Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
perubahan signifikan


__ADS_3

nampak gadis yang tengah terbaring diranjang . wajah pucat dan nampak seperti mayat. dia adalah putri Jenderal kerajaan han.


Jenderal Xia ruon. adalah jenderal dari kerajaan ini, sang istri huang xia yun telah tewas saat melahirkan sang putri. sejak kematian istrinya jenderal tak peduli pada Xia namun kakaknya amat mencintai adik kecilnya itu.


dia memiliki 1 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan dari sang istri. Xiahou dan xia jia. yang otomatis menjadi putra pewaris dan putri pewaris sah keluarga jenderal.


sayang kebahagiaan mereka taklama setelah sang permaisuri meninggal saat pangeran Xia hou berumur 5 tahun dan xia Lia yang baru lahir. ayah mereka mempunyai satu selir yuan sian dan satu putrinya yuan ruong. mereka yang selalu menyiksa Putri. Jenderal yang tidak pernah tau akan itu, membuat penyiksaan berlangsung sejak xia lia masih kecil sampai kematiannya.


saat Aila terbangun dalam tubuh xia jia dia merasa sangat sakit dan lemah. taklama setelah sadar xia lia asli mentransfer memori saat ia masih disiksa selir yuan sian dan putri selir yuan ruong.


"putri... akhirnya anda sadar hamba sangat khawatir putri, hiks.. hiks.. hiks.. " ucap seorang perempuan berbaju dayang sambil berlutut. aku melihatnya lekat dan terlihat dalam memori xia bahwa ini adalah sian er dayang setianya.

__ADS_1


(sekarang manggil Aila dengan xia jia ya yeorobun)


"berdirilah sian, " ucap tegas namun masih sangat lemah. aku melihatnya dari atas sampai bawah. sama seperti junjungannya dia juga banyak memiliki memar akibat selir dan anak Brengseknya.


"aku berjanji setelah ini aku akan membalaskan dendam kita sian," ucap xia pada sian yang matanya masih sembab.


ucapan sang junjungan membiat sia terkejut. pasalnya sebelumnya junjungannya tak pernah berani dengan selir yuan dan putrinya. namun sekarang dia nampak berani dan serius.


" aku akan mendukung dan menanti waktu itu putri, " ucap sian dalam hati. umur keduanya tak terpaut jauh. sian 2 tahun lebih tua dari xia. dia menjadi dayang karena hutang keluarganya.


saat melihat itu xia sangat heran namun tak lama cahaya itu mati dan tak terlalu di pedulikan oleh xia. cahaya redup itu mungkin karena faktor cahaya dari luar pikir xia.

__ADS_1


" jiejie, voleh tolong siapkan aku air, aku mau mandi sekarang, " ucap xia sambil berdiri. sian kaget mendengar xia memanggilnya dengan kata jiejie.


"maaf nona, hamba tak pantas disebut kak oleh nona, " ucapnya yang masih setia menunduk. xia menatapnya dan menaikkan dagunya agar sian menatapnya.


" kau lebih tua dariku jadi wajar, aku sudah menganggap kamu sebagai kakku sekarang jadi tolong pangil aku adik juga, " ucap xia dengan senyuman manis dari bibirnya. sian memeluk nonanya dan menangis. ia tak percaya nonanya menganggap dia sebagai keluarga.


tak lama ia menyiapkan air untuk meimei barunya ini. xia mandi dia air hangat yang telah diberi bunga mawar merah dan putih segar. dia berendam 30 menit memakai hanfu putih dan tanpa riasan. wajahnya yang sudah cantik namun selalu ia sembunyikan.


bukan tanpa alasan karena selir dan anaknya yang menyebar rumor dia adalah putri yang buruk rupa membuat aku memakai cadar.


merka tidak tau wajah asli sang putri karena mulai dari kecil ia dia asingkan, wajahnya nampak lusuh karena tak terurus bukan buruk rupa karena penyakit.

__ADS_1


visual xia Lia



__ADS_2