Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
SAVAGE


__ADS_3

tak lama acara pun dilanjutkan dengan pertunjukan bakat oleh para tuan muda dan nona muda. mereka berbondong-bondong menunjukkan vakat untuk menarik perhatian lawan jenis.


catur, panahan, menari dan memainkan alat musik. walaupun mereka dianggap berbakat, Namun jika dibandingkan dengan zaman Xia sebelum disini itu semua sama dengan pecundang.


Xia hanya berdecih melihat pertunjuukan yang amat membosankan, panahan dengan jarak dekat, catur dengan bodoh, tarian yang gemulai namun seperti ******, alunan musik anak kecil. sungguh paket lengkap.


" membosankan, " ucap Xia, tak lama ada seorang gadis yang menghadap setelah melakukan tarian.


" yang mulia kaisar, hamba ingin sekali melihat nona Xia unjuk bakat, " ucap shi Lin salah satu putri menteri Pertahanan Kekaisaran song.


" benar yang mulai, bukankah seperti nona Xia tak menghargai acara bakat ini, " sambung fung suan putri penasihat Kekaisaran.


" bukan kan nona Xia mau, atau Nona tak bisa apa-apa selain obat? " ucap shi Lin dengan di ikuti tawa dari orang-orang yang melihat itu.


xia ber smirk dan maju.


" maaf Nona, aku bukan menolak, hanya saja... "


ucap Xia menjeda sambil mengelus pipi shi Lin kemudian mencengkeram pipinya sedikit kuat.


" aku tak perlu menjilat untuk mendapat yang aku mau, " ucap xia


" karna harga diriku tak sebanding dengan nona ini, " ucap xia kemudian memainkan alat musik harpa yang disediakan. qlunan nada yang indah dan akhir yang menyayat hati.


tak hanya itu kemudian ia menari dihadapan semua orang dengan tari percampuran modern. semua mata hanya melihat, mwnatap tak percaya pada gadis yang amat amat berbakat seperti Xia.

__ADS_1


" ambilkan 1 busur dan 3 panahan, " ucap Xia, tqk lqmq barqng itu disediakan.


" lemparkan barang secara bersamaan 3 buah dan lempar pedang saat aku selesai memanah, " ucqp Xia, para penonton tak percaya dengan ucapan itu apalagi dia menutup mata dengan kain.


tak lama xia mengangkat busur dan memanah semua barang yang dilempar secara tepat dan bersamaan, setelah itu ia juga berhasil menghindari pedang dan masih dengan menutup mata.


" bagaimana nona kecil? "


" apakah masih kurang? ouh.. aku hampir lupa yang terakhir, " Xia menatap tuan muda yang memenangkan catur dan melawannya. hanya hitungan menit tuan muda itu kalah telak dan menyerah. Xia hanya tersenyum, melihat kekalahan lawan adalah kesenangan untuknya.


" semua telah selesai dan semua mata menjadi saksi nona... "


"bagaimana aku yang telah menyelesaikan semua dianggap tak menghargai? "


ucap Xia membuat shi Lin hanya bergetar tqkut dengan suara datarnya. sungguh kini aura xia sedikit ia kwluarkan untuk menekan semua orang.


" berani kau!! "


" dia adalah putriku menteri Kekaisaran ini!! " ucap shi yung ayah sekaligus menteri pertahanan Kekaisaran song.


" lalu? "


" bukankah semua juga melihat bagaimana ketidak sopanan putri menteri pada penyelamat kakek kaisar Kekaisaran ini? " tanya xia dengan wajah dan nada datar. tak lama ia melangkah mendekat pada shi yung menekan dengan auranya.


" seorang menteri? " tanya Xia, dia mendekat dan mematikan pergerakan menteri itu dengan totokan penghentian akupunktur.

__ADS_1


" bagaimqna bisawnteri dengan bqnyak surat dari musuh? "


" bagaimana menteri dengan kekuasaannya menindas rakyat? "


" bagaimana seorang menteri mensalah gunakan kekuasaannya? "


tanya xia bertubi-tubi sambil mengeluarkan semua bukti ucapannya. lengkap tanpa ada yang kurang, teliti tanpa kecerobohan.


" kau hanya menteri tak berguna, " ucap Xia dan langsing memenggal kepala itu dengan mudah, tqk hanya shi yung namun putrinya juga.


" maaf kaisar hamba lancang, namun satu yang harus semua tau... "


" siapapun yang berani menyinggung saya maka akan saya bereskan denga tangan saya sendiri, "


" dan saya hanya membantu anda melenyapkan musih dalam selimut, " ucap Xia sanai sambil membersihkan pedang yang terkena darah terkutuk.


" PENGAWAL!! "


" TANGKAP SELURUH KELUARGA MENTERI, MEREKA HARUS MEMBAYAR DOSA UNTUK MASYARAKAT!! " perintah kaisar song, setelah itu Xia berjalan keluar dan mulai meninggalkan jejak dari kota song itu.


" hanya permaisuri ku menghabisi pengkhianat yang ada sejak lama, kau adalah milikku, akan aku penggal siapapun yang berani merebutmu dari ku permaisuri, " ucap seseorang dengan mata tajam menatap Xia. '


" istriku.. nampaknya putra kita sedang kasnaran pada nona penyelamat ini, " ucap pria paruh baya deangan tibuh kekar dan berwibawa.


"benar sungguh beruntung jika nona Xia mau menjadi putri menantu kita, " timpal seorang wanita dengan anggukan mantap.

__ADS_1


__ADS_2