
sungguh xia kini sangat naik pitam dengan pangeran mahkota Ming, dengan begitu mudah merangkul pinggang wanita, apakah dia gigolo? itu pikir xia dalam hati.
" apakah salah untuk bermesraan dengan calon permaisuri milikku? " tanya pangeran ming tanpa ada tasa bersalah atau bagaimana saat kalimat itu terlontar dari mulutnya.
PANGERAN MING POV
aku nelihat sosok wanita yang baru sana keluar daritempat istirahat adu panahan. ya itu adalah gadis kecil nakal yang sudah sejak lama ia klaim sebagai calonnya satu-satunya dan harus dia dapatkan.
masih bisa aku ingat bagaimana dia bisa menjatuhkan aku dan membuat beberapa sayatan ditubuhku saat adu di kota beberapa waktu lalu, bagaimana gerakannya dan kecantikannya yang mampu memabukkan orang. aku berjalan mendekati sosok itu berusaha seminimal mungkin mengeluarkan suara agar menjadi kejutan.
aku merangkul pinggang gadis nakal itu dan menaruh kepala diatas pundak wanita itu, tanpa kuduga reaksinya yang tak akan pernah sesuai ekspetasi. pergerakan diriku dikunci pleh xia dan hampir melayang pedang milik xia dileherku.
" pangeran ming mohon jangan bertindak kurang ajar jika tidak ingin kehilangan kepala anda!!! " ucap gadis nakal itu dengan nada sedikit tinggi. aku bisa melihat ada sedikit semu di pipinya. entah itu malu atau marah aku tak peduli dengan hal itu.
__ADS_1
" aku hanya memeluk calon permaisuri milikku apakah ada yang salah? " tanyaku pada wanita dihadapan tubuhku ini. mata tajam xia langsung manatapku dengan isyarat agar tak berbicara lebih banyak lagi.
" aku bukan milik siapapun !! " ucap xia dengan manatap mataku tajam kemudian berjalan menjauh dari tempat aku berdiri.
END POV
aku sangat geram dengan pangeran mesum itu, jika bukan karena dia masih menghormati Kekaisaran Ming, sudah dipenggal dan dicincang kepala dan tubuh pria itu.
dari jauh nampak para para pangeran sedang manatap kearah yang sama ya, tatapan mata mereka menuju satu-satunya gadis yang mengikuti pertarungan tanpa atas nama siapapun.
dan xia biaa melihat dari jarak yang tak cukup jauh kakanya kini tengah manatap kearahnya, ingin rasanya berbaikan namun hatinya terlalu sakit untuk melupakan semua yang terjadi.
kini penentuan untuk lawan tanding para petarung ditentukan lawan tanding untuk menentukan siapa yang akan maju sampai babak terakhir pertandingan pedang kali ini.ditahun lalu pemenangnya adalah dari Kekaisaran liang, ya tentu saja waktu itu kaisar liang yang masih pangeran mahkota adalah pemenang dari pertandingan itu.
__ADS_1
" hahahah putraku pasti menang, " ucap kaisar tang pada kaisar yang lain. mereka menggelng tanda tak setuju.
" paati putraku diakan sama seperti diriku, " ucap kaisar liang dengan bangga mengingat kemenangan di tahun yang lalu.
" putraku yang tampanlah yang akan menang kakak semua, " ucap kaisar ming yang memang termuda dari 5 Kekaisaran. yanh dan teruslah seperti itu para kaisar membanggakan putra mereka masing-masing dan dirinya saat masih jadi putra mahkota dulu.
kini semua lawan awal sudah ditentukan, para petarung mulai mengasah pedang mereka dan mulai untuk bersiap dan menyusun strategi, namun beda dengan xia yang sekarang ada di sebuah kursi dan memejamkan mata.
para permaisuri melihat xia dengan tatapan benar-benar khawatir, walaupun mereka tahu xia gadis spesial namun hati ibu mana yang tak khawatir akan anak gadisnya. ya, para permaisuri menganggap xia putrinya bahkan kalau bisa mereka sudah menjadikan xia permaisuri dari putra mereka masing-masing.
" aku akan tidur dulu, tidur adalah nomor satu, " ucap xia kemudian memejamkan mata.
semangatin author nugas plisππππ
__ADS_1