Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
rencana kumpul 2


__ADS_3

kini di Kekaisaran Ming sedang sibuk untuk berdiskusi dengan tiap kaisar dari 5 Kekaisaran. mulai dari Kekaisaran Ming , Kekaisaran Liang, Kekaisaran Tang, Kekaisaran Yun, Kekaisaran dan Kekaisaran song.


para kaisar tengah berkumpul dengan membawa para putra mahkota. mereka dibiarkan untuk mengelilingi daerah kekuasaan Kekaisaran Ming, sedang ayah mereka akan berdiskusi tentang kelanjutan acara pertemuan itu.


perhatian terfokus pada sosok dengan wajah yang lembut namun dengan badan tegap dan gagahnya. wajah yang nampak lembut dan tatapan yang menyejukkan siapa lagi kalau bukan pangeran mahkota song.


pangeran yang menyimpan banyak ketegaaan dan keras sifatnya dibalik wajah yang menghipnotis itu. dia mengelilingi kota untuk sekedar berjalan-jalan, atau lebih tepatnya berharap bertemu gadis gula itu. dia berjalan dan berakhir di sebuah restoran.


Restoran Hu, plakat nama besar terpajang megah di atas toko. tanpa rasa ragu pangeran song langsung masuk untuk mencicipi makanan di Kekaisaran Ming ini. dia memesan beberapa makanan dan memilih duduk di lantai atas resto itu.


" ah... anak ibu akhirnya berkunjung!! " teriak wanita paruh baya dari lantai dua saat melihat seseorang yang di sayangnya dari lantai 1. siapa lagi kalau bukan nyonya Hu yang melihat putri angkat kecilnya Xia berkunjung ke restoran, xia berkunjung 3 -4 kali dalam seminggu ke restoran ini karena tak bisa dipungkiri makanan yang ada disini sangatlah enak.


pangeran mahkota song awalnya tak memperdulikan wanita paruh baya itu, namun saat sosok dari lantai 1 utu naik ke lantai 2 dia tak bisa berhenti menatap lekat sosok itu, bagaimana tidak gadis yang ia pikir bisa secara tak sengaja bertemu, ternyata benar-benar bertemu sekarang.

__ADS_1


dia melihat Xia yang sedang makan dan disuapi oleh Nyonya Hu, nampak aura keluarga yang cukup erat antara mereka. tak lama beberapa Nyonya yang merupakan teman baik Nyonya Hu datang, alhasil dirinya harus meninggalkan Xia makan sendiri untuk menemui dan mengobrol sosialita dengan para sahabatnya.


" bolehkah aku duduk disini nona? " suara laki-laki yang cukup kalem menyapa telinga xia. dia hanya menganggukkan kepala karena masih fokus dengan makanan yang ada didepannya.


" apakah dia tak tau siapa yang duduk didepannya ini? " tanya pangeran mahkota song pada dirinya sendiri dalam hati, bagaimana bisa seorang gadis tak menoleh dan acuh pada dirinya sang pemikat. tak pernah ada orang yang bisa menghindari pikatan dari auranya, namun gadis ini malah acuh dan terkesan tak peduli siapapun yang ada didepannya.


akhirnya keduanya memakan makanan Masing-masing. setelah selesai dengan makanannya pangeran mahkota song menatap kembali xia dan bertanya untuk memastikan pada dirinya.


" ah.. apakah anda Pangeran mahkota song? " tanya Xia, pertanyaan yang disambut dengan senyuman dan anggukan sebagai jawabannya. senang itu yang dirasakan sang pangeran, beruntung saja gadis gula yang di klaimnya ini ingat siapa dirinya, kalau tidak pasti akan sangat malu dirinya.


" apakah kakek kaisar audah pulih? " tanya Xia mengingat saat di ada di Kekaisaran song, kakek kaisar sakit namun sudah ia beri ibata yang pasti akan menyembuhkan kakek kaisar.


" syukur saat itu nona ada di Kekaisaran jika tidak pasti kakek akan mati tersiksa dengan penyakitnya, " ucap pangeran mahkota song dengan memuji Xia. anggukan itu yang ia dapatkan sebagai jawabannya.

__ADS_1


xia kembali fokus pada hidangan yang ada di depannya, memakan dengan amat menghayati semua rasa yang pecah dalam mulutnya.


merasa ini adalah kesempatan bagus untuk menambah keakraban dengan gadis gula nya ini pangeran mahkota song mencari cara agar bisa berdua lebih lama dengan gadis gula kecil ini.


" apakah nona ada waktu? " tanya pangeran mahkota song tanpa basa-basi pada xia.


" aku ingin nona memanduku berkeliling Kekaisaran Ming, aku ingin tau setiap tempat bagus disini, " ucap pangeran mahkota song sebagai alibi agar bisa berdua bersama sang gadis.


" menjadi pemandu? tapi tidak gratis... " ucap xia di balas dengan gelengan pasar dari pangeran kemudian mengeluarkan sebuah belati yang diberikan oleh ayahnya padanya. belati dengan ukiran Harimau di mata pisaunya.


" baiklah akan ku pandu kau sampai patah kakimu, " ucap Xia dengan senang sambil menatap imbalannya iti, dia memang sudah kaya, namun dia tak ingin berbisnis tanpa keuntungan dia bukan orang bodoh yang akan tunduk hanya karna yang ada di hadapannya ini adalah seorang pangeran mahkota.


hay guyssssssss I'M up happy Reading dan selamat hari senin, semoga dilindungi dan di beri kemudahan oleh Tuhan 🎉🎁☀☀☀👏👍👏👍

__ADS_1


__ADS_2