Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
OGHEY


__ADS_3

akhirnya kedua pangeran itu pergi bahkan tanpa penjelasan sedikitpun pada dia tentang apa yang terjadi, aneh itu yang dipikirkan oleh dia bagaimana tidak kedua pangeran itu seharusnya bilang saja padanya, ya walaupun Xia bisa tahu namun dia penasaran dengan bagaimana jika itu dalam versi para pangeran sebagai tokohnya.


dia tak ambil pusing dan juga memilih keluar dari te da itu berjalan kearah timur tenda menuju salah satu ruangan perpustakaan di dalam Kekaisaran melihat-lihat susunan buku dan catatan lama dari berbagai pengetahuan dalam zaman ini.


matanya terlalu pada satu buku dan segera mengambilnya kemudian keluar untuk bersiap pertandingannya dengan pangeran liang setelah pangeran itu mengalahkan pangeran Ming. dia segera melangkahkan kakinya.


SET...


Xia melepas tusuk kondenya terkena pas sesuai dengan targetnya sosok dengan topeng yang membuat dia lama-lama geram dengan sosok itu, namun sosok itu nampaknya juga tak ingin bertemu dengan Xia dulu dan memutuskan menghilang setelah konde Xia menusuk tepat di kaki kanan sosok itu.

__ADS_1


" HEI KEMBALI!! " teriak Xia namun sia-sia sosok itu seakan seperti angin yang datang dan pergi sesukanya. Xia menoleh kesana-kemari melihat dan mencari sosok itu, namun nihil yang dia dapat sosok itu tak ada di manapun, dan akhirnya langkah kaki Xia berlanjut karena pertarungan.


dia melangkahkan kaki menuju arena pertarungan, para penonton kini juga sudah ada dibangku mereka masing-masing pertandingan sudah hampir selesai. mereka sudah menanti pertandingan akhir ini antara pangeran liang dari Kekaisaran liang yang dianggap Kekaisaran terkuat melawan putri tertua dari jenderal Kekaisaran Ming.


" ayo dewiku!!! "


sedangkan disisi lain sosok dengan topeng itu ada dalam sebuah paviliun mewah dengan dominan warna hitam, para pengawalnya berdiri melihat sang tuan yang tiba-tiba pulang dengan sebuah konde menusuk kakinya, mereka hendak mencabut dan mengobati tuannya namun dilarang oleh sang tuan.


sang tuan malah tersenyum layaknya orang gila pinggiran tol cikarang, tidak jelas maknanya apa, namun mampu membuat buku mudik para pengawla yang ada disana merinding seutuhnya, bagaimana tidak tuan mereka ini jarang memiliki senyum dan tawa seperti itu. bayangan skema kiamat itulah yang ada di pikiran mereka semua saat tuan mereka tertawa seperti itu.

__ADS_1


" tuan apakah anda tidak ingin hamba obati? " tanya salah satu tabib muda yang juga berjaga dalam ruangan sosok itu, sosok itu hanya melihat sejenak namun sepersekian detik kemudian dia mencabuy konde yang menusuk kakinya membawanya kedalam kolam berendam dan membasuh nya hati-hati.


semua orang melihat itu bertambah takut kalau tuannya benar-benar kesurupan roh leluhur. bagaimana bisa dia malah memperhatikan konde daripada lukanya sendiri, mereka tahu tuan mereka kuat namun jika seperti ini mereka yang takut kiamat akan datang sebentar lagi.


" jaga konde ini jangan sampai orang lain menyentuhnya, jangan sampai sedikitpun ingat itu!! " tekan sosok itu pada pengawalnya sambil memberikan tusukan konde itu padanya, para pengawalnya dibuat penasaran dan akhirnya bergerombol melihat konde itu namun ternyata, hanya konde biasa.


" apakah kiamat sudah dekat? " tanya salah stau pengawal pada teman satu kerjaannya.


" mungkin tapi aku mohon jangan, " jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2