
kini kedua orang itu merendam kakinya didalam mata air itu, tenang rasanya diikuti sumilir angin yang mengibarkan rambut xia, menerpa bulu mata lentik itu. membuat sang pemilik menyelipkan rambut ke belakang telinga agar tak menutupi pandangannya.
xia menatap air yang jernih dan tenang itu, dia terus berusaha menarap air itu walaupun terap terganggu dengan kaki orang lain yang ikut berendam dengan kakinya. sungguh tak ingin sama sekali xia menggubris orang disebelahnya, namun tatapan yang ditujukan untuknya benar-benar membuat xia muak. dengan pangeran liang.
dia hendak berdiri namun dicegah oleh Pangeran Liang pangeran menyalurkan energi terapi pada air itu membuat air itu semakin nyaman untuk direndami. tentunya xia tak menyia-nyiakan hal itu dan memilih duduk dengan berjarak dari pangeran gila itu.
agak canggung memang mengingat pangeran ini juga pernah menyatakan cinta padanya, namun tetap saja xia bukan wanita yang akan tergila-gila hanya dengan patas, dia perlu orang yang melindunginya bukan ia yang harus melindungi. keduanya melanjutkan berendam namun tangan pangeran liang tak ingin lepas dari pergelangan tangan xia, sungguh geram kini hatinya.
__ADS_1
"mohon maaf pangeran tolong LEPASKAN TANGAN ANDA DARI SAYA! " Ucap xia dengan penekanan diakhir kalimat yang ia ucapkan pada pangeran yang satu ini. tawa lirih dikeluarkan oleh Pangeran liang tentunya menurutnya ekspresi xia saat ini begitu lucu, bagaimana tidak pipinya yang mulai merah padam disertai pipinya yang mulai menggelembung tanpa xia sadari seperi panda putih yang tengah marah dengan induknya.
akhirnya pangeran liang melepaskan tangannya. dia menatap xia kembali kemudia mengarahkan pandangannya ke arah air yang jernih itu.
" nona xia kau tahu kenapa aku suka air? " tanya pangeran liang yang sebenarnya tak ingin xia tahu sama dekali namun xia lebih memilih diam. dan tak ingin memperpanjang masalah dengan sibocah ini.
" ibuku adalah orang yang baik, aku selalu bermain dengannya di mata air liang, dengan saudaraku. " ucap pangeran liang dengan tatapan sendu kearah air itu, tatapan yang sungguh pilu, xia juga merasakan hawa sedih dari pangeran itu.
__ADS_1
" dia sudah lama meninggal karena menyelamatkan aku dari sekumpulan pembunuh kala itu, dan sejak itu saat aku menatap air mata seperti ini pasti akan teringat akan hal itu, " cerita dari pangeran liang pada xia, ada sedikit sesak juga
" seandainya dia tak melindungi aku, mungkin yang ada disebelah mu adalah dia bukanlah aku benarkan? " tanya pangeran liang yang ternyata sudah mulai menitihkan air matanya di pipinya.
tentunya sudah reflek xia menghapus air mata pangeran liang dan memeluk sang pangeran dengan erat, sebenarnya kisah ini adalah rahasia Kekaisaran liang, tentu saja ini adalah kejadian sangat menyedihkan untuk Kekaisaran.
xia bisa merasakan laki-laki itu menangis dan membasahi pundaknya, namun dia berusaha tetap memeluk pangeran liang setidaknya membiarkan pangeran itu meluapkan rasa rindunya pada sang kakak dengan menangis, mungkin karena pertandingan dirinya dengan sang kakak membuat dia teringat pada kakaknya yang telah tiada.
__ADS_1
pasti sangat berat dan terpukul, apalagi dia masih sangat kecil dan juga fase dimana dia pasti sangat menyayangi saudaranya, dan malah harus melihat kakaknya mati karena dirinya, pasti menimbulkan luka yang cukup membekas untuk hati kecilnya.
air mata pangeran dengan senggukan kecil membuat xia juga ikut merasakan kepiluan yang pangeran liang sembunyikan dibalik topeng pangeran liang. menggantikan sang kakak menjadi putra mahkota tentunya bukan hal yang mudah untuk dirinya.