Perawan Tua Istri Sang Duda

Perawan Tua Istri Sang Duda
21. Rapuh


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Syarah yang melihat wajah Danar seperti sedang banyak pikiran berinisiatif untuk menawarkan bantuan.


“Kak, sepertinya kamu sedang banyak beban? Apakah pekerjaanmu terlalu banyak sampai kau terlihat begitu kelelahan seperti ini?” tanya Syarah sambil mengamati lamat-lamat wajah suaminya.


“Tidak terlalu,” jawab Danar datar.


“Mungkin aku tidak bisa membantumu menyelesaikan pekerjaan. Tapi mungkin aku bisa memijatmu untuk mengendorkan ototmu yang tegang setelah bekerja keras,” ucap Syarah menawarkan.


“Tidak perlu,” jawab Danar yang menahan gengsi.


“Tidak apa-apa Kak, aku berjanji kau masih bisa sambil bekerja. Kemudian kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu,” ucap Syarah.


“Baiklah jika kamu memaksa,” ucap Danar seperti terpaksa padahal dalam hati dia senang.


Danar yang duduk di sampingnya diminta untuk duduk di bawah sedangkan Syarah duduk di sofa. Karena postur badan Danar yang tinggi akan membuat Syarah kesulitan memijat. Syarah akan memijat kepala Danar dan area pundak agar Danar lebih rileks.


Diurutnya pelan-pelan di bagian pelipis dimana kadang Danar terlihat pusing saat harus memikirkan pekerjaan. Kemudian dia mulai memijat bagian kepala Danar dengan lembut.


Area pundak dan leher juga diurut untuk menimbulkan kesan rileks pada Danar.


Merasakan pijatan di kepalanya membuat Danar tidak bisa fokus untuk mengecek pekerjaannya seperti tadi, dia dibuat merem melek karena pijatan yang Syarah berikan di kepalanya.


Pijatan Syarah terasa sangat nikmat, tidak terlalu keras dan tidak lemah menimbulkan kesan enak pada Danar. Setelah 15 menit berkutat memijat, Syarah yang merasa Danar lebih rileks menyudahi aktivitasnya. Dia menyisir rambut Danar yang acak-acakan karena sentuhan tangannya. Syarah merapikan rambut Danar dengan jarinya.


“Sudah selesai, Kak, semoga setidaknya sedikit mengurangi bebanmu,” ucap Syarah memberi tahu.


“Kalau sudah selesai kau bisa pulang,” kata Danar yang kemudian beranjak ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaan yang sempat ditinggalkannya.


Mendengar perkataan Danar yang memiliki arti pengusiran padanya, Syarah sadar bahwa dia harus segera pergi. Mungkin terdengar kurang mengenakkan perkataan dari Danar tadi, tapi Syarah beranggapan bahwa mungkin Danar bingung harus berkata apa agar Syarah segera pergi tidak mengganggunya.


Danar sendiri tidak mengerti kenapa harus berkata seketus itu pada Syarah. Padahal Syarah sudah berbaik hati menyiapkan makan siang ke kantor dan sampai memijat Danar. Rasanya sangat tidak tahu terima kasih.

__ADS_1


“Baiklah, Kak, aku pamit pulang dulu. Semangat melanjutkan pekerjaan,” ucap Syarah memberikan semangat.


Sebelum pergi Syarah berjalan ke arah Danar duduk untuk menyalami suaminya sebelum dia pergi. Danar yang bingung maksud Syarah yang mengulurkan tangan dikira meminta uang nyatanya malah hendak menyalami sebelum pergi. Danar mengamati langkah Syarah hingga wanita itu hilang dari pandangan, baru seutas senyum tulus terbit di wajahnya.


*****


Sebelumnya di pagi hari tadi.


Danar terbangun dari tidur mendengar alarm dari teleponnya berbunyi. Setelah kesadaran sepenuhnya kembali padanya, dia melihat bahwa Syarah sudah tidak ada di sampingnya. Kemungkinan wanita itu sudah beraktivitas di pagi hari yang entah apa Danar tidak tahu.


Danar bergegas pergi sebelum Syarah kembali ke kamar, Danar berusaha menghindari Syarah. Entah mengapa, hati Danar begitu lemah bila bersama Syarah.


Rasanya dia ingin Syarah bersamanya, tapi menyadari ketidaksempurnaannya sebagai suami membuatnya memilih menghindar.


Setelah selesai mandi Danar menemukan pakaian kantornya sudah siap.


Danar menduga bahwa Syarah sudah menyiapkan pakaian untuk pagi tadi sebelum dia terbangun. Bahkan sampai hal sekecil ini Syarah sangat peduli padanya, selama ini dia terbiasa mengurus kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain membuatnya senang mendapat perhatian kecil.


Dirasa sudah puas, Danar segera beranjak pergi dari rumah menuju kantornya. Walaupun ini masih sangat pagi tapi akan lebih baik begitu ketimbang harus di rumah lebih lama yang akan membuat kerja jantungnya meningkat tiap berada di dekat Syarah.


Sesampainya di kantor masih terlihat sangat sepi karena memang jam masuk kantor masih dua jam lagi. Mungkin dia bisa berkeliling terlebih dahulu untuk mengecek keadaan kantor. Selama dia bekerja tak pernah dia berkeliling untuk melihat kondisi kantornya.


Dirasa sudah cukup dan sudah banyak karyawan yang masuk membuat Danar kembali keruangannya untuk mulai bekerja. Teringat peristiwa di malam pertamanya itu bersama Syarah membuat Danar menghubungi seseorang yang selama ini membantunya melewati masa sulitnya. Tak butuh waktu lama orang yang sebelumnya dihubungi Danar tadi sudah berdiri di hadapan Danar.


“Hai, Akira. Kau datang lebih cepat dari perkiraanku. Apa kabar?” tanya Danar pada wanita yang bernama Akira ini.


“Sepertinya kau sedang membutuhkanku sampai menanyakan kabar segala, sangat langka. Setelah sekian lama kita kenal tidak pernah kau menanyakan kabarku. Bahkan saat aku melahirkan kau tidak datang,” kata Akira.


“Sudahlah, kau tau sendiri keadaanku saat itu belum memungkinkan untuk bertemu banyak orang. Apalagi untuk menghadiri acaramu yang pasti akan dihadiri banyak orang, secara siapa yang tidak mengenal dokter cantik yang merangkap sebagai selebgram ini,” jelas Danar.


“Kau ini bisa saja,” ucap Akira.

__ADS_1


“Ayo duduk dulu,” ajak Danar menuntun Akira ke sofa yang ada di ruangannya.


“Sebenarnya apa ada yang terjadi sampai kau tiba-tiba menghubungiku setelah 5 tahun kita tidak bertemu sejak pertemuan kita di pernikahan Rolland?” tanya Akira langsung ke inti.


“Kau tahu aku sudah berusaha sekuat yang aku mampu untuk melupakannya. Tapi kenapa bayangan itu muncul lagi. Bahkan di saat aku sedang berhubungan bersama istriku sendiri,” jelas Danar mengungkapkan kegundahan hati yang beberapa waktu ini mengganggunya.


Danar menceritakan semua yang terjadi padanya, ketakutannya dan kegelisahannya terhadap memori yang sudah lama ia berusaha lupakan dan tidak ingin muncul lagi dalam hidupnya.


Selama ini Akira lah yang menjadi dokter kejiwaan yang menangani Danar setelah dokter pertama yang menangani Danar meninggal dunia.


Akira dipercaya untuk mengobati Danar atas arahan langsung oleh dokter pertama yang merupakan ayahnya.


Hanya dengan Akira, Danar bisa meluapkan perasaan takutnya yang tak pernah diketahui siapapun. Walaupun terkesan tegas, galak dan penuh wibawa dihadapan orang lain.


Tapi kembali lagi, Danar adalah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan. Keterbatasan dalam menghadapi memori itu yang bahkan hampir membuat jiwanya terguncang.


Akira sebagai dokter berusaha sekuat yang dia bisa untuk membantu Danar keluar dari jurang kepedihan, pernah dia hampir menyerah menghadapi sakit Danar. Tapi ketika mengingat pesan ayahnya untuk mengobati Danar hingga sembuh, Akira kembali meneguhkan hati untuk membantu Danar.


Awalnya Akira kaget dengan berita pernikahan Danar yang baru dikatakan pria itu. Tapi dia kesampingkan rasa penasarannya agar Danar bisa meluapkan perasaannya terlebih dahulu. Nanti di saat Danar sudah lebih tenang dia akan menginterogasi pasien yang sudah dianggap seperti saudara sendiri.


Akira berperan sebagai dokter yang baik dan profesional untuk Danar. Dia bersikap dan memberi tindakan terbaik untuk menyembuhkan Danar.


Melihat Danar yang hancur membuatnya ikutan hancur tapi tidak mungkin dia perlihatkan karena itu akan mengganggu proses pengobatan Danar.


Akira berjanji akan mengobati Danar sampai sembuh. Apalagi kini Danar sudah memiliki pasangan. Jangan sampai mereka berpisah karena alasan sakit yang diderita Danar. Dia akan sangat menyalahkan diri sendiri dan merasa gagal sebagai dokter bila itu sampai terjadi.


“Dan, kau adalah pria yang kuat. Aku yakin kau bisa menyelamatkan dirimu sendiri dari pusaran hitam itu. Ikuti kata hatimu, hatimu akan menuntunmu ke jalan yang terbaik.” pesan Akira sebelum dia meninggalkan Danar.


Sebelumnya tadi setelah konsultasi selesai saat sedang mengobrol dengan Danar. Akira mendapat panggilan telepon dari salah satu anaknya. Akira mendapat pesan bahwa anaknya meminta dirinya untuk segera pulang.


Saat akan menuju ke lift, Akira seperti melihat seorang wanita yang berdiri di depan pintu lift seperti melihat ke arah Danar dan Akira. Tapi Akira menepis pemikiran itu, mungkin dia kelelahan sampai menghayal ada perempuan disana yang jelas-jelas hanya ada dirinya dan Danar di ruangan itu.

__ADS_1


Hai temen-temen,


Terima kasih sudah membaca novel 'Perawan Tua Istri Sang Duda', nantikan kisah mereka selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komen dan like untuk mendukungku agar terus berkarya🥰🥰


__ADS_2