Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
BUKTI


__ADS_3

setelah menyelesaikan empat orang itu xia masih menunggu giliran dengan pangeran Ming. tak lama pangeran menaiki arena dengan wajah yang masih sangat terkejut dan terpesona dengan gadis di depannya.


tak biasanya ada gadis seperti ini. hampir semua bahkan tingkatan paling tingg kultivasi wanita hanya tingkat 2 sedang para wanita bangsawan tingkat 3 adalah yang tertinggi.


melihat kelihaian gadis dihadapannya dia tak akan percaya jika kultivasi gadis ini di tingkat 3.


tak lama suara pedang mulai berdecit. xia dan pangeran Ming terus beradu tanpa henti. xia hanya terus menahan tanpa membalas. pangeran Ming heran dengan teknik Xia. dalam dinasti ini orang yang hanya menghindari serangan artinya lemah.


tak lama ..


CTAS....


pedang sang pangeran terjatuh dan tertancap kuat di tanah. Xia mengacungkan pedang dileher pangeran itu dan tersenyum tipis.


tak disangka pangeran menyibak kaki xia membuat ia tergelincir. pangeran yang sedari tadi penasaran dengan wajah gadis ini membuka cadarnya.


semua hanya bisa diam tak berkutik. dewi kecantikan sejati, bahkan para bidadari tak bisa mengalahkannyanya, bahkan para wanita kerajaan dinasti ini takmampu disandingkan.

__ADS_1


seorang wanita berwajah tirus, kulit putih mulus dan selembut sutra, mata teduh, alis tebal, bulu mata lentik, bibir merah muda seksi. sungguh definisi kecantikan mematikan.


"sialan... " gumam xia saat cadarnya terlepas dia segara berjalan menjauh dari arena, namun belum sempat turun tangannya ditarik oleh sang pangeran.


" siapa namamu nona? "


" hei bajingan, singkirkan tangan mu atau kepalamu yang akan ku singkirkan?! " ucap xia sambil mendorong kasar tubung pangeran Ming.


pangeran ming tersenyum melihat gadis itu melangkah menjauh.


" kau adalah milikku" ucapnya sambil masih tersenyum menatap punggung xia yang mulai berpendar.


"cari tau siapa dia, ku beri waktu 1 minggu untuk kalian, " ucap Pangeran Ming tegas pada bawahannya dan segara menuju kembali ke istana.


"sialan, awas saja pangeran itu akan kuhabisi jika bertemu lagi, " ucap xia yang masih jengkel dengan sikap lawan mainnya tadi.


" tak bisa dipungkiri , walaupun wajahnya termasuk tampan, tapi dia hanya seekor tikus bajingan bagiku, " ucap xia sambil berjalan kembali ke kedian jenderal. hari yang mulai senja membuat dia haris bergegas kembali.

__ADS_1


walaupun suan telah ia titipi untuk mengatakan ia sakit kulit yang menular, tetap saja dia harus kembali agar kakaknya itu tak mengomel panjang kali lebar padanya.


namun sebelum kembali ia membeli banyak makanan dipasar iluntuk ia makan bersama para pelayan dan penjaga paviliun nya.


paviliun Xia


xia melompat kembali kearah jendela dan masuk, seperti dugaan sebelumnya pasti tak ada yang akn kemari, mendengar dia sakit menular selir yuan dan putrinya tak akan sudi kemari.


" semua dayang dan penjaga segera menuju depan paviliun utamaku, " ucap xia lantang. tak lama para penjaga dan dayang yang setia padanya berkumpul hanya sedikit 5 penjaga dan 6 dayang yang selalu ada di sisi xia sepama ini.


" ayo berkumpul bersamaku dan kita makan bersama, " ucap xia dan kali ini dengan senyim merekah dari bibirnya. para dayang dan penjaga hanya diam melihat itu. mereka merasa tak pantas bersanding makan de! gan nonanya.


" maaf nona kami tak pantas untuk makan bersama nona.. " ucap mereka sambil menunduk


"mereka orang yang akan setia" gumam xia dalam hati


" jika kalian menolak maka keluar dari paviliun ini, "

__ADS_1


" mulai sekarang panggi alku dengan nama saja, kalian lebih tua dariku, aku akan menangil kalian selayaknya kakak-kakakku, " ucap xia dengan mantap, para penjaga dan dayang menitikkan airmata haru melihat Junjungannya mau mengganggap mereka keluarga bukan bawahan.


akhirnya mereka semua makan bersama dengan penuh tawa dan senyum di bibir mereka. dan malam ini adalah malam yang indah untuk mereka.


__ADS_2