Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
ok


__ADS_3

pertandingan keduanya sengit sampai akhirnya kakak xia, melumpuhkan tuan muda guan. sebenarnya tuan muda guan gelum kalah namun mungkin karena faktor serangan terlalu kuat dari tuan muda hou, dia akhirnya mengaku akan kekalahannya. namun walaupun seperti itu para penonton tetap bersorak dengan begitu meriahnya karna mereka sangat senang dengan pertandingan 2 orang hebat ini.


Nama-nama di papan pertandingan hanya menyisakan 2 orang, hou dan xia kakak beradik dari keluarga jenderal, para penonton tentu sangat menantikan pertandungan ini, apalagi mereka adalah saudara hang nampaknya xia juga tidak selemah dirumor yang pernah ada dulu. bahkan bisa dikatakan dia adalah wanita terkuat yang pernah ada dalam sejarah dinasti ini.


disaat semua orang sibuk membicarakan pertarungan dua orang itu, disisi lain para orang misterius yang sedaritadi mengintai xia kini pergi menuju sebuah paviliun dikota.


POV ??


" dia akan menang tuanku, " lapor dari salah satu pengintai itu, sang tuan tersenyum mendengar itu, tentunya dia tahu bahwa wanitanya bukan wanita sembarangan. semakin lama dia semakin penasaran dengan wanitanya ini.


" dia semakin lama semakin membuatku penasaran, " ucap pria itu sambil berjalan menuju jendela paviliun itu. seekor elang terbang mendekat padanya. di ikatlah surat dan dibisik pada si elang, elang itu terbang setelah mendapatkan itu. tubuh elamg itu bwgitu gagah diangkasa, tatapan tajam matanya yang meruncing tak heran jika dia adalah pembunuh langit yang sangat dikenal dalam dinasti ini.

__ADS_1


" dia adalah bunga indah dan gemulai, parasnya akan memabukkan tiap orang yang melihatnya. "


" tapi dia adalah racun yang bisa membunuh tanpa jejak, namun bisa menjadi pencabut nyawa pembunuh dengan jehak dan penonton setianya, " ucapan yang sangat puisitis dari pria itu untuk xia. tentu saja para pengawalnya sangat tahu bagaimana tuannya yang selali mementingkan wanita bernama xia ini, bahkan mereka harus memanggil xia dengan sebutan nyonya atau permaisuri tuan mereka.


sungguh-sungguh bingung, sejak kapan tuan mereka yang dingin menjadi sangat lembut dan begitu perhatian akan seorang wanita. waktu awal tentu mereka berfikir mungkin tuannya mungkin terbentur kepalanya.


END POV


xia menoleh dengan wajah datarnya tanpa ada senyum atau apapaun. niat haou datang adalah dia akan mengalah jika xia mau, dia tak ingin melukai sang adik. tentusaja dia akan merasa bersalah berkali-kali lipat lagi jika dia melukai sang adik di pertandingan ini.


yang kemarin saja belum dimaafkan apalagi ditambah lagi itu adalah yang dipikirkan oleh haou, yang membuat dirinya menemui sang adik.

__ADS_1


xia tertawa sinis mendengar kata hati sang kakak, dia sangat bwnci orang yang menganggap dirinya lemah. dia tertawa sinis kemudian menatap kakaknya tajam. mata mereka berdua bertemu xia mendekat pada sang kakak.


" aku akan tetap bertanding denganmu angagp saja kita adalah orang asing tuan muda jenderal, " ucap xia kemudian berjalan menjauh.


" aku akan mengalah xiaer aku tak ingin kau terluka, " ucap houembuat xia berhenti, sekali lagi xia tertawa sinis.


" kau baukan helum tentu bisa mengalahkan aku, jika kau mengalah maka aku akan menganggap ini penghinaan bagiku ingat itu! " ucap xia dengan nada tegas dan tanpa melihat sang kakak yang berdiri mematung.


tentunya ada rasa sakit dihati hou saat sang adik bahkan berbicara kita tidak saling mengenal, apakah sebenci itu adiknya pada dirinya sekarang, dia merasakan tak jauh beda saat ini dengan ayahnya yang dibutakan selir ****** itu. dia bahkan tak tahu keadaan adiknya selama mereka dipisahkan dan langsung menilai dan menindak xia seperti saat itu.


ingin rasanya hou memotong lidah dan tangannya sendiri, dia merasa sangat bodoh melakukan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2