
Selama menikah dengan Danar, Syarah yang menjadi ibu rumah tangga yang menghabiskan waktunya di rumah banyak mencoba hal-hal baru untuk mengisi waktu. Dia yang memang suka menanam, kini dia berhasil membuat kebun di pinggir taman. Kebun itu ditanami sayur-sayuran, dan sudah pernah dipanen juga.
Syarah yang rajin merawat kebun, membuat tanamannya sehat dan terawat. Dia turun tangan langsung dalam mengurus kebun, tidak hanya mengandalkan tukang taman saja. Hasil panenannya diolah menjadi berbagai masakan yang siap dihidangkan untuk keluarga.
Selain berkebun, Syarah juga suka merangkai bunga untuk memperindah ruangan yang ada di rumah. Membuat suasana rumah semakin indah dipandang dan membuat nyaman penghuninya. Beberapa kali juga dia sempat diminta untuk membuat karangan bunga. Ini karena dia pernah menggunggah hasil foto karangan bunganya ke sosial media miliknya.
Walaupun terkesan sederhana, namun terlihat indah dan menyimpan perasaan tersendiri di setiap hasil karyanya. Awalnya dia hanya iseng untuk menggunggah foto karangan bunga ke sosial media tanpa maksud tertentu. Namun banyak yang tertarik dan bertanya tempat dia pesan karangan bunga itu.
Syarah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul bahwa itu adalah buatannya. Banyak yang tidak percaya, namun ada juga yang ingin dibuatkan. Walau awalnya hanya ada 2 orang yang pesan, tapi hingga saat ini sudah ada 100 pesanan yang masuk setiap bulannya. Dia pernah kewalahan untuk menyelesaikan pesanan itu, tapi dia merasa senang mengingat karyanya digemari banyak orang.
Banyaknya pesanan yang masuk, membuat Syarah harus membeli stok bunga karena bunga di taman sudah tidak mampu lagi mencukupi pesanan. Jika dipaksakan tentu akan merusak taman di rumah. Bunga yang dulunya hanya beberapa macam saja, sekarang sudah lebih beragam yang membutuhkan ruang untuk menampungnya.
Atas usulan pak Pandhu, dibangunlah rumah kaca di taman depan untuk menampung bunga-bunga pesanan Syarah. Banyaknya pesanan yang masuk sudah tidak bisa disanggupi bila harus dikerjakan Syarah seorang diri. Dulu dia dibantu oleh pelayan walau dia sendiri yang merangkai bunganya. Tetapi dia tidak bisa mengandalkan pelayan rumah, mengingat mereka juga memiliki pekerjaan lain di rumah. Akhirnya setelah dua bulan dirintis, Syarah memiliki dua orang karyawan yang membantu usahanya ini.
Sebelum menyeriusi usaha yang dirintisnya ini secara tidak sengaja, Syarah sudah pernah membicarakannya dengan Danar. Danar merespon biasa tanpa ada nada penolakan, hal ini membuat Syarah semangat untuk menjalankan usahanya. Dengan memiliki usaha kecil-kecilan ini tidak menjadi alasan untuknya mengabaikan kewajibannya sebagai istri dan cucu di rumah.
Justru dia semakin bersemangat menjalani hari rumah. Seolah jiwa semangat yang ada pada dirinya kembali ke dalam jiwanya lagi. Syarah yang sebelum menikah dengan Danar selalu bersemangat namun setelah menikah dengan adanya drama pernikahan membuat semangat dalam dirinya kian meredup. Usaha bunganya inilah yang membuatnya bangkit dari keterpurukan dan mengalihkan kesedihannya.
“Ratih, bunga pesanan pernikahan untuk besok jangan lupa dicek lagi. Jangan sampai ada yang layu,” pesan Syarah pada karyawannya.
“Baik, Mbak, setelah ini akan saya cek lagi.”
“Sekarang sudah siang, kalian istirahat dulu jangan sampai melupakan makan siang dan istirahat. Saya mau pergi dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi saya,” pesan Syarah pada karyawannya.
“Baik, Mbak, hati-hati di jalan.”
__ADS_1
Walaupun sibuk dengan usaha bunganya, Syarah tidak melalaikan tugasnya untuk mengurus kebutuhan suaminya. Seperti biasa, setiap siang Syarah mengantarkan makan siang untuk suaminya yang sedang bekerja di kantor. Dia selalu memasak sendiri untuk suaminya dan memastikan rasa dari masakannya itu.
Seperti siang ini, dengan membawa bekal makan siang untuk suaminya, dia juga membawa beberapa pesanan bunga untuk diantarkan ke pemesannya. Memastikan penampilannya baik dan tidak membuat kecewa suaminya, Syarah memasuki kantor tempat suaminya bekerja. Dia memakai pakaian santai dan sederhana tidak mencolok diantara padatnya karyawan yang bekerja disana.
Meski berpredikat sebagai istri bos, dia tidak pernah tinggi hati dan berpenampilan berlebihan. Dia dengan penampilannya yang sederhana membuat orang tak menyangka bahwa dia adalah istri bos besar. Dengan penampilan berlebihan malah membuat Syarah merasa tidak nyaman.
“Permisi, pak Danar ada di ruangan?” tanya Syarah pada asisten Danar.
“Maaf Bu, pak Danar belum lama pergi. Saya pikir beliau sudah memberitahu Ibu,” jelas asisten Danar.
“Pergi? Saya tidak tahu. Kalau boleh saya tahu kemana perginya?” tanya Syarah.
“Beliau tadi mengatakan akan pergi makan siang, tapi saya tidak tahu dimana,” jawab asisten Danar.
Syarah termenung sebentar mendengar jawaban asisten Danar, “Baiklah, terima kasih. Saya permisi dulu.”
Akhirnya Syarah mengirimkan pesan pada suaminya.
‘Kak, tadi aku ke kantor untuk mengirimkan makan siang untukmu. Tetapi asistenmu bilang, kamu sedang pergi untuk makan siang. Jadi aku berikan makan siangmu untuk Risa, temanku. Tidak masalah bukan? Kak Danar jangan lupa untuk menghindari makanan yang pedas, jangan sampai sakit perut lagi. Baiklah aku pulang dulu, sampai jumpa di rumah.’
Setelah meninggalkan kantor Danar, Syarah memutuskan untuk pergi ke cafe tempat dia dan pelanggannya janjian untuk bertemu. Walaupun waktu janjiannya masih setengah jam lagi, dia memilih untuk datang terlebih dahulu dan menunggu. Tempat cafe itu tidak begitu jauh dari kantor Danar jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat.
Memasuki cafe, Syarah merasa suasananya sedikit ramai mengingat ini adalah waktu untuk makan siang. Matanya mencari-cari tempat kosong diantara orang-orang yang sudah memadati ruang cafe disana, dia melihat tempat kosong yang berada di luar yang masih sedikit orang. Tanpa pikir lama, Syarah melangkah ke arah tempat yang dia lihat tadi.
Memesan semangkuk es krim rasa matcha favoritnya. Dia juga sudah mengirim pesan pada pelangannya itu bahwa dia sudah berada di cafe tempat mereka janjian untuk bertemu.
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja pesanan bunga ini diambil di toko langsung atau dikirim melalui ojol. Namun pelanggannya ini meminta untuk bertemu langsung dengan Syarah. Dia yang sudah lama berlangganan bunga di tempat Syarah ingin sekali bertemu langsung dengan pemiliknya karena selama dia membeli belum pernah sekali pun dia bertemu dengan Syarah.
Syarah mendengar dari karyawannya bahwa pelanggannya ini adalah seorang dokter yang cantik. Dia berlangganan bunga di toko Syarah sejak awal berdiri, namun karena kesibukkannya belum pernah dia bertemu dengan Syarah. Dia bercerita pada karyawan bahwa dia sangat ingin bertemu dengan Syarah.
Setelah menunggu hampir satu jam yang tak kunjung mendapat balasan dari pelanggannya tadi. Tiba-tiba deringan panggilan masuk muncul di telepon Syarah yang ternyata dari pelanggannya tersebut. Langsung saja diangkat oleh Syarah.
“Halo, maaf sudah membuatmu menunggu lama. Karena terlalu asyik mengobrol dengan temanku, membuat aku jadi lupa ada janji denganmu. Apakah sekarang kau masih ada di cafe?” tanya pelanggan tersebut.
“Halo, iya tidak masalah, Kak. Saya sekarang masih di cafe. Dimana posisi Kakak sekarang? Biar saya menghampiri,” jawab Syarah.
“Saya ada di meja ujung dekat jendela, saya menggunakan baju warna biru. Kemarilah,” ucap pelanggan itu.
“Baik Kak, tunggu sebentar.”
Syarah membawa bunga pesanan itu dan mencari keberadaan pelanggan tadi. Tak cukup sulit dia bisa menemukan sesuai instruksi yang diberikan tadi. Ketika menemukan orang yang dicarinya itu, tiba-tiba kaki Syarah terasa berat untuk melangkah. Dia hanya berdiam diri tak berpindah barang sejengkal.
“Hei, kemarilah,”
Walau di tengah hati yang berkecamuk, dia bisa mendengar seseorang memanggilnya untuk mendekat. Dia sangat merasa enggan untuk menghampiri, terlebih di depan perempuan itu ada laki-laki yang duduk membelakangi Syarah. Dia benar-benar takut saat ini.
“Hei, Kak. Kemarilah,” ucap perempuan tersebut sambil melambaikan tangan seakan menyuruh Syarah menghampiri.
Tangan Syarah gemetaran, dan saat laki-laki itu menoleh untuk melihat orang yang dimaksud perempuan itu.
“Kak Danar ….”
__ADS_1
Hai haii
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar dan juga like untuk mendukung karyaku. Itu sangat mendukung aku untuk terus berkarya. Terima kasih semua