Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
lanjut


__ADS_3

kini kedua saudara itu sudah ada diatas ring pertarungan, semua orang menyoraki keduanya namun bisa dilihat presentasi pendukung. dari hou sendiri mayoritas pendung pasti dari golongan para wanita muda sedang xia dari para tuan mudalah yang banyak menyoraki dirinya sebagai pujaan hatinya.


mereka saling menunduk sebagai hormat awal, xia langaung mengangkat pedang dan hou juga sudah memasang kuda-kuda terkuatnya, kini pertandingan itu dimulai. awalnya hou tak ingin serius, namun sang adik berkata.


" jika kau tak serius maka jangan pernah muncuk dihadapan mukaku lagi! " bisik xia dengan nada mengancam yang jelas tentu saja hou tak ingin itu terjadi, oleh karena itu dia menyamakan xia sebagai lawannya di ring.


tentu saja hou bisa dikatakan lawan yang cukup tangguh bagi xia, walaupun tak seberapa namun kemampuannya masih bisa dibilang lumayan. mulai dari teknikal dan strategi yang diatur diatas ring juga sangat mencerminkan dan menegaskan kepantasan sebagai putra seorang jenderal.

__ADS_1


sedangkan xia, doa hanya bertanding sesuai alur sang kakak, tentunya dia tetap melakukan hanya untuk kesenangan, dia hanya mengeluarkan sedikit dari tenaganya untuk menyerang dan menangkis sang kakak. dia tetap nampak datar dan tenang tanpa ada raut wajah takut akan menjadi omongan di Kekaisaran Ming.


bagaimana tidak mereka berdua adalah saudara apalagi, mereka sekarang bertanding setara seperti lawan dengan lawan tanpa ada kelembutan atau yang lainnya.


xia melangkah cepat menggoreskan pedang di lengan sang kakak. tentu saja hou berusaha mengimbangi sang adik dengan menggores lutut kanan xia walaupun goresan yang mampu ia buat tak sebanding dengan xia, bahkan xia cenderung sengaja agar dirinya tergores sang kakak. ya mungkin akan terlihat seri itu pikir xia.


tentunya sebenanya hal itu yang sudah dinantikan, apalagi baru 1 kali dalam sejarah seorang wanita melakukan unjuk beladiri, ditambah bahkan dia sudah ada di titik terakhir yang akan menentukan apakah dia akan melawan para Putra Mahkota ataupuh tidak.

__ADS_1


sudah cukup lama dan tenaga hou sudah mulai menipis melawan sang adik yang nampak tak kekurangan energi yang berarti, dia tak menyangka sang adik visa melakukan ini, apalagi yang dari dulu ia tahu adiknya adalah wanita lemah lembut dan paling takut hal berbau kekerasan. namun sekarang dia dibukakan matanya melihat sang adik yang bahkan tak ada kelelahan tergurat dimatanya.


xia hanya tersenyum tipis melihat sang kakak yang nampak sudah mulai kehabisan tenaga, pikiran xia sebenarnya sudah ingin menghabisi sang kakak, namun bukan berarti membunuh namun lebih ke memenangkan dan segera seleaia acara keparat membosankan ini. sungguh xia adalah seperti author yang lebih suka go on the date dengan bantal, guling dan selimut. xia mendekati sang kakak dan menyerang kembali, tentunya ditangkis namun makin banyak luka hou. tak lama kaki hou dilumpuhkan xia membuat dia tersimpuh didepan xia dan tak menunggu waktu lama xia dinyatakan lolos dan akan melawan para pangeran mahkota, hou sangat terkejut dengan itu. bukan karena tidak Terima namun dia ingin tahu darimana xia belajar ilmu sehebat itu.


xia tersenyum smirk tajam, dia sangat senang akhirnya dia bisa balas dendam dengan beberapa pangeran mahkota menyebalkan itu.


" wait date with die all prince😎😎, " batin xia kemudian turun dari ring tanding itu.

__ADS_1


__ADS_2