakiti dan juga pada keluargamu."
" Tapi mereka sudah membuang ku dan melarang ku menginjakkan kaki di Jakarta." ucap Justin saat mengingat perkataan sang Kakek David.
" Jangan menggambil hal itu sebagai alasan, kaj itu salah maka seharusnya kau meminta maaf pada orang itu, dan mereka adalah keluarga mu pasti mereka akan memaafkan mu."
" Tapi..."
" Apa salahnya mencoba, diusir, dicaci ataupun dipermalukan mau harus menahannya karena itu semua kesalahan mu, kau harus menanggung kesalahan yang telah kamu perbuat." nasihat Kakek.
Justin bengong dan berusaha berpikir, bahwa perkataan kakek benar, dia yang melakukan kesalahan maka dia harus tanggung jawab, diusir, dicaci ataupun dipermalukan itu urusan belakang karena dia yang memulai ini semua.
" Kakek benar, kalau begitu aku akan pergi ke Jakarta."
" Pilihan bagus, tapi kamu mau naik apa ke Jakarta ?" tanya Kakek membuat Justin memeriksa dompetnya dan hanya tersisa 5 ribu di dompetnya.
" Ambil ini ?" Kakek memberikan uang 20 ribu kepada Justin.
" Maaf kakek hanya memiliki sebanyak itu." ucap Kakek tersenyum.
" Nggak usah pak ini buat bapak aja."
" Nggak usah menolak, ambil saja."
" Baiklah." ucap Justin terpaksa menerima uang itu.
" Berapa ongkos mobil ke Jakarta Kakek ?"
" Setahu saya, sepertinya 300.000." jawabnya.
Justin memikirkan cara dia bisa mendapatkan uang dalam beberapa hari ini. Justin lebih memilih tidur dan memikirkannya besok saja karena waktu sudah menunjukan pukul 12.
Pada pagi hari tepatnya pukul 06.00 Justin terbangun, dia menyiapkan sarapan untuk dia dan Kakek. Justin memasak dengan bahan seadanya dan menghasilkan nasi goreng dan ikan goreng.
__ADS_1
Kakek terbangun karena mencium bau gosong, Kakek berjalan kearah bau gosong tersebut dan Kakek sangat kaget melihat Justin yang membuat dapur sangat berantakan.
" Apa yang kamu lakukan ?" tanya Kakek membuat Justin meloncat kaget.
" Kaget aku, lagi masak kakek." ucap Justin mengusap dadanya berdegup kencang.
" Astaga itu udah gosong looh." tunjuk kakek pada ikan goreng yang Justin sajikan di piring.
" Nggak kok." Justin dengan tanpa merasa bersalah menaruh piring itu di atas meja makan.
" Astaga.." gumam kakek menggeleng kepalanya.
" Ayo makan." ajak Justin, kakek dengan terpaksa makan masakan Justin karena ini makan satu-satunya.
Kakek berusaha mengunyah ikan yang gosong dan keras, kakek tidak bisa menelannya tapi berusaha memaksanya masuk menggunakan air.
" Maaf yah kek." ucap Justin merasa bersalah.
" Hemm."
Selesai ma?kan Justin merapikan alat makan dan dapur yang kacau balau, selesai membersihkan Justin mandi dan siap-siap berangkat ke tempat kerjanya.
Justin hari ini sangat semangat bekerja, dia yang biasanya sering melakukan kesalahan namun hari ini dia bisa melakukannya dengan baik. Semua orang heran karena melihat Justin terus tersenyum walaupun dia sedang dimarahi ditambah dia bekerja cukup keras hari ini.
Alasan Justin semangat karena dia terus memikirkan senyum Angel, dia terus mengulang rencana adegan meminta maaf dan di maafkan, Justin percaya bahwa Angel akan memaafkan dia dan memberikan kesempatan ke 2 untuk menata ulang pernikahan mereka.
Hari demi hari, Justin sudah bekerja sebagai kuli selama 1 bulan dan akhirnya hari yang di tunggu Justin telah tiba yaitu penerimaan gaji. Justin sangat tidak sabar menunggu hari ini, gaji Justin hanya sebanyak 400.000 dan Justin sangat bahagia karena uang itu bisa memulangkan dia ke Jakarta.
Justin dan pekerja lain mengantri di beri gaji, Justin sangat tidak sabar menunggu gilirannya.
" Bapak Justin ini gaji anda." ucap kepala kontruksi.
" Makasih banyak pak." ucap Justin sangat bahagia menerima uang itu.
Justin pulang membawa uang hasil kerja kerasnya, Justin terus menengok kanan dan kiri melihat-lihat kota Bandung.
" Besok adalah hari terakhir aku berada disini, selamat tinggal Bandung." gumam Justin.
Justin terus mengembangkan senyumnya tapi tiba-tiba senyum itu pudar saat melihat banyak orang mengerumuni seseorang di bawah pohon. Justin melihat situasi dan sepertinya terjadi kecelakaan, Justin mengabaikannya tapi saat dia melihat karung yang sering kakek gunakan saat memulung terletak di atas aspal membuat hatinya bergetar karena takut apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.
__ADS_1
Thank you for reading š¹š¹š¹