Perawan Tua Istri Sang Duda

Perawan Tua Istri Sang Duda
Ibu, Syarah rindu


__ADS_3

Selamat membaca


“Manusia setengah robot.”


Danar yang sedang fokus dengan pekerjaannya terpaksa harus mengalihkan fokus begitu mendengar suara seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya.


“Dimas, sejak kapan kamu di sini? Apa kamu tidak tau sopan santun? Main masuk ke dalam ruangan orang gak pake salam,” sindir Danar.


Sedangkan yang disindir tidak peduli dan malah mengalihkan pandangan pada kotak makanan di atas meja sofa. Kebetulan sebelum dia datang ke tempat temannya itu dia belum makan jadilah dia tergoda.


“Kalau ada tamu itu disambut disiapkan jamuan,” ujar Dimas yang tidak dipedulikan Danar yang sudah kembali fokus pada kerjaannya.


Tanpa perlu meminta izin, Dimas langsung duduk di sofa dan baru saja tangannya hendak mendarat di kotak makanan dari restoran ternama itu langsung diinterupsi oleh tuan rumah.


“Hei! Jauhkan tanganmu itu. Dasar tamu tidak ada sopan santun sama sekali,” larang Danar yang langsung bangkit menghampiri Dimas.


“Kau ini sudah kaya raya masa makanan begini aja masih pelit,” balas Dimas.


“Kau juga bukan pengemis yang harus diberi makan bukan? Ini makananku dan jangan berani-beraninya kamu menyentuh,” ujar Danar yang mulai membuka makanan yang diberikan oleh istrinya.


“Ck, dasar pelit!” ejek Dimas.


Danar tak peduli dan mulai melahap makanan sederhana dengan cita rasa yang tak perlu diragukan lagi. Seolah dia tidak menganggap Dimas ada di sana.


Dimas pun tidak ambil pusing dan mulai berselancar dengan hpnya. Bahkan tanpa merasa tidak enak hati, Dimas meluruskan kaki di atas sofa panjang yang ada di ruangan temannya. Dia terlihat serius memilih menu makanan yang ditawarkan di aplikasi ojek online.


Melihat makanan yang ada di meja temannya membuatnya ikut lapar dan ingin makan. Namun dia tidak mungkin


meminta makanan dari sahabatnya yang tidak peka dan pelit itu.


Setelah beberapa menit kemudian suasana ruangan menjadi hening karena Danar yang fokus dengan makannya


sambil berkutat dengan ipad miliknya. Sedangkan Dimas asyik bermain hp untuk bermain salah satu permainan berburu.


Saking konsentrasinya Danar hingga melupakan kehadiran tamu tak diundangnya yang tiba-tiba datang.


Tok tok tok


Seorang perempuan masuk ke dalam ruangan dengan membawa dua bungkus plastik.

__ADS_1


“Ada apa? Apa itu?” tanya Danar bingung melihat barang yang dibawa asistennya.


“Permisi Tuan, ini saya mengantar pesanan makanan katanya atas nama Tuan Danar,” jawab perempuan berambut panjang itu.


“Makanan? Tapi saya tidak ada pesan makan. Ck pasti orang iseng, kembalikan dan berikan uang saja,” ujar Danar malas.


Asisten yang baru akan membuka suara sudah didahului oleh suara lelaki yang ada di balik asisten itu. “Seenaknya saja dikembalikan. Ini makanan sudah sampai sayang kalau dikembalikan, sini untukku saja,” ujar Dimas menawarkan diri.


“Tapi Pak,” cegah asisten Danar.


Danar dengan cepat bisa menduga kalau ini adalah perbuatan sahabat tengilnya itu.


“Apa ini kerjaanmu? Dasar kurang ajar,” tebak Danar kesal.


Yang dimarahi hanya tertawa kecil dan mulai menyantap makanan yang dipesannya. Sementara Danar yang sudah paham betul dengan tabiat sahabatnya ini hanya bisa menghela napas kesal dan memberikan beberapa lembar uang pada asistennya.


Kemudian dia kembali fokus melanjutkan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya. Sudah sejak pagi dia berkutat dengan berbagai file namun sepertinya pekerjaan tak kunjung surut. Tumpukan pekerjaan yang sudah selesai dia kerjakan membuat lengannya terasa kaku dan pegal.


Tapi saat dia melihat seorang lelaki dengan santainya menaikkan kaki di atas sofa dengan bekas makanan yang berantakan di meja membuat Danar ingin melempar lelaki itu dari lantai ruangannya. Ternyata temannya itu masih betah di tempatnya tanpa merasa berdosa.


“Bocah tengik! Sudah datang tanpa kabar, datang-datang cuman ngerusuh. Menyebalkan,” geram Danar yang langsung menghampiri Dimas yang masih sibuk memainkan permainan.


sudah duduk di sofa single.


Sementara Dimas sama sekali tidak kesal dan tetap melanjutkan game onlinenya itu. Danar yang sudah hapal dengan tabiat dari temannya itu hanya bisa mendesah kesal. Dia yang sangat benci berantakan dan kotor berbanding terbalik dengan Dimas.


Karena Danar sudah selesai bekerja, jadi Dimas pun memilih mengakhiri game online yang dia mainkan dan beranjak duduk.


“Salah sendiri, teman datang bukannya disambut diajak nongkrong malah sibuk sendiri. Kalau lagi susah aja baru nyari,” cibir Dimas pada Danar.


“Ck, tanpa aku jawab seharusnya kamu sudah tau kalau pekerjaanku sangat banyak gak kayak kamu yang luntang-lantung gak jelas,” sindir Danar sambil menaikkan sebelah kakinya.


Dimas pun hanya tersenyum miring dan enggan menanggapi. “Lebih baik aku masih sendiri bisa bebas pergi kemana-mana. Daripada kau menjadi suami takut istri tidak bisa kemana-mana. Lihatlah kau sekarang terlihat seperti bapak-bapak,” balas Dimas yang membuat Danar kesal.


“Kurang ajar, kalau kau datang hanya untuk mengganguku lebih baik pergi sana. Merusuh saja pekerjaanmu,” usir Danar sambil melempar bantal sofa pada Dimas.


Hanya tawa renyah yang Dimas tunjukkan karena telah berhasil membuat Danar yang mudah marah. “Ya sudah, aku pergi dulu. Tapi kalau kau butuh pelampiasan, tempatku akan selalu terbuka lebar dan akan gratis untukmu sepanjang usiamu. Jangan khawatir,” kata Dimas senang.


“Bodoh, sana pergi mengganggu orang saja,” usir Danar yang sudah merasa kesal.

__ADS_1


Seharian kepalanya pusing dengan tumpukan pekerjaan, masih ditambah istrinya yang tidak bisa diandalkan masih


ditambah kelakuan temannya yang seenaknya sendiri membuat kepalanya berdenyut.


“Baiklah, aku akan pergi. Ingat, gratis,” ujar Dimas yang langsung lari menghindari serangan Danar lagi.


“Dasar bocah tengik!” maki Danar sambil memijat kepalanya.


**


Sementara itu Syarah yang sudah sampai di rumah segera masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian. Dengan hanya menggunakan kaos ukuran besar yang bahkan mencapai lututnya itu, Syarah pergi ke dapur. Dia mulai menyiapkan segala bahan yang dia butuhkan dan peralatan yang dia butuhkan.


Perasaannya yang sedang kacau membuatnya tak ingin berlarut dan lebih memilih menyibukkan diri. Sesak di dadanya tak ingin dibiarkannya terlarut dan menikmati kesedihan.


“Permisi Nyonya, ini semua bahan memang mau dibuat apa Nya?” tanya bibi.


Sedangkan Syarah yang sedang sibuk membuka resep dan mulai menimbang tepung tak mengalihkan pandangan saat ditanya.


“Aku ingin membuat kue. Bibi tolong kosongkan dapur, aku ingin membuat ini sendiri,” jawab Syarah yang fokus


melakukan kegiatannya.


Bibi yang mendengar perintah Syarah menjadi ragu. Jika dia menuruti permintaan Syarah maka Danar bisa jadi akan memarahi para pelayan seperti yang pernah terjadi. Tapi dia juga tak bisa menolak permintaan Syarah.


“Maaf Nyonya, tapi kenapa harus dikosongkan? Mungkin sedikit pelayan dapur bisa membantu Nyonya agar tidak kerepotan bila mengerjakan semuanya seorang diri,” ujar bibi mencoba merayu Syarah.


“Kalau Bibi khawatir akan mendapat kemarahan suamiku, maka Bibi jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan semuanya sebelum suamiku pulang. Jadi sekarang lebih baik segera kosongkan dapur agar aku bisa menyelesaikan dengan cepat,” usir Syarah tak terbantahkan.


Mendengar keputusan mutlak Syarah tanpa bisa diganggu gugat maka bibi pun hanya mampu menghela napas dan mengangguk patuh. Dia pun pamit pergi dan mengarahkan semua pelayan dapur untuk meninggalkan area dapur.


Syarah pun mulai mencampur berbagai jenis tepung menjadi satu dengan pengaduk dan ditambah coklat. Sembari menunggu sampai adonannya jadi, Syarah bergerak gesit menyiapkan bahan masakan. Daging, sayur-sayuran, bumbu-bumbu, dia siapkan seorang diri.


Dia yang sedang mengulek cabai pun merasa pedih di mata. Air matanya sampai mengalir entah karena kepedasan atau luapan perasaannya.


“Ibu, Syarah rindu. Syarah ingin bertemu ibu.”


Hai semua, semoga kalian yang sudah rindu Syarah dan Danar bisa terobati yaa


Spesial hari ini akan double update jadi jangan sampai ketinggalan. 

__ADS_1


Follow juga ig --> @dewi.nur.kh untuk tahu info update selanjutnya


__ADS_2