Penyesalan Suami Arogan

Penyesalan Suami Arogan
Justin Pulang


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Jangan lupa tinggalin jejak dengan like dan komentarnya yah, ooh iya tekan bentuk hati agar tidak ketinggalan ceritanya yah. Salam sayang dari Author šŸ¤—.



Momy memasuki kamar tamu kebetulan Justin baru saja keluar dari kamar mandi. Momy menarik kursi dan meletakkan peralatannya di meja.



"Duduk." perintah Momy pada Justin, Momy mengambil handuk kecil.



"Mom, kamu mau apa ?" tanya Justin.



"Diam saja." ucap Momy memasangkan handuk kecil tersebut pada leher Justin dan menjepitnya agar tidak lepas.



Momy mulai mengambil alat cukur dan memangkas rambut Justin, butuh 30 menit untuk merapikan rambut Justin. Momy mengarahkan guntingnya pada jenggot panjang Justin dan mencukurnya sampai dagunya mulai kelihatan.



Momy meletakkan peralatannya dan melepas handuk kecil yang sudah dipenuhi oleh rambut panjang Justin. Dia mulai mengusap kepala dan leher Justin menggunakan handuk bersih, memberikan bedak tabur pada leher Justin agar tidak gatal.



"Sudah selesai, sana pergi ke kamar mandi mencukur kumis dan jenggot mu dengan bersih, Momy tunggu di luar." perintah Momy lagi tersenyum melihat anaknya sudah terlihat segar.



"Baik Mom." Justin segera ke kamar mandi dan mencukur habis jenggot dan kumisnya.



"Maafkan Momy." gumam sendu Momy Sri melihat Justin, Momy mengusap air matanya dan mulai membersihkan rambut Justin yang berserakan di lantai.



\*\*\*



Justin keluar dari kamar dengan jas hitam yang elegan dan rapi, semua orang berdiri melihat Justin. Terlihat mereka tersenyum namun dengan tatapan sendu.


__ADS_1


"Gabriel, aku serahkan semua tugas disini padamu." ucap Daddy menepuk pundak Gabriel.



"Baik Tuan, akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya." ucap Gabriel.



"Apa maksud Daddy ?" tanya Justin kebingungan.



"Kau sudah selesai siap-siap." tanya Kakek dan dibalas anggukan oleh Justin.



"Kalau begitu ikut dengan kami." ucap Kakek berdiri.



"Kemana ?" tanya Justin kebingungan.



"Pulang bodoh."




"Jakarta." balas Momy, membuat Justin terdiam karena mengingat Angel.



"Tidak aku tidak ingin pulang." tolak Justin.



"Tidak perlu menolak, ikut saja ini perintah." ucap Kakek dengan tegas, tidak ingin di bantah.



"Aku memiliki banyak pekerjaan disini, aku tidak bisa meninggalkan perusahaan yang sudah aku dirikan dari awal sampai sesukses ini." tegas Justin, namun sejujurnya bukan itu alasan dia tidak ingin pulang.



Melainkan dia takut tidak bisa menahan diri dan lari ke Angel. Wanita yang sangat dia rindukan sampai dia hampir gila.


__ADS_1


"Perusahaan mu disini sementara akan di ambil alih oleh Gabriel, kau bisa mengontrolnya dari jauh." jelas Daddy



"Tapi.." ucap Justin dan di sela oleh Kakek.



"Perusahaan LAA sedang membutuhkanmu."



"Bukannya sudah ada Daddy yang mengurusnya."



"Aku sudah tidak sanggup lagi mengurus perusahaan." ucap Daddy .



"Tapi aku.."



"Justin, kau satu-satunya pewaris di keluarga ini dan sekarang sudah waktunya kamu mengambil alih semua perusahaan, Daddy sudah tidak sanggup mengurus semua itu." jelas Daddy .



"Kesehatan Daddy sudah menurun, kemarin Daddy pingsan dan dokter menyarankan untuk banyak istirahat dan tidak stres. Daddy rasa ini sudah waktunya aku pensiun dan digantikan olehmu." jelas Daddy membuat Justin menatap Daddy dan mengangguk.



"Baiklah, aku akan pulang." ucap Justin dengan berat hati.



"Terimakasih nak." ucap Daddy memeluk dan menepuk punggung Justin.



"*semoga aku bisa menahan diriku" batin Justin yang sangat khawatir tidak bisa menahan perasaannya, dia takut akan merebut Angel dari Brian*.



Mereka pun kembali ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi, sepanjang perjalanan Justin tidak tertidur melainkan melamun sambil sesekali menangis menyesali perbuatannya pada Angel.



Thank you for reading 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2