Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
pedang


__ADS_3

xia meboleh pada kakaknya yang hendak meraih tangannya namun segera ditepis oleh xia, sebenarnya hatinya juga sakit melakukan itu namun apa daya dia terlanjur sangat marah pada kakak pemilik asli raga ini. bagaimana tidak kakak pemilik raga ini atau di panggil hou ini bahkan tak mendengarkan penderitaan adiknya selama hidupnya, malah menyalahkan adiknya yang menjadi korban.


mengagungkan ayahnya yang menjadi pelaku, gila memang itu batin xia kala itu. xia menatap datar pada hou yang menatap dirinya dengan sedih karna sang adik yang sepertinya amat marah padanya. xia benar-benar sangat muak dan ingi Segera pergi dari atmosfer ini.


HOU POV


aku memanggil gadis yang akan keluar dari ruang istirahat, ya dia adalah xia adikku. wanita kecil yang bisa membuat aku terkejut dengan segala perubahan sikap yang dimilikinya.


"xia.... " panggilku pada sosok diambang pintu keluar itu. tanganku mencoba meraih tangan kecil itu. namun hanya tepisan yang aku terima. memang ini adalah salahku yang tak mendengarkan adikku ini kala itu, salahku sampai tak tahu adikkulah korban dari semua ini, aku harusnya melindungi tubuh itu bukan malah menyalahkan dirinya.


" apa kita bisa berbicara adikku? " tanyaku dengan penuh harap pada sosok dihadapanku kini, walaupun tatapan mataku masih tak bisa bohong sangat sedih saat ditepis tanganku yang hendak menggenggam tangan adikku ini.

__ADS_1


hou pov end


" bisakah kita berbicara sebentar adikku? " tanya hou pada xia dengan penuh harapan. aku hanya menatap sinis pada orang itu masih ada muak jika harus berbicara pada dia.


" maaf tuan muda jenderal hamba yang rendah tak pantas untuk berbicara permisi, " ucapku dengan datar dan ganpa perasaan memang. tiba-tiba hou menggenggam tanganku dan menatapku dengan sendu lebih sendu bahkan.


" xia bisakah kita berbaikan, aku minta maaf, " ucap hou sambil menggenggam tangan xia. xia menatap datar dan langsung menarik tangannya dan menatap sinis kearah sang kakak.


tartampar, terjungkal, terguling-guling, dan tak bisa bangun lagi itulah yang dirasakan oleh hou sekarang, sikap adiknya yang menegaskan tak ada kedekatan bahkan tak ada kenal mengenal dengan dirinya membuat dia benar-benar tak bisa memaafkan dirinya yang bodoh waktu itu.


setiap kata yang diucapkan benar-benar adalah kata yang sangat menusuk bagi dirinya, bagaimana tidak dia hanya ingin berbaikan namun dia sadar salahnya pada snag adik memang sulit untuk dimaafkan apalagi dia yang langsung menyalahkan xia tanpa tahu apa-apa.

__ADS_1


kini xia sudah ada di kursi luar ring adu pedang. tak lama tiba-tiba tangan melingkar dipinggang xia dan kepala yang ada dileher xia, tak tinggal diam xia berbalik dan mengunci gerakan dari orang itu yang ternyata adalah pangeran mahkota Ming.


sungguh jengkel xia melihat pria ini, mengingat laki-laki ini lah yang langcang saat xia bertarung dengannya di ibukota dialah yang melepaskan masker xia membuat dia kehilangan penyamaran ibukota kala itu.


" maaf pangeran tolong jaga sikap anda jika anda tak ingin kehilangan kepala anda !! " ucap xia dengan nada tegas dan sedikit ditinggikan. mana ada gadis yang tidak akan emosi jika diperlakukan seperti itu.


apalagi ini adalah xia yang kelas benar-benar berbeda pandangan dengan wanita lain yang akan merasa senang hal itu.


**TBC


AUTHOR SEDANG DILANDA TUGAS NUMPUK, DAN HEALING NYA CUMA NULIS UP😭😭**

__ADS_1


__ADS_2